MEMAHAMI DAN MEMAKNAI LAGI MASA ADVEN

Sudah banyak ulasan tentang Masa Adven. Namun untuk penyegaran lagi maka saya merilis kembali tulisan yang pernah saya muat di Warta Jemaat Kota Baru dan Maranatha dengan tajuk di atas.

  1. PENGERTIAN

Kata ‘adven(t)’ berasal dari kata Latin ‘adventus’ yang berarti kedatangan. Kata latin Adventus kira-kira sama artinya dengan kata Yunani’ Epidemia” artinya kedatangan ilah (dewa) ke daerah kultusnya. Kata Epidemia ini sering dipakai dalam arti yang sama dengan “ Epiphaneia” atau Theophaneia.  Maka  ‘masa adven’ berarti masa untuk menunggu kedatangan Tuhan Yesus.

Masa adven berlangsung selama 4 minggu, yakni dari Minggu Adven I sampai dengan Minggu Adven IV. Umumnya dihitung dari tanggal 28 bulan Nopember jika tanggal itu bertepatan dengan hari minggu.

2.SEJARAH  MASA ADVEN

Sesungguhnya masa adven adalah masa untuk berpuasa, sebagai persiapan diri menjelang kedatangan Yesus Kristus. Meskipun sering dimaknai sebagai penantian akan kedatangan Yesus Kristus sebagai seorang bayi pada malam Natal, namun bacaan-bacaan Alkitab pada masa ini memuat tema eskatologi–penantian akan kedatangan Yesus Kristus kembali (parousia)—maaf,tidak dikenal frase kedatangan kedua,melainkan kedatangan kembali— pada akhir zaman, ketika “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya” (Yesaya 11:6) dan ketika Allah telah “menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah” (Magnificat, Lukas 1:52)–khususnya pada paruh pertama masa tersebut.

`Adventus dalam bentuk awalnya, dirayakan di Perancis oleh gereja Timur (dhi gereja Orthodox). Di saat itu  Masa Adven dirayakan sebagai  masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari.

Pada tahun 380-381, Konsili lokal Saragossa-Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa masa Adven dimulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal. Pada masa Adven itu  umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris.

Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan. Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. The Gelasian Sacramentary, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Praktek adven semakin melembaga sejak abad ke 7, yakni pada saat Paus Gregorius Agung berkuasa (590-604). Adven ditetapkan berlangsung selama 4 minggu dan diisi dengan puasaSekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja.

Pembagian Masa Adven

Masa Adven dirayakan dalam 4 hari minggu berturut-turut.

Adven I bisa dimulai pada tg.28 November jika tgl itu jatuh pada hari minggu hingga 16 Desember menekankan aspek eskatologis yang mengarahkan pandangan kepada kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai hakim.

Lalu mulai 17 Desember hingga 24 Desember tema bacaan lebih mengarah kepada penantian kelahiran Yesus, sebagai anak Allah yang lahir di kandang.

  1. TRADISI ADVEN

Pada awalnya tradisi adven sebenarnya tidak berasal dari Gereja Katolik Roma, tetapi merupakan tradisi Gereja Timur  (Gereja Orthodox) untuk mempersiapkan  Epifani, yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Pada peristiwa tersebut kanak-kanak Yesus dikunjungi oleh orang majus dari timur. Bagi Gereja Timur tanggal 6 Januari adalah HR  Natal. Maka mereka merayakannya secara meriah. Tapi gereja  Katolik kemudian dianut juga gereja Kristen protestan  menghayati masa adven dengan melakukan ibadat bersama dan puasa.

Selain itu juga mulai diciptakan simbol-simbol yang disebut dengan Korona Adven (lingkaran Adven). Kebiasaan membuat Korona Adven berasal dari Eropa Utara, khususnya dari Skandinavia. Korona/ Krans Adven, rangkaian dedaunan hijau berbentuk lingkaran dengan empat batang lilin. Meskipun maksud utama dari krans adven adalah sebagai penanda berjalannya waktu, banyak gereja memaknai tiap lilin dengan tema-tema khusus, seperti ‘HARAPAN’, ‘IMAN’, ‘SUKA-CITA’, DAN ‘KASIH’. Untuk memmaknainya maka lilin-lilin itu diberi warna khusus yaitu warna ungu dan merah muda. Warna: Ungu,  dalam beberapa tradisi. Kecuali pada hari Minggu ke-3 dalam masa Adven, yang juga disebut sebagai Hari Minggu Gaudete, member makna sukacita, di beberapa tempat digunakan warna merah muda.

Meskipun ritus Katolik Romawi menghapus “Gloria in Excelsis” dalam ibadah adven/misa-misa selama masa adven (tidak seperti Misa untuk hari-hari raya), hanya ada Gradual tanpa “Alleluia”, yang diganti dengan Maranatha.

  1. MAKNA KORONA ADVEN.

Apa makna dari Korona Adven tersebut? Korona Adven adalah symbol yang mau menunjukkan pesan-pesan tertentu, yakni:

  1. Lingkaran.

Korona Adven berbentuk suatu lingkaran. Lingkaran adalah suatu bentuk tanpa awal dan akhir. Lingkaran ini melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir. Kita juga diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat ikut mengambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga.

  1. Daun tumbuhan hijau.  Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar—bukan bunga plastik.

Hal ini menunjuk  kepada Yesus  Kristus yang datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Warna daun tumbuhan hijau merupakan symbol pengharapan. Selain itu juga dipilih daun pinus atau cemara yang tidak kunjung putus. Warna hijau juga melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Yesus Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tahan pada bermacam-macam musim. Daun cemara tidak rontok dan tetap hijau pada musim gugur dan musim dingin. Ungkapan pengharapan yang tanpa akhir bagi kita.

  1. Tiga batang lilin berwarna ungudan satu lilin berwarna merah muda.

Warna ungu melambangkan tobat, keprihatinan, matiraga atau berkabung, persiapan dan kurban. Warna ungu pun  dipakai pada masa minggu sengsara Yesus Kristus/  Prapaskah. Bahkan  tidak hanya untuk warna lilin, tetapi juga pakaian liturgi  lain. Warna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Selain itu warna merah juga merupakan tanda cinta kasih.

  1. Makna Lilin.

Lilin juga sebagai simbol terang. Terang itu sendiri melambangkan Yesus Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin (setiap minggu hanya satu lilin) menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Yesus Kristus. Persiapan, kerinduan dan harapan kita tidak terjadi serta merta, tetapi tahap demi tahap. Kerinduan kita yang semakin besar akan Yesus yang datang sebagai Terang Dunia, dilambangkan dengan menyalakan lilin satu demi satu. Penyalaan lilin secara bertahap ini rupanya juga dipengaruhi oleh tradisi Yahudi, khususnya pentahbisan Bait Allah (Hanukkah). Pesta Hanukkah dirayakan selama delapan hari. Delapan lilin dinyalakan satu per satu setiap hari hingga genap delapan lilin pada hari ke delapan. Jumlah lilin ada 4 batang mengungkapkan lama masa adven berlangsung, yakni 4 minggu .

  1. NATAL DIRAYAKAN PADA HARI NATAL, BUKAN PADA MASA ADVEN.

Gereja Timur berpusat di Konstatinopel dan Gereja Barat di Roma Italia sejalan dalam perayaan Natal justru pada hari Natal, walau tanggalnya berbeda. Gereja Timur pada 6 Januari dengan masa adven hingga Epifania (40 hari puasa), sedangkan gereja Barat ( Roma Katholik) pada tgl 25 Desember setelah puasa pada minggu Adven.   Kecuali  Korona Adven, Gereja Katolik pada masa Adven  tidak mengumandangkan madah kemuliaan atau Gloria in exelcis ; madah yang berkaitan dengan nyanyian para malaikat saat kelahiran Yesus, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2, 14). Madah ini pun baru akan dikidungkan pada saat Natal. Maka juga tidak tepat kalau gereja Kristen  merayakan Natal pada masa adven.

5.MAKNA PERAYAAN ADVENT DALAM LITURGI .

Sesungguhnya masa Adven adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai hakim di hari Maranatha dan sekaligus mempersiapkan Natal (kisah kelahiran Yesus) atau Epifania (kisah awal pelayanan Yesus). Makna Natal dan Epifania tersebut mengandung arti eschatology, di mana gereja-gereja mengungkapkan kerinduannya akan kedatangan Tuhan pada masa Adven dan kesiapannya menyambut Natal. Minggu Adven pertama ditetapkan gereja menjadi awal tahun liturgi, dan pada umumnya pembacaan Alkitab terdiri dari tiga bagian, yaitu: Perjanjian Lama, surat-surat kiriman atau Surat Rasuli dan Injil. Leksionari (daftar bacaan alkitab: Mingguan, bulanan, Tahunan) menyusun rangkaian penantian pada masa empat Minggu Adven diserta peragaan lingkar adven atau krona advent untuk pemaknaan spiritual yang mendalam.

Tentang hiasan berupa lingkaran Adven/Krona Adven yitu lingkaran tumbuhan dedaunan hijau dan empat lilin yang terdiri dari 3 lilin ungu dan 1 lilin merah muda dan maknanya  sudah saya sampaikan di atas.

TEMA–TEMA PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN PADA MASA ADVEN.

Dr.J.L.Ch Abineno, dalam PEMBERITAAN FIRMAN PADA HARI RAJA-HARI RAJA GEREDJANI-BPK DJAKARTA 1970, sebenarnya sudah menolong kita untuk memaknai masa Adven dengan daftar bacaan Alkitab yang cukup lengkap. Namun untuk memudahkan kita maka saya sederhanakan lagi. Saya sadar bahwa ppenyederhanaan ini bisa berakibat pembacaan dan pemberitaan Adven menjadi kering kalau bukan dikatakan beku, tapi jika kebebasan memilih nas pun membawa bahaya lain yang condong ke kelatahan berujar tentang Adven.

Untuk lebih jelasnya, disini akan kita coba membahas thema-thema Adven dan sekaligus makna Adven selama empat Minggu:

Adven I : Adven pertama diisi dengan thema sikap gereja dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus KEMBALI  untuk membebaskan umat manusia.

  • Pembacaan Alkitab dari Perjanjian Lamadiambil dari: Kitab Yesaya, tentang kerajaan Mesianis pembawa damai yang akan menghimpun umatNya, (Yesaya 2: 1-5); Kemurkaan Allah sebab umat berdosa (Yesaya 64: 1-9).
    Mesias (Bhs Yunani,Christos yang artinya diurapi ) itu berasal dari garis keturunan Daud untuk melaksanakan keadilanNya (Yer 33: 14-16,).
  • Apabila pembacaan Alkitab diambil dari Surat Rasuli diambil dari: Roma 13: 11-14 yaitu tentang saatNya telah tiba untuk bangun dari tidur, sebab itu telah dekat 1 Kor 1: 3-9, tentang “tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sambil menantikan penyataan Tuhan,1 Tesalonika 3: 9-13, tentang semakin dekatnya masa penantian itu dan memelihara hidup kudus,
  • Dan apabila pembacaan diambil dari kitab Injil, yang dibacakan adalah: Mat 24: 36-44, tentang berjaga-jaga akan kedatangan Tuhan kembali: Mat 24: 36-44, Markus 13: 24-37 (khotbah pada minggu Adven I) danLukas 21: 25 – 36. Semuanya tentang berjaga-jaga sebab kamu tidak tahu saat hari penghakiman.

Adven II : Thema utama pada Adven kedua ialah pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa, seluruh umat manusia, sesuai dengan keadilanNya.

  • Berita itu disampaikan dari Perjanjian Lama. Yesaya 11:1-10 yaitu tentang berita keselamatan akan datang dari tunggal Isai, keadaan akan menjadi damai (SHALOM).  Berita itu akan dikongkretkan dengan bacaan Yesaya 40: 1-11 = khotbah pada Minggu Adven II Maleaki 3: 1-4, tentang berita kedatangan Tuhan yang disampaikan oleh utusanNya yakni tentang kembalinya umat Allah dari pembuangan sebagai wujud penyelamatan.
  • Apabila dari Surat-surat Rasuli, yang dibacakan adalah: Roma 15: 4-12 ; 2 Petrus 3: 8-15a Filipi 1:3-11 .
  • Dan apabila pembacaan Alkitab dari surat-surat Injil, maka bahan bacaan adalah :
    Matius 3: 1-12 ; Markus 1: 1-8; Luk 3: 1-6, semua ayat-ayat tersebut berisi tentang ajakan untuk bertobat.

Adven III : Minggu Adven ke tiga merupakan ajakan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. KedatanganNya tidak sejajar dengan kelahiranNya, namun dapat dilihat sebagai kedatanganNya kembali.

  • Pembacaan dari kitab Perjanjian Lama, yaitu: Yesaya 35: 1-10, yaitu tentang berita pembebasan yang disambut dengan sorak sorai. Yesaya 61 1-4, 8-11, yakni mempertegas sukaria pada tahun pembebasan dan tahun rahmat. Zefanya 3: 14-20, tentang pembebasan kini telah tiba dan tak ada lagi cela atas umat.
  • Pembacaan dari Kitab Rasuli, maka bacaan adalah Yakobus 5:7-10, yaitu tentang sikap umat yang harus menanti dengan sabar. 1 Tessalonika 5:16-24, yaitu tentang doa, dan  Flp 4: 4-yaitu tentang damai sejahtera.
  • Pembacaan dari kitab Injil maka bahan bacaan dari : Mateus 11: 2-11, yaitu tentang penyataan Yohanes tentang Yesus sang Pembebas yang dinantikan. Yoh 1: 6-8, 19-28 (khotbah pada Minggu Adven III) yaitu tentang kesaksian Yohanes Pembaptis akan Yesus yang dinantikan. Luk 3: 7-18, yaitu tentang respon umat menyambut Tuhan dengan pekerjaan baik dalam tanggungjawab sosial dan moral.

Adven IV : Fokus kebaktian pada Minggu Adven keempat mengarah kepada kelahiran Tuhan di Betlehem

  • Para Nabi memberitakannya melalui pembacaan dari Perjanjian Lama, yaitu: Yesaya 7: 10-16 yaitu tentang seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. 2 Samuel 7: 1-11, 16, yaitu nubuatan tentang kerajaan akan pokok selamanya atas keluarga Daud. Mikha 5: 2-5a, yaitu tentang pengulangan janji secara lebih terfokus bahwa dari Betlehem akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Isral.
  • Pembacaan dari surat Rasuli maka bahan bacaan adalah :
    Roma 1: 1-7 yaitu anakNya yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud.
    Roma 16: 25-27 yaitu pengungkapan suatu rahasia pemberitaan tentang Yesus Kristus yang didiamkan secara berabad-abad,  Ibrani 10:5-10 yaitu ucapan Yesus sendiri :Aku datang untuk melakukan kehendakMu.
  • Pembacaan dari Perjanjian Lama dan surat-surat Rasuli berpuncak pada Injil yaitu:
    Mateus 1: 18-25 yaitu pemberitahuan tentang Kelahiran Yesus pada Yusuf.
    Lukas 1: 26-38 (khotbah pada Minggu Adven IV) dan  Lukas 1: 39-55.

Mari kita memasuki masa Adven dengan penuh kerinduan akan pertobatan hati dan budi. Sehingga kita semakin layak menyambut perayaan Natal, perayaan Sang Bayi Yesus di Palungan dengan senang,sukacita dan bermakna. Tanpa kerinduan dan pertobatan  maka kita bisa terjebak  pada kecenderungan/kecondongan untuk kehilangan sifat Adven  yang mula—mula sebagai masa persiapan untuk  menantikan kedatangaNya kembali di zaman akhir ( parousia) dan menyambut Natal dengan sukacita. Sayang kalau masa Adven  menjadi perayaan yang  sentimental  dan asal memenuhi kalender pelayanan kita. Persiapan hati yang kerdil akan berlanjut kepada  perayaan natal yang “diprofanisasi”,  disekularisasikan bahkan dikomersialisasikan sehingga Adven dan Natal mulai  kehilangan makna spiritualnya. Semoga menyegarkan. Tuhan memberkati.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *