PASKAH: BERITA SUKACITA BAGI MEREKA YANG KESEPIAN

JEMAAT GMIT KOINONIA KUANINO GELAR IBADAH PASKAH DI HALAMAN GEREJA

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Perayaan Paskah yang jatuh pada Minggu,  16/04-2017, disambut meriah oleh umat Kristen di Kota Kupang. Antusias jemaat sudah tampak sepanjang satu minggu terakhir. Ribuan tiang salib dipancang disetiap sudut kota. Secara khusus pada malam jelang Minggu Paskah jemaat-jemaat GMIT di wilayah kota Kupang meramaikan perayaan dengan aneka kegiatan seperti nonton film bareng, lomba menyanyi, dan lain-lain sembari menunggu fajar untuk melakukan pawai obor.

Jalan-jalan utama dan lorong-lorong yang biasanya sunyi dan gelap tiba-tiba terang benderang oleh nyala ratusan lampu-lampu ti’oek (bhs. Kupang: lampu yang dibuat dari botol-botol bekas berbahan bakar mintak tanah), yang dipasang berjejeran sepanjang jalan. Diterangi cahaya obor sejak pukul 03:00 dini hari, setiap jemaat melakukan long march sambil bernyanyi riang melalui rute-rute yang telah ditentukan.

Selepas pawai subuh jemaat kembali berkumpul di gereja masing-masing untuk mengikuti kebaktian Paskah. Di jemaat GMIT Koinonia Kuanino-Kupang, sejak pukul 04:00 dini hari jemaat sudah memenuhi halaman gereja. Kebaktian Paskah subuh di jemaat ini tidak di dalam gedung gereja melainkan digelar di halaman.

Mimbar tempat pendeta berkhotbah didekorasi seperti kubur batu untuk mengingat kubur Yesus yang telah kosong oleh kebangkitan-Nya. Pdt. Dr. Besly Messakh, yang memimpin kebaktian Paskah mengajak jemaat berefleksi dari Matius 28:1-15. Mengawali khotbahnya, pengajar yang mengasuh mata kuliah teologi pastoral dari STT Jakarta ini mengutip pandangan Jean Vanier, seorang pastor yang mengurus anak penyandang disabilitas.  Menurut Vanier, masalah mereka bukan soal disabilitas tetapi kesepian. Ia bedakan kesepian dari kesendirian. Kesepian berarti perasaan terputus, ditolak oleh lingkungan di mana yang bersangkutan berada. Perasaan kesepian ini bisa membuat mereka mengalami marah dan menyalahkan Tuhan, sesama dan diri sendiri. Tetapi, jika kesepian disikapi dengan baik, orang justru bisa bangkit dari suasana yang dihadapi.

Cara terbaik mengelola kesepian menurut Vaier, kata Pdt. Besly adalah mengakui, terbuka, dan membiarkan diri dicintai. Hanya dengan cara itu mereka yang kesepian bisa coming out dan becoming human. Komunitas paskah adalah komunitas yang kesepian karena ditolak oleh dunia. Namun Kristus yang juga ditolak dan bergumul dengan kesepian dalam kubur yang gelap, menguatkan mereka agar coming out dari kesepian. Lewat peristiwa paskah Kristus yang bangkit menawarkan cinta dan persahabatan yang menolong orang kesepian untuk keluar dan berkarya.

Masih dalam kaitan dengan penolakan komunitas, pendeta GMIT yang pernah melayani di klasis Lobalain-Rote ini mengingatkan jemaat agar jangan berpikir bahwa penderitaan Yesus disebabkan oleh Allah. “Penderitaan Yesus itu karena perbuatan kita sebagai manusia. Dan kalalu kita bercermin bahwa penderitaan Kristus adalah perbuatan kita, hendaknya kita menjadi manusia yang lebih baik dengan cara tidak mengulangi kekerasan yang sama. Hendaknya kita menjadi manusia yang lebih baik dengan cara berdiri bersama korban, bicara bersama korban supaya kita mengenal apa itu penderitaan Kristus. Bukan sebaliknya, berdiri di pihak penguasa atau orang-orang yang suka mendatangkan kekerasan,” tegas Pdt. Besly.

Usai kebaktian, panitia menyediakan sarapan pagi berupa bubur kacang hijau dan bubur ayam untuk dinikmati seluruh jemaat. Sekitar 1000 orang anggota jemaat yang hadir menikmati jamuan dengan sukacita. SELAMAT PASKAH**

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *