Menjadi Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan – Yesaya 46:1-13

Pembacaan Alkitab : Yesaya 46:1-13

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. (Yesaya  46:4)

Menemui hari ulang tahun bagi sebagian orang adalah hal yang menyenangkan tapi bisa juga hal yang menggelisahkan. Sekalipun lagu panjang umur dinyanyikan dalam sukacita namun kenyataannya setiap kali usia bertambah adalah tanda bahwa umur dan waktu hidup semakin berkurang.

Saat menemui hari ulang tahun, seorang teman menjadi sangat gelisah karena merasa belum melakukan apa-apa, sementara ia dikejar oleh waktu yang semakin singkat. Saat hal itu diceritakan, saya menjadi kagum padanya sebab hanya mereka yang mau memanfaatkan waktu hidupnya dengan efisien yang akan menjadi gelisah. Hanya mereka yang mau mengisi waktu hidup dengan karya yang berdampak sebanyak mungkin, akan menjadi khawatir tentang apakah hidupnya sia-sia ataukah tidak.

Hidup yang Tuhan beri adalah hidup dengan batas. Manusia menghendaki kalau bisa mencapai umur yang panjang. Malahan panjang umur adalah tanda hidup yang diberkati. Setiap kali ada orang muda yang meninggal maka nada-nada penyesalan akan dinaikkan. Apalagi orang yang masih sangat aktif. Akan tetapi manusia tidak dapat menentukan seberapa lama masa hidupnya.Hak yang Tuhan berikan kepada manusia adalah mengisi waktu dan kesempatan hidup agar hidup menjadi bernilai dan berdampak. Bukan masalah seberapa lama manusia itu hidup. Yang penting adalah memberi makna dalam setiap hari hidup yang Tuhan telah berikan. Agar supaya pada saat waktu manusia habis, hidupnya tidak menjadi sia-sia.

Saudaraku, memberi makna bagi hari-hari hidup hanya dapat terjadi dalam hubungan yang mesra dengan Tuhan, juga dalam hubungan yang penuh kasih dengan sesama. Apa gunanya manusia umurnya panjang tapi hubungan dengan sesama sangat buruk. Memberi makna dalam hidup berarti manusia berusaha melakukan segala sesuatu yang baik dan berarti setiap harinya. Jadikanlah setiap pagi, dalam saat teduh, sebagai kesempatan untuk bertanya pada diri sendiri dan pada Tuhan tentang apa yang harus dilakukan hari itu supaya hidup bermakna. Setelah itu lakukanlah. Jadikan setiap malam sebagai kesempatan untuk evaluasi diri tentang apa yang telah dilakukan dan dampaknya bagi diri sendiri dan sesama. Lalu buatlah komitmen dan tekad untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.