Panitia Sidang Sinode GMIT ke-34 Diperhadapkan

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Panitia Sidang Sinode GMIT ke-34 diperhadapkan Minggu, (6/5) di Jemaat Paulus Kupang. Struktur panitia inti terdiri dari, Ketua Umum: Prof. Dr. Fred Benu, Ketua Harian: Dr. Ir. Ludji Riwu Kaho, Wakil Ketua I: Robert Fanggidae, SE, Sekretaris Umum: Ir. Roddialek Pollo.

Kebaktian perhadapan berlangsung pada kebaktian pagi bertepatan dengan pembukaan perayaan Bulan Bahasa dan Budaya. Liturgos  dipimpin oleh Pdt. Jacky Latuperisa dan khotbah dipimpin Pdt. Dr. Mery Kolimon, Ketua Majelis Sinode GMIT.

Berangkat dari bacaan Alkitab tentang kisah Menara Babel, dalam khotbahnya Pdt. Mery menegaskan pentingnya soliditas yang melayani kehendak Tuhan.

“Firman Tuhan mengingatkan kita hari ini, kita harus bersatu untuk mengangkat pekerjaan pelayanan ini. Panitia dan jemaat Paulus perlu menemukan cara untuk dapat solid supaya dapat melaksanakan dengan maksimal tugas besar yang dipercayakan. Namun kita diingatkan oleh Firman Tuhan, soliditas panitia dan jemaat saja tidak cukup. Yang paling penting kita ingat adalah bahwa seluruh pekerjaan itu harus melayani kehendak Tuhan. Biarlah Tuhan yang dimuliakan dalam seluruh pekerjaan ini. Kita tidak bersatu untuk melayani kepentingan para pendeta, kepentingan majelis sinode, atau siapapun. Kita bersatu untuk melayani Tuhan, pemilik dan pemimpin gereja. Biarlah Dia yang dimuliakan dalam seluruh pekerjaan ini, ujar Pdt. Mery.

Kepada panitia yang berjumlah sekitar 500 orang, ia mengingatkan agar jangan mencari nama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Karena Tuhan akan mengacaukan pekerjaan yang demikian.

“Jangan membangun untuk mencari nama, atau mencari puji-pujian yang sia-sia. Persekutuan kita mesti kritis terhadap dirinya sendiri. Gereja tidak boleh melayani diri sendiri: membesarkan diri dan bukan memuliakan Tuhan, supaya orang puji bilang we dong hebat. Kalau kita memusatkan semua hal pada kemuliaan diri, Allah dapat mengacaukannya. Kata Babel berkaitan dengan kata kerja Ibrani balal (“bingung” tidak mengerti lagi, kacau-balau. Kata ini kemudian dibentuk sebagai permainan kata Babel (dalam bahasa Inggris itu akan mendekati “babble” “celoteh”).

Sehari sebelumnya dalam ibadah penggembalaan Ketua Umum yang juga adalah rektor Undana-Kupang, menyatakan kesiapannya untuk menerima tugas ini.

“Dengan tuntunan Tuhan, sebagai warga GMIT kami siap melaksanakan tugas dan tanggungjawab ini dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan,” ungkap Benu.

Sidang Sinode ke-34 akan berlangsung pada bulan November 2019 mendatang dengan tuan dan nyonya rumah jemaat Paulus Kupang. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *