KAUM BAPAK SINODE GMIT MENGGELAR MUSPEL PERTAMA

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Dari sekian unit pelayanan dalam struktur kemajelisan GMIT,  unit kaum bapaklah yang paling sulit berkembang. Namun, di tahun 2017 bertepatan dengan momentum HUT 70 GMIT, kategorial ini menunjukkan geliatnya dengan menyelenggarakan Musyawarah Pelayanan (Muspel) untuk pertama kalinya.

Muspel lingkup sinodal ini berlangsung di jemaat GMIT Paulus-Kupang, 2-4 November 2017, melibatkan sekitar 300 orang dari 46 klasis di GMIT. Muspel diawali dengan kebaktian pembukaan dipimpin oleh Pdt. Eleanora Manu-Nalle.

Ketua panitia penyelenggara Muspel, Ir. Zet Malelak, dalam laporannya mengatakan tujuan dari Muspel ini adalah: pertama, Membangun mekanisme dan sistem jaringan kerja sama di lingkup jemaat, klasis dan sinode. Kedua, merumuskan program kerja kaum bapak periode 2017-2019 dan ketiga, memilih pengurus kaum bapak lingkup sinode periode 2017-2019.

Melalui Muspel ini juga kata, Malelak, kaum bapak akan dibekali dengan sejumlah pengetahuan di bidang politik, ekonomi dan lain-lain. “Kita mau kaum bapak GMIT bukan hanya melayani anak dan istri di rumah, atau di gereja saja, tapi juga harus tahu berpolitik, ekonomi, filsafat, sehingga kuat menghadapi perubahan zaman. Itu tema-tema yang akan diturunkan dalam diskusi-diskusi dalam Muspel 3 hari ini.”

Acara pembukaan Muspel ini juga dihadiri Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni. Dalam sambutannya walikota kupang mengharapkan kaum bapak GMIT dapat menjadi perintis gerakan pembaharuan dalam semua aspek kehidupan jemaat dan masyarakat NTT khususnya di Kota Kupang serta mencapai kesepahaman dalam melaksanakan berbagai kegiatan dalam lingkup kaum bapak GMIT terutama menjadi saksi Kristus melalui sikap teladan yang baik dalam keluarga dan masyarakat.

Riwu Kore juga meminta kaum Bapak di Kota Kupang untuk membantu pemerintah kota terkait pembenahan kota. “Pemerintah kota saat ini sangat membutuhkan bantuan dari bapak-bapak semua. Sebagai pimpinan daerah saya menghimbau kaum bapak untuk membantu pemkot dalam 3 hal: Pertama, bantulah Pemkot untuk menanam pohon. Kedua, menanam air di setiap rumah karena saat ini Kota Kupang kekurangan air. Ketiga, terlibat dalam kebersihan lingkungan.”

Beberapa akademisi yang diundang menyampaikan materi dalam muspel ini antara lain: Prof. Dr. Fred Benu (Peran kaum bapak dalam pengembangan pendidikan), Dr. L. Riwu Kaho (Peran kaum bapak dalam merawat ekosistem lingkungan), Robert Fanggidae (Peran Kaum bapak dalam pengembangan ekonomi jemaat), Ir. Rodialek Pollo (Peran kaum bapak dalam adaptasi perubahan iklim), Dr. Toni Basuki (peran kaum bapak dalam ketahanan pangan).***

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *