GMIT dan UNITING CHURCH OF AUSTRALIA (UCA) TANDATANGANI MoU

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Berkenaan dengan berlangsungnya konsultasi teologi gereja dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh UnitingWorld, badan misi dari Uniting Church of Australia (UCA) bersama mitra-mitranya se-Asia Tenggara, Rabu, 2/08-2017 di hotel Swiss-Berlin, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan UCA menandatangi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama antar kedua gereja.

“MoU yang kita tandatangani memperkuat kerja sama antar kedua gereja GMIT dan UCA untuk berjalan bersama-sama. Hubungan kedua gereja sudah berlangsung lama bahkan sebelum GMIT lahir (red. 1947) melalui kerja sama badan-badan misi yang mengirim misionaris maupun program-program di berbagai bidang termasuk pengembangan pertanian di GMIT,” demikian pernyataan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon usai penandatanganan.

Beberapa hal penting dari 8 (delapan) butir kesepakatan dalam MoU tersebut antara lain bahwa: kedua gereja saling bertukar informasi pelayanan dan isu-isu teologis, saling menerima dan melayani warga gereja baik warga GMIT di UCA maupun sebaliknya, mendukung proyek terjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah, mendorong sinode-sinode UCA memungkinkan pendeta-pendeta GMIT yang memiliki reputasi baik untuk melayani di UCA dan kesepakatan untuk tidak akan membangun gereja di masing-masing negara melainkan mendorong anggota-anggota gereja GMIT dan UCA untuk menjadi anggota dari gereja mitra.

President UCA, Mr. Stuart McMillan pada kesempatan ini mengatakan bahwa kerja sama antar kedua gereja telah berlangsung sejak masa Pdt. Icha Frans di mana UCA terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat NTT di bidang pertanian. Sebaliknya, GMIT juga mengirim salah satu pendetanya Pdt. Thresy Mauboy Wohangara melayani di UCA. Ia berharap kerjasama antar kedua gereja terus bertumbuh dan makin matang di masa mendatang.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *