Hukuman Adalah Tanda Kasih – Yeremia 21:1-10

Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. (Matius  12:7)

Bagi orang pada masa itu, rasanya aneh karena Yeremia tampil untuk melemahkan semangat tentara Israel yang bersiap menghadang musuh yang hendak memerangi mereka. Secara logis pantas saja Yeremia dihukum raja karena ia bertindak membela musuh. Ia bisa saja dianggap sebagai kaki tangan musuh. Akan tetapi Yeremia harus menanggung resiko karena melakukan kehendak Allah. Allah telah mengambil keputusan untuk menghukum umat Allah.

Tindakan Allah untuk menghukum Yehuda dengan pembuangan ke Babel adalah tindakan yang tepat supaya dimungkinkan di Babel keselamatan terjadi. Ada karya penyelamatan besar yang sedang Allah kerjakan di dalam bentuk penghukuman atas umat Allah. Pertama, supaya terjadi keselamatan bagi Yehuda yakni melalui penderitaan sebagai budak di Babel, mereka orang-orang Yehuda bertobat dan hanya menyembah Allah saja.

Kedua, keselamatan juga mau Allah nyatakan bagi Babel dan seluruh bangsa. Pada waktu itu kerajaan Babel adalah kerajaan terbesar dengan daerah jajahan paling banyak. Dengan kehadiran bangsa Yehuda di Babel, ada rencana penyelamatan yang ingin Allah kerjakan. Melalui kehadiran umat Allah di Babel, diharapkan pola hidup umat Allah menjadi teladan bagi bangsa Babel dan semua orang. Apalagi Babel bisa dikatakan adalah pusat dunia pada waktu itu sehingga semua bangsa setiap hari keluar masuk Babel. Ditambah dengan banyak juga bangsa-bangsa lain selain Yehuda yang dijadikan budak oleh Babel.

Nubuatan-nubuatan para nabi, termasuk Yeremia memberikan penegasan bahwa pembuangan ke Babel dikarenakan kejahatan umat Allah sehingga Allah menghukum mereka tapi saat kita melihat lebih jauh ke dalam penghukuman itu, ternyata Allah punya rencana penyelamatan di balik penghukuman. Kasih Allah dibungkus dalam hal yang dikira manusia sebagai penghukuman. Kasih Allah selalu jauh lebih besar daripada kemarahan dan penghukuman Allah.

Saudara, terkadang saat ditimpa masalah dan kita berdoa lalu kita mengambil kesimpulan bahwa masalah adalah bentuk penghukuman Allah akibat kesalahan-kesalahan kita. Memang kita manusia berdosa yang pantas dihukum Allah. Memang terkadang Allah menghukum manusia akan tetapi ada kasih yang besar di balik setiap penghukuman Allah. Ia tidak pernah bermaksud membuat kita menderita dan sengsara sebagai pembalasan atas kesalahan kita. Ia mau menyelamatkan kita lewat berbagai hal yang kita alami, termasuk penghukuman dan derita.

Pengalaman umat Allah adalah kisah tentang kasih Allah yang tak terbatas. Allah selalu punya rencana yang baik. Saat rencana baik itu Allah laksanakan, kita menjadi susah, menangis dan berduka karena kita tidak melihat lebih jauh apa bentuk kasih yang sedang Allah nyatakan. Hal yang pasti adalah Allah kita penuh kasih maka apapun yang Ia lakukan karena kasih. Tugas kita adalah menemukan kasih itu.

Wise Words : Memahami kasih Allah adalah menerima bahwa apapaun yang Ia beri adalah baik adanya. (LM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.