Cara Isolasi Mandiri dan Karantina Yang Tepat

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Terbatasnya daya tampung rumah sakit di NTT memaksa banyak pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk wilayah Kota Kupang, per 8 Februari 2021, terdapat 1.459 orang yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Hal ini bisa menimbulkan masalah serius oleh sebab tidak semua pasien atau keluarga memahami cara isolasi mandiri dan karantina yang benar.

Majelis Sinode GMIT bekerja sama dengan Rumah Sakit Premier Bintaro-Jakarta, Rabu, (10/2-2021) mengadakan webinar dengan pembicara dr. Astri Prameswari, Sp.P (Spesialis Penyakit Paru), terkait topik ini.

Berikut penjelasan dr. Astri Prameswari, Sp.P, dari Rumah Sakit Premier Bintaro-Jakarta tentang cara isolasi dan karantina mandiri yang tepat.

Siapa saja yang boleh isolasi mandiri?  

  • Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah melalui pemeriksaan medis.

Perlu diketahui bahwa ada orang yang merasa tidak ada gejala batuk, pilek, demam, sesak napas, dll., namun bisa jadi setelah diperiksa saturasi oksigennya ternyata dibawah normal (normal: 95-100%). Karena itu dibutuhklan pemeriksaan medis.  

  • Orang yang mengalami gejala ringan-sedang
  • Tidak memiliki penyakit penyerta
  • Rumah memenuhi syarat untuk isolasi mandiri

Syarat rumah ideal untuk isolasi mandiri

Syarat rumah ideal untuk isolasi mandiri adalah yang memiliki ruangan atau kamar khusus/terpisah, kamar mandi sendiri dan ruangan bersama keluarga berventilasi.

Bagaimana kalau hanya satu kamar tidur saja?

  • Jika kondisinya demikian maka tempat tidur harus terpisah dengan jarak minimal satu meter. Pastikan pertukaran udara dalam ruangan lancar. Jika kamar mandi hanya satu maka upayakan ada ventilasi dan harus ada jedah penggunaan kamar mandi dengan anggota lain lebih kurang 30 menit atau satu jam. Hal ini dimaksudkan agar dropletnya sudah hilang atau virusnya sudah mati. Bersihkan secara rutin kamar mandi atau toilet dengan air dan sabun/deterjen terutama pada permukaan yang sering dipegang seperti gagang pintu, kran, gayung timba, dll.
  • Lingkungan mendukung untuk pemenuhan kebutuhan fisik, mental dan medis pasien.

Apa yang harus dilakukan selama isolasi mandiri

  • Maksimalkan aktifitas di kamar dan membatasi aktivitas di luar kamar
  • Minimalkan berbagi ruangan dengan anggota keluarga yang lain
  • Menggunakan masker medis (bukan masker kain) bila keluar kamar atau berinteraksi dengan anggota keluarga
  • Menggunakan alat makan, minum, mandi yang terpisah
  • Makan makanan yang bergizi, cukup tidur 6-8 jam, hindari stress dengan melakukan hobbi di dalam rumah
  • Minum obat yang dianjurkan dokter.

Bagi yang tanpa gejala atau gejala ringan, biasanya obatnya tidak banyak. Cukup dengan vitamin C, D, E, dan Zink. Untuk vitamin D, walaupun Indonesia kaya akan sinar matahari, tapi kadang-kadang saat cek kadar vitamin D dalam tubuh ternyata kurang. Jadi saat terinfeksi Covid dan mengkonsumsi vitamin D, idealnya harus periksa. Vitamin C juga demikian. Harus dikondisikan dengan keadaan lambung. Bagi yang memiliki riwayat penyakit lambung atau nyeri perut, harus berhati-hati menggunakan vitamin C dosis tinggi atau yang sekarang banyak beredar adalah yang ukuran 1000 mg. Kalau lambung tidak kuat bisa perih sekali. Jadi cukup sehari sekali. Kalau vitamin E cukup dengan dosis 200 mg. Zink berkisar 20-100 mg.

  • Ukur kadar oksigen (saturasi) dengan menggunakan oxsimeter.
  • Ukur suhu badan secara rutin, terutama yang memiliki riwayat demam. Kadang, ada pasien yang tidak merasa demam tapi saat diukur suhunya ternyata cukup tinggi 38, atau 37,5 derajat
  • Ukur tekanan darah. Apabila memiliki riwayat darah tinggi sebaiknya rajin ukur tekanan darah karena bisa saja naik. Covid-19 tidak hanya menyerang paru, tapi juga organ lain ikut berperan.  Gejala Covid-19 tidak hanya batuk, pilek, sesak napas, atau demam saja tapi bisa juga hanya dengan sakit kepala atau nyeri perut.
  • Ukur gula darah.
  • Tidur dengan posisi tengkurap sesering mungkin. Mengapa? Di bagian paru sebelah bawah dan belakang terdapat banyak pembuluh darah. Oksigen dihirup masuk ke dalam paru kemudian bertukar antara udara bersih dan udara kotor, melalui paru dan pembuluh darah. Karena pembuluh darahnya banyak sekali di bagian belakang dan bagian bawah maka utamakan posisi tidur tengkurap supaya kalau ada virus dan posisi kita terlentang, sesuai gaya grafitasi maka virus banyak berpindah/bergerak ke belakang dan menutupi tempat banyaknya pembuluh darah dan pertukaran oksigennya terhalang. Itu sebabnya kadar oksigen dalan darah menurun. Dengan posisi tengkurap, maka gaya grafitasinya terbalik sehingga virusnya turun ke depan. Alhasil, pada saat tengkurap pembuluh darah di belakang bisa bertukar oksigen secara bebas tanpa terhalang oleh virus.
  • Olahraga yang ringan. Jangan yang berat karena bisa menurunkan sistem imun tubuh.

Apa yang harus dilakukan keluarga pasien selama isolasi mandiri

  • Batasi satu orang saja yang berinteraksi khusus merawat pasien (pilih orang yang sehat tanpa penyakit lain yang melemahkan daya tahan tubuh)
  • Cuci tangan segera setiap kali kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
  • Memakai masker medis bila berinteraksi dengan pasien atau ke kamar pasien
  • Memakai masker medis dan sarung tangan bila kontak dengan darah, tinja, air kencing, cairan tubuh pasien.
  • Memberikan support mental kepada pasien
  • Selalu mengawasi perkembangan gejala pasien dan melaporkan ke dokter.

Kapan harus membawa segera pasien ke Rumah Sakit?

  • Bila gejala memburuk (demam tinggi meski telah diberi obat penurun panas, batuk bertambah hebat)
  • Muncul sesak napas, penurunan kesadaran, tidak mau makan/minum, lemas, dll.
  • Saturasi oksigen kurang dari 90%

Bagaimana membersihkan kamar setelah isolasi mandiri

  • Buka ventilasi/jendela
  • Bersihkan permukaan perabotan dan lantai dengan air dan sabun/disinfektan
  • Ganti dan cuci sprei, sarung bantal/guling, handuk.

Bagaimana memperlakukan sampah medis dengan benar

  • Pakaian, sprei, masker kain kotor, ditempatkan di kantong khusus sebelum kemudian dicuci dengan sabun cuci ditambah air dengan suhu 60-90 Celsius.
  • Alat makan dicuci dengan sabun dan air hangat
  • Gunakan sarung tangan saat mencuci
  • Sampah masker/sarung tangan dijadikan satu di tempat yang tertutup rapat sebelum dibuang
  • Gunakan dan lepas masker/sarung tangan dengan benar
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai dan melepas sarung tangan/masker.

Berapa lama isolasi mandiri

  • Tanpa gejala, minimal 10 hari sejak swab
  • Dengan gejala, minimal 10 hari sejak gejala muncul ditambah 3 hari bebas gejala
  • Kontak erat, karantina 14 hari.

Untuk keputusan bebas/lepas isolasi harus konsultasi dengan dokter.

Cara pemakaian masker yang benar

  • Jangan biarkan dagu terpapar
  • Jangan kenakan masker sebagai hiasan leher di bawah dagu
  • Jangan kenakan masker yang longgar dengan celah di bagian samping
  • Jangan pasang masker dibawah hidung
  • Jangan kenakan masker dengan hanya menutupi ujung hidung

Bagaimana penggunaan obat tradisional, jamu dan minyak kayu putih. Apakah boleh dikonsumsi dengan obat medis?

Sejak dulu orang memakai minyak kayu putih sebagai balur atau oles. Akan tetapi sampai saat ini belum ada data atau penelitian medis tentang manfaat minyak kayu putih bagi pasien Covid-19, baik itu pemakaian oles maupun uap. Perlu hati-hati karena pada sejumlah orang yang sensitif bisa menimbulkan iritasi pada area pernapasan hidung dan mulut. Penggunaan jamu juga sama.

Jamu atau obat tradisional, berbeda dengan obat medis. Kalau obat medis atau vaksin sudah melalui penelitian bertahun-tahun sampai dinyatakan aman. Contoh: kalau obat medis diuji coba pada 100 orang misalnya, dan dari 100 orang itu memberi hasil yang baik sebanyak 80, maka disimpulkan obat tersebut 80% berhasil.  Akan tetapi obat tradional tidak. Belum/tidak ada data, berapa orang yang berhasil, dan bagaimana efek sampingnya. Orang hanya mendengar melalui ucapan-ucapan di sosial media saja bahwa jamu/obat herbal ini memberi efek bugar pada tubuh, tapi tidak diketahui efek bugar ini berhasil pada berapa banyak orang.

Kalau diminum dengan obat-obat medis, disarankan tidak boleh. Sebab, jangan sampai terjadi interaksi antara obat medis dengan jamu yang bisa jadi menurunkan efektifitas obat medisnya. Jadi kalau mau mengkonsumsi obat dokter, hentikan jamu. Demikian penjelasan dr. Astri.

Ketua Majelis Sinode, Pdt. Mery Kolimon menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RS Premiere Bintaro yang bersedia bekerja sama dengan MS GMIT untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat/jemaat mengenai hal-hal harus dilakukan saat isolasi mandiri di rumah.

“Sebagai daerah di mana angka orang terinfeksi dan meninggal karena Covid-19 makin meningkat maka kami merasa edukasi ini sangat penting. Kami berharap ada kerja sama lanjutan antara MS GMIT dan RS Premiere Bintaro dalam layanan kesehatan. Kami berdoa kiranya Tuhan terus memberkati RS Premiere Bintaro. Dan terima kasih kepada Pak Tino Therik yang menjembatani kerja sama untuk momen edukasi ini,” ungkap Pdt. Mery. ****

Fermer Ce contenu a bien été ajouté à vos favoris dans votre profil. Voir mes favoris. Fermer Ce contenu a bien été retiré de vos favoris. best online casino Le médicament le plus cher du monde est disponible en France.

Leave a Reply

Your email address will not be published.