GMKI Rayakan Dies Natalis ke-68

Suasana setelah ibadah pada Dies Natalis ke-68 GMKI Cabang Kupang. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Nicolas Lumba Kaana, M.Th.
Ibadah bersama pada Dies Natalis ke-68 GMKI Cabang Kupang

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Jumat, 9/2-2018 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) merayakan dies natalis ke-68. GMKI cabang Kupang menandai momentum bersejarah ini dengan mengadakan ibadah bersama dipimpin Pdt. Nicolas Lumba Kaana, M.Th.

Dalam khotbahnya Pdt. Nico mengatakan saat ini GMKI dibutuhkan kontribusinya dalam  isu-isu sosial di tengah masyarakat, terutama berdiri bersama kaum yang menderita dan tertindas, sebagaimana simbol salib yang menjadi logo gerakan ini.

Menyinggung Pilkada 2018 ia meminta seluruh keluarga besar GMKI agar menjadi agen  pendidikan politik bagi masyarakat daripada menjadi agen kandidat tertentu. Hal ini penting agar tidak terjadi persaingan dan konflik antar kelompok sebagaimana terjadi antara komunitas Paulus, Apolos dan Kefas di dalam jemaat Korintus.

Sementara itu Ketua Umum GMKI, Sahat Martin Sinurat dalam pidatonya yang dibacakan Ketua GMKI cabang Kupang, Christo Kolimo, meminta semua anggota GMKI agar menjadi agen perubahan.

“Setiap anggota GMKI harus selalu menjadi pelopor perdamaian dan persekutuan di tengah gereja, bangsa dan negara sekaligus menjadi yang terdepan dalam menyampaikan suara kenabian .”

Mengutip Berthold Brecth, ia menyerukan agar pemuda tidak boleh golput dalam pilkada serentak 2018 karena golput berarti memilih untuk tidak mau tahu dengan masa depan diri sendiri dan masa depan orang banyak.

“Golput adalah juga sebuah pilihan politik, namun perlu diperhatikan apa yang dikatakan Berthold Brecth, “Buta yang terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multi nasional yang menguras kekayaan negeri.”

Dies natalis GMKI kali ini mengusung tema: “Berdamailah Dengan Semua Ciptaan” dan sub tema: ”Membudayakan Hidup Damai dan Adil Dalam Membangun Relasi dengan Semus Ciptaan Sebagai Wujud Persaudaraan di Negara Pancasila”.

Acara yang dimulai pukul 19:00 di jemaat Galed GMIT Galed Kelapa-Lima, dihadiri ratusan anggota dan  para senior GMKI cabang Kupang. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *