MAJELIS SINODE GMIT KUNJUNGAN SILATURAHMI IDULFITRI

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Perayaan Idulfitri yang jatuh pada hari Minggu, 25/06-2017 menjadi hari penuh makna bagi upaya membangunan kerukanan antar pimpinan dan umat beragama di NTT. Setidaknya bagi Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon, perayaan ini menjadi momentum yang penting dalam rangka memperkuat silatuhmi tidak hanya antar pemimpin tetapi juga umat beragama di Indonesia khususnya di NTT.

Atas dasar itu Ketua Majelis Sinode GMIT pada perayaan Idulfitri kali ini meluangkan waktu melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pimpinan daerah baik sipil maupun militer. Sejak pagi pukul 10:00 wita Pdt. Dr. Mery Kolimon tampak menghadiri undangan dan turut memberi sambutan dalam acara open house di kediaman ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno.

Pada kesempatan itu selain menyampaikan ucapan Idulfitrikepada umat Muslim mewakili pimpinan umat beragama di NTT, Pdt. Mery Kolimon mengemukakan bahwa umat Kristen, khususnya GMIT, memberi penghargaan yang tinggi atas seluruh ikhtiar dan nilai-nilai dalam agama-agama yang bisa dikembangkan dalam kehidupan berbangsa. Perayaan keagamaan dan semua bakti dan kebijakan-kebijakan agama sejatinya mesti menjadi dasar yang kokoh untuk membangun hidup cinta damai, toleransi, dan harmoni dalam masyarakat yang majemuk di Indonesia. Masing-masing agama dengan kebaikan baktinya pastilah dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa ini, asal saja kita tidak terjebak dalam sikap eksklusif yang menegasikan mereka yang berbeda, dan sebaliknya kita mesti konsisten membuka tafsir-tafsir keagamaan dan kemanusiaan yang inklusif mengenai rahmat Allah bagi semua.

“Kiranya kemenangan melawan diri selama puasa sebulan penuh membuahkan kemenangan-kemenangan berikut dalam hidup bersama: kemenangan melawan kemiskinan, kemanangan melawan roh perselisihan, perpecahan dan kekerasan, kemenangan melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kemenangan dalam ibadah itu membawa pada kemenangan bersama untuk membawa Indonesia, membawa NTT ke gerbang adil dan makmur. Dalam tradisi Kristen, bagian dari doa yang Yesus ajarkan adalah: “Lepaskanlah kami pada yang jahat. Kejahatan itu bias berasal dari luar diri, namun kejahatan itu juga adalah kejahatan di dalam diri. Doa setiap umat percaya setiap saat mestinya adalah agar kita dilepaskan dari kecenderungan-kecenderungan destruktif di dalam diri masing-masing,” demikian refleksi dan Pdt. Mery Kolimon.

Pada acara yang juga dihadiri gubernur NTT dan pimpinan-pimpinan daerah sipil dan militer ini, ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, selaku pribadi Muslim maupun pimpinan DPRD, mengatakan bahwa acara silahturahmi yang baru pertama kali diadakan ini sengaja diciptakan guna  membangun silahturahmi yang lebih kuat di antara umat lintas agama dalam rangka hari raya Idulfitri.

Dikatakannya bahwa di tengah-tengah pergumulan bangsa yang sedang menghadapi radikalisme yang makin menguat ada kebutuhan di kalangan umat Muslim untuk membangun saling pemahaman yang kuat dengan komunitas-komunitas lain di Indoensia dalam rangka  menjaga NKRI dan komitmen bersama bagi  tegak Pancasila.

Usai menghadiri acara silaturahmi di kediaman ketua DPRD NTT, Pdt. Dr. Mery Kolimon bersama sejumlah pendeta GMIT antara lain Wakil Sekretaris MS GMIT, Pdt. M. Ay-Touselak, Pdt. Dr. Mesakh Dethan, Pdt. Dina Dethan-Penpada, Pdt. Emmy Sahertian, Pdt. Ina Bara-Pa dan anggota majleis sinode GMIT Pnt. Robert Fanggidae berkeliling mengunjungi dan menyampaikan selamat Idulfitri di kediaman ketua MUI Kupang, Abdul Kadir Makarim, Danrem 161 Wirasakti Kupang Brigjend. TNI Teguh Muji Angkasa dan Kapolda NTT, Brigjen Pol.Drs.Agung Sabar Santoso.

Dalam acara santap bersama di kediaman Danrem 161 sempat berlangsung percakapan hangat antara Pdt. Mery Kolimon dan rombongan GMIT dengan Ny. Erni Teguh, istri BrigjenTNI Teguh Muji Angkasa. Mewakili Persatuan Istri Prajurit (PERSIT) Ny. Erni menawarkan kerjasama dengan perempuan GMIT terkait penguatan psikologis bagi calon ibu-ibu dalam mempersiapkan kehamilan dan merawat pertumbuhan bayi-balita. Tawaran ini disambut baik ketua majelis sinode GMIT yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan konkret.

Mengakhiri seluruh rangkaian kunjungan ke berbagai pihak tersebut di atas, Ketua Majelis Sinode GMIT berharap silahturahi di hari raya ini tidak hanya terjadi di antara pimpinan-pimpinan daerah, sipil maupun militer tetapi juga turut menjadi gerakan kultural yang mengalir di kalangan umat yang dapat meningkatkan tenggang rasa dan mengurangi rasa curiga  satu dengan yang lain.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *