HERMAN HERY: “SAYA INGIN SEKOLAH GMIT JADI BERKAT”

Kupang,  www.sinodegmit.or.id, Herman Hery, salah satu warga GMIT yang berprofesi sebagai pengusaha sekaligus anggota komisi III DPR RI, menyatakan komitmennya  mendukung sekolah-sekolah GMIT. Pernyataan dukungan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dengan Majelis Sinode Harian (MSH) GMIT, Kamis, 9/11-2017 di kantor MS GMIT.

“Sumbangan saya untuk GMIT adalah persembahan untuk Tuhan. Apa yang saya lakukan ini semacam satu  ketukan untuk semua pihak. Sebab kalau bukan kita yang membantu siapa lagi. Mudah-mudahan dengan apa yang saya lakukan ini ada banyak anak-anak GMIT lain bisa ikut ambil bagian dalam pelayanan ke depan.” jelasnya.

Selaku politisi ia menegaskan sumbangan itu tidak ada kaitan dengan agenda politik. Melainkan semata-mata merupakan wujud tanggung jawab imannya sebagai warga gereja yang lahir dan dibesarkan di GMIT.

“Tentu nama Herman Hery dengan segala hingar bingar politiknya  akan membuat banyak orang curiga jangan-jangan…, padahal jujur saya mau katakan, saya menyerahkan 1 milyar itu seperti seorang anak kecil menyerahkan kepada Tuhan Yesus 5 roti dan 2 ikan. Hanya itu bekalnya. Dengan kepolosan dan ketulusan hati dia serahkan kepada Tuhan untuk diberkati dan itu menjadi berkat  bagi semua orang. Jadi motivasi saya menyerahkan itu sebagai persembahan untuk Tuhan  dan supaya dunia pendidikan GMIT ini bisa menjadi berkat bagi semua anak NTT. Jadi tidak ada kaitan macam-macam. Tidak ada urusan dengan politik,” tegasnya.

Ketua MS GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih atas dukungan semua warga GMIT yang prihatin dengan kondisi sekolah-sekolah GMIT dan berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan masyarakat NTT melalui bidang pendidikan.

“Kami berterima kasih kepada Tuhan bahwa ada pemahaman yang baik seperti yang Pak Herman Hery katakan, “kita melakukan ini seperti anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan untuk diberkati dan menjadi berkat.” Itu sebuah statemen teologis yang kuat bahwa GMIT ini milik bersama dan sebagai warga GMIT kami melihat ini juga sebagai tanggung jawab bersama. Kami cukup terharu, pada penggalangan dana  di Jakarta dan Kupang, masing-masing orang membawa sesuai kerelaan dan kemampuannya, dari 10 ribu, 50 ribu, 100 ribu sampai 1 milyar. Bagi kami bukan besarannya, tapi bagaimana masing-masing orang menanggapi panggilan itu dan mau memberi diri terlibat dalam tarian bersama,” kata Pdt. Mery.

Ketua MS GMIT juga menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari kegiatan “Mama GMIT Panggil Pulang peduli Pendidikan” sebesar Rp. 2.080.000.000,- diharapkan akan menjadi dunamis (kekuatan) yang berdampak bagi sekolah-sekolah GMIT. Ia bahkan  mempertegas pernyataan Herman Hery bahwa sumbangan tersebut tidak ada sangkut paut dengan kepentingan politik.

“Kami berterima kasih, Pak Herman katakan, saya memberi sebagai warga GMIT, sebagai anggota dalam persekutuan tubuh Kristus, dan berhati-hati untuk kemudian tidak ditafsirkan sebagai alat politik dan kita sama-sama menjaga komitmen itu,” tandas Pdt. Mery lagi.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekteraris Majelis Sinode Harian (MSH) GMIT ini, Herman Hery didampingi Winston Rondo selaku ketua panitia pelaksana HUT 70 GMIT, sekretaris panitia, Elfrid Saneh serta tiga orang MSH GMIT lainnya, Pdt. Yusuf Nakmofa, Pdt. Agustina Litelnoni dan Pdt. Marselintje Ay-Touselak. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *