Kunjungi MS GMIT, Kapolda NTT Angkat Isu Bunuh Diri dan Kekerasan Perempuan & Anak 

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif bertemu Majelis Sinode GMIT, Selasa, (13/10), pukul 10.00 WIT. Dakam kunjungan ini Kapolda NTT mengangkat isu kekerasan perempuan dan anak serta bunuh diri sebagai isu yang perlu ditangani bersama-sama mengingat angka kasusnya makin meningkat di NTT.

“Menurut data pada kami, kasus-kasus yang menjadi perhatian dan harus ada langkah atau aksi konkret adalah masalah tingginya angka kekerasan perempuan dan anak dan bunuh diri,” jelas Latif.

Sebagaimana dilansir HU Pos Kupang, (4/10), data kekerasan terhadap perempuan di wilayah hukum Polda NTT melonjak pada tiga tahun terakhir. Tahun 2018 tercatat 637 kasus, 2019 sebanyak 721 kasus dan hingga Agustus 2020 jumlah kasus yang ditangani sebanyak 414 kasus.

Untuk itu, lanjut Kapolda, salah satu upaya pencegahan yang sedang dikampanyekan Polda NTT melalui Women Care Day, yakni pelayanan SIM bagi kaum perempuan setiap hari Sabtu. Program ini diharapkan menjadi edukasi sekaligus wujud keberpihakan Polri khususnya Polda NTT pada harkat dan martabat perempuan.

Sedangkan terkait tingginya angka bunuh diri di NTT belakangan ini, Kapolda NTT mengungkapkan bahwa kebanyakan tindakan pelaku bukan semata-mata dilatarbelakangi faktor ekonomi tetapi lebih pada kesehatan mental. Karena itu ia mengharapkan peran gereja dan agama-agama pada umumnya untuk meningkatkan kualitas iman umat.

Menanggapi dua isu tersebut Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, mengemukakan bahwa GMIT telah ambil bagian dalam mengatasi tindak kekerasan berbasis gender. Wujud konkretnya ada beberapa bentuk antara lain, GMIT mendirikan ”Rumah Harapan”, katekisasi pra nikah, bulan keluarga dan perayaan Hari Pasutri.

“Tindakan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak kami lihat sebagai hal yang penting sehingga di GMIT kami mendirikan “Rumah Harapan GMIT”, sebagai shelter untuk korban kekerasan. Sering juga bekerja sama dengan unit di Polres dan Polda. Selain itu pada setiap Oktober, kami sebut Bulan Keluarga dimana khotbah-khotbah seluruhnya fokus pada bagaimana mengasuh kehidupan keluarga yang adil dan setara. Termasuk nanti pada tanggal 17 Oktober ada perayaan Hari Pasutri guna mengingatkan kembali ikatan cinta kasih di antara suami istri dan bagaiman komitmen mereka.”

Sementara terkait kasus bunuh diri, Ketua MS GMIT membenarkan adanya peningkatan kasus, karena itu dibutuhkan kajian mendalam untuk langkah-langkah penanganan. Selain itu, Pdt. Mery juga meminta perhatian Polda NTT untuk isu perdagangan orang, judi dan covid-19.

Pertemuan ini berlangsung sekitar 30 menit dan diakhiri dengan pemberian cinderamata.  ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.