PDT. DR. MERY KOLIMON: POLRI HARUS JAGA NETRALITAS POLITIK

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Dihadapan seribuan anggota Polri dan keluarga di jajaran Polda NTT, Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon menyerukan agar Polri harus konsisten menjaga keamanan dan netralitas politik jelang Pilkada serentak.

“Kami minta Bapak Kapolda dan seluruh keluarga besar Polda NTT agar bersikap konsisten. Tidak berpihak pada partai atau paket tertentu melainkan menjaga netralitas dalam politik sehingga dapat berdiri di atas semua golongan.” Pernyataan ini disampaikan Pdt. Dr. Kolimon saat menyampaikan khotbah pada perayaan natal Polda NTT, Kamis 18/1-2018 di Milenium Ballroom-Kupang.

Netralitas itu penting, kata Ketua MS GMIT mengingat masyarakat Indonesia terutama di NTT merupakan masyarakat yang plural dalam berbagai aspek termasuk pilihan politik.

“Perlu ada upaya bersama untuk menjaga keharmonisan hidup bersama dalam masyarakat yang plural ini. Polri mesti berkomitmen untuk semakin menjadi tanda kasih dan keadilan Allah bagi dunia ini,” tandasnya.

Membangun refleksi teologis berdasarkan kisah Injil Matius 2:13-18, tentang penyingkiran Yusuf dan Maria yang membawa Yesus ke Mesir karena ancaman pembunuhan raja Herodes, Pdt. Mery mengingatkan tiga hal kepada seluruh anggota Polri:

Pertama, Sebagaimana Yusuf dan Maria patuh meninggalkan kampung halaman mengikuti perintah Tuhan, anggota Polri yang ditugaskan kemana pun mesti taat dan setia.

“Keluarga besar Polri mesti selalu siap ditugaskan kemana saja seperti Yusuf menerima perintah untuk pergi. Tidak ada orang yang senang kasi tinggal tempat yang nyaman apalagi tempatnya basah. Keluarga besar Polri mesti siap ditugaskan ke mana saja. Dalam perspektif iman kita siap diutus untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui rakyat. Memastikan keamanan dan penegakkan hukum di daerah ini. Kita belajar bahwa di manapun kita berada, usahakan supaya kita menjadi berkat. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jangan berhitung-hitung ini tempat basah atau kering.”

Kedua, setiap anggota Polri harus waspada terhadap godaan kekuasaan termasuk harta dan uang. Demi kekuasaan, kata Pdt. Mery, Herodes raja Yudea yang memerintah pada usia 15 tahun, membunuh 3 orang saudaranya, mertua, istri dan anaknya sendiri. Bahkan anak-anak di bawah 2 tahun pun ia lenyapkan.

“Nafsu akan uang, harta duniawi dan kekuasaan, bisa membuat hubungan antara manusia menjadi hancur. kadang-kadang kami mendengar pernyataan di publik bahwa Polda NTT tidak akan menolerir gratifikasi dan nepotisme dalam penerimaan anggota Polri di daerah ini. Kalau baca di koran hati kita berbunga-bunga. Syukur, penerimaan Polri akan bersih dari praktik-praktik gratifikasi, kolusi dan nepotisme. Tapi kadang-kadang ada umat yang bilang, 150 juta. Semoga itu tidak benar. Semoga tidak benar. Polri mesti konsisten dalam upaya pemberantasan KKN,” tegasnya.

Ketiga, kesederhanaan. Baik Yusuf dan Maria datang dari keluarga sederhana. Hidup berugahari berarti hidup sederhana, tidak berlebihan, tidak juga berkekurangan. Terkait hal ini Pdt. Mery mengingatkan semua pihak agar menghindarkan diri dari godaan amplop tebal dan rekening gendut. Untuk itu ia meminta segenap anggota Polri agar membedakan godaan dan berkat.

“Kalau suami pulang dengan amplop tebal, istri musti tanya, ini uang dari mana? Di zaman modern ini godaan dan berkat muncul dalam bentuk yang sama sehingga rasanya sulit dibedakan. Di Padang gurun Yesus mampu membedakan mana berkat mana godaan. Ketika iblis berkata ubahlah batu ini menjadi Roti, Dia bilang, enyahlah iblis.”

Selain Kapolda NTT, Irjen Pol. Raja Erizman dan Wakapolda Brigjen Pol. Victor Manopo, dalam perayaan natal ini hadir pula Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dan Gubernur NTT, Frans Leburaya serta beberapa pejabat tinggi TNI.

Dalam sambutannya Kapolda NTT yang baru bertugas pada 15 Januari atau 4 hari yang lalu, mengucapkan selamat natal dan tahun baru bagi segenap masyarakat NTT khususnya keluarga besar Polda NTT. Ia berharap, dengan perayaan natal ini Polda NTT dapat meningkatkan kualitas diri sebagai pengayom, pelindung dan pengayom masyarakat terutama jelang pilkada serentak 2018.

Sementara itu gubernur NTT dalam sambutannya meminta jajaran Polda NTT dan masyarakat untuk mendukung Kapolda yang baru dalam melaksanakan tugas. Ia berterima kasih atas kerja keras kepolisian yang telah melaksanakan pengamanan selama perayaan natal dan tahun baru. Melalui perayaan ini, Leburaya berharap spirit damai natal terus dirawat memasuki tahun politik. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *