MS GMIT DAN PEMKOT KUPANG SEPAKAT TEMPATKAN PENDETA DI RUMAH SAKIT KOTA

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Bertempat di ruang rapat walikota Kupang, Jumat (20/4) Majelis Sinode (MS) GMIT dan Walikota Kupang menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) terkait penempatan seorang tenaga pendeta di Rumah Sakit Kota, Kupang.

Ketua MS GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kota dan direktur RS Kota yang telah mengupayakan kerja sama ini. Menurut Pdt. Mery, pelayanan kesehatan bagi pasien merupakan salah satu tugas gereja yang sangat penting sebagai kelanjutan dari karya penyembuhan Tuhan Yesus di dunia.

“Kami melihat bahwa pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah Sakit adalah juga bagian dari tugas gereja. Kami mewarisi tradisi dan pemahaman iman bahwa Yesus yang kami yakini sebagai Putra Allah itu bukan hanya Putera Allah tetapi juga Penyembuh.  Cerita-cerita Alkitab kami mengatakan bahwa Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Dan karena itu sebagai murid Yesus, kami juga mesti terlibat dalam penyembuhan,” jelas Pdt. Mery.

Ia berharap dengan penempatan Pdt. Emy Mase-Lulan akan memberikan dampak positif bagi meningkatan kualitas pelayanan di RS tersebut. Namun, ia juga mendorong kerja sama kedua pihak agar memberi perhatian pada peningkatan kapasitas pendeta.

“Kami juga ingin menitipkan bahwa ketika pendeta pergi ke Rumah Sakit, dia memasuki satu dunia lain yang berbeda sama sekali. Karakter jemaat yang dilayani di Rumah Sakit berbeda dengan jemaat yang dilayani di jemaat. Karena itu kami berharap ada perhatian kita bersama untuk peningkatan kualitas dan daya layan di sana. Kita punya tanggungjawab yang sama baik Pemerintah Kota maupun Majelis Sinode agar pendeta-pendeta  yang ditempatkan di Rumah Sakit perlu dilengkapi dengan keterampilan dan wawasan yang diperlukan sehingga dia bisa menjawab kebutuhan yang khusus bagi para pasiean.”

Pada kesempatan yang sama, Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan MS GMIT terkait hal ini. Menurut Riwu Kore, kebutuhan psikis pasien tidak terpisahkan dari kebutuhan kesehatan fisiknya. Karena itu ia berharap kehadiran pendeta di RS Kota bisa berdampak signifikan baik kepada pasien tetapi juga kepada karyawan di sana.

“Kami menyadari bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan hanya untuk kesehatan fisik semata-mata tapi lebih dari itu juga pelayanan spiritual. Karena itu kami berharap pelayanan yang sungguh dari pendeta di Rumah Sakit akan memberikan dampak yang sangat signifikan bukan hanya untuk para pasien tapi juga para karyawan kami di sana. Melalui doa dan pelayanan firman Tuhan dari pendeta diharapkan bisa memberikan kekuatan kepada para medis dan karyawan agar sungguh-sungguh melayani seperti Tuhan Yesus melayani.”

Sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Kupang pada 25 April mendatang, dengan tagline “Ayo Berubah”, Walikota Kupang juga mengharapkan dukungan gereja dalam upaya-upaya perubahan dan pembaharuan yang dilakukan pemerintah kota di sejumlah bidang. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *