Jemaat GMIT Kota Baru Gelar Pesparawi Anak se-Daratan Timor

 

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Memperingai Hari Ulang Tahun ke 30, Jemaat GMIT Kota Baru Kupang menggelar Pesta Paduan Suara Anak (Pesparawi) se-daratan Timor. Kebaktian pembukaan dilaksanakan pada Sabtu, (12/1-2019) pukul 10.00 dipimpin Pdt. Bobie Mengi, Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) Majelis Sinode GMIT.

Dalam khotbahnya Pdt. Bobie mengatakan bahwa bernyanyi pada Pesparawi bukan urusan kalah atau menang, melainkan bagaimana memotivasi diri sendiri untuk tekun berlatih dan mempersembahkan suara terbaik bagi Tuhan.

“Lomba menyanyi bukan untuk yang satu kasi kalah yang lain, melainkan memotivasi diri kita sendiri untuk bersemangat dalam belajar dan berlatih sehingga kita bisa menyanyi dengan cara terbaik yang kita bisa untuk kemuliaan Tuhan,” ujar Pdt. Bobie

Ia juga mengingatkan seluruh jemaat terutama para official, pelatih dan pendeta jemaat yang mengutus peserta agar menjunjung tinggi sportifitas dengan tidak merusak sukacita anak-anak yang berlomba.

“Kita musti menyamakan pikiran, karena biasanya masalah-masalah yang muncul dalam Pesparawi bukan berasal dari anak-anak. Anak-anak itu enjoy saja. Biar kalah dong tetap ba kawan dengan gembira. Tetapi yang tidak enak itu kita yang official, pelatih dan pendeta jemaat yang mengutus dan seterusnya. Saya rasa kita semua yang hadir saat ini tidak akan merusak kegembiraan anak-anak dengan keinginan-keinginan kita orang dewasa untuk menang atau kalah,” pesan Pdt. Bobie.

Menegaskan hal tersebut, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon yang menyampaikan suara gembala pada kesempatan ini mengatakan prinsip utama pesta dalam budaya orang Timor adalah kegembiraan. Karena itu Pesta Paduan Suara Anak pada event ini harus dimaknai dalam semangat kegembiraan tersebut bukan urusan kalah atau menang.

“Kalau orang NTT pergi pesta dong lupa dong pung susah, dong pake dong pung baju terbaik. Biar di rumah hidup susah tapi kalau ke pesta dong akan bahodeng orang Kupang bilang. Mari kita berpesta untuk kemuliaan Tuhan. Kalah dan menang bukan urusan, karena kotong datang pesta bukan cari siapa yang pakai baju paling bagus tapi pesta gerejawi untuk memuliakan Tuhan.”

Aida Swenson Simanjuntak, Foto: wanto/infokomgmit

Ketua dewan juri dalam Pesparawi ini adalah Aida Swenson Simanjuntak, Direktur Eksekutif Nusantara Chamber Orchestra dan Penasehat Yamuger (Yayasan Musik Gereja). Aida adalah Putri dari Alfred Simanjuntak, pencipta lagu nasional “Bangun Pemuda Pemudi”.

Pesparawi Anak berlangsung selama 3 hari diikuti oleh 16 peserta antara lain: PS Anak (PSA) Jemaat Imanuel Oesao, Jemaat Oemathonis-Nait, Trio Cantare Gereja Katolik Santa Maria Asumpta, Jemaat Gloria Kayu Putih, Jemaat Ora Et Labora Oesapa, Jemaat Kaisarea BTN, Jemaat Siloam Batuna, Jemaat Bukit Karang Manutapen, Jemaat Nekaf Mese Naioni, Jemaat Koinonia Kuanino, Jemata Alfa Omega Labat, Jemaat Rehobot Bakunase, Jemaat Maranatha Baun, Jemaat Saukibe Amfoang Utara dan Jemaat Sonhalan Niki-Niki.

Panitia menyiapkan hadiah untuk 10 pemenang lomba masing-masing: Juara 1 sebesar: 15 Juta, juara 2: 12,5 juta, juara 3: 10 juta, juara 4: 7,5 juta, juara 5: 5 juta dan dirigen terbaik mendapat 1 juta rupiah.

Selain menggelar lomba, kegiatan diisi juga dengan workshop bagi para pelatih PS oleh Aida Swenson Simanjuntak pada Minggu (13/1). Final akan berlangsung pada Senin (14/1) pukul 18.00 diikuti oleh 12 tim.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten III Provinsi NTT, Stef Ratu Udju, mewakili Gubernur NTT. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.