Peluncuran Alkitab Bahasa Tetun – Maromak Manfatin

Setelah sukses dengan peluncuran Alkitab PB dalam bahasa Helong dan Rote Ndao, Unit Bahasa dan Budaya kembali meluncurkan Alkitab PB dalam bahasa Tetun. Kali ini kegiatan peluncurannya dilaksanakan di tempat lahirnya bahasa ibu Tetun yaitu di kabupaten Belu dan Malaka. Wilayah paling ujung sebelah selatan Indonesia ini dijadikan pilihan utama kegiatan bersejarah.

Acara diselenggarakan selama 4 hari di dua tempat berbeda. Di kabupaten Belu kegiatan diselenggarakan di Jemaat Halilulik Atambua pada tanggal 9 Agustus 2013 dan di kabupaten Malaka diselenggarakan di jemaat Ebenhaezer Betun pada tanggal 11 Agustus 2013. Dalam kegiatan ini hadir para undangan yang yang merupakan tim penerjemah dari beberapa wilayah yang telah sukses meluncurkan buku Alkitab beberapa bahasa daerah.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan aman. Tampak pengawalan dari pihak kepolisian sangat membantu berjalannya kegiatan. Selain itu panitia juga telah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang sehingga tidak ditemui kendala berarti  saat di lapangan. Kebahagiaan tak terhingga yang dirasakan masyarakat Belu-Malaka saat prosesi peluncuran Alkitab dilakukan. Linangan air mata tak tertahankan dari para penterjemah maupun masyarakat.

Sepuluh tahun pergumulan tim penterjemah dan masyarakat Tetun terjawab dalam moment yang indah. “saat ini Alkitab tidak hanya menjadi milik orang orang Yunani, orang inggris, atau orang Indonesia pada umumnya, tetapi secara khusus Alkitab menjadi milik orang Tetun.” Ucap pimpinan UBB Prof. Dr. Barbara Grimes, dengan sangat fasih dalam tiga bahasa yang berbeda yaitu bahasa Inggris, Indonesia, dan bahasa Tetun , ketika membawakan sambutan dalam acara tersebut. “inilah makanan lokal orang Tetun, gunakanlah dengan kreatif bagi pelayanan Tuhan di tengah-tengah kita.” Tutup beliau disambut dengan tepuk tangan jemaat.

Kegiatan akbar di dua tempat ini berlangsung dengan sangat meriah dan megah. Bupati Malaka menyambut dengan gembira kehadiran buku Alkitab ini. “Baru setahun mekar sebagai kabupaten, Malaka telah menjadi tuan rumah berlangsungnya sebuah kegiatan akbar yang bersejarah,” ucap beliau saat memberikan sambutan.

Dalam kegiatan ini para tamu diajak dalam prosesi arak-arakan saat memasuki wilayah Betun. Pada saat peluncuran sekitar 2000 orang memadati Gereja Ebenhaezer Betun. Umat Kristen Protestan dan umat Katolik membaur jadi satu dalam prosesi khidmat dan agung itu. Tidak hanya para pendeta dari GMIT yang ikut hadir dalam kegiatan ini, para pendeta dari Jakarta, Ambon, Australia, bahkan para donatur UBB  dari Amerikapun turut hadir.

Suara  gembala disampaikan oleh Wakil Ketua MSH GMIT, Pdt. Walmintje Kameli-Maleng, M.Th. dalam kesempatan ini beliau mengapresiasikan usaha dan pergumulan UBB khususnya tim penerjemah dan masyarakat Tetun dalam 10 ini. Alkitab PB dalam bahasa Tetun ini adalah karya besar bagi GMIT didalam pengembangan pelayanannya.

Selain suara  gembala dari MSH GMIT, suara gembala juga disampaikan dari Romo Marcel Bria, beliau sangat bangga atas kerja keras UBB dalam menterjemahkan Alkitab dalam bahasa daerah. “inilah yang menjadi mimpi saya  dan mimpi kita bersama yaitu sabda Tuhan yang diberikan 2000 tahun yang lalu bisa sampai kepada manusia dalam bahasa kita sendiri. “usaha ini patut di berikan apresiasi karena para pekerja-pekerja ladang Tuhan ini telah berjuang untuk membangun Rumah Allah di hati orang Timor. Bagaimana Sabda Allah mendapat tempat di hati orang Timor.”

Panitia juga membuka stand di halaman gereja sehingga jemaat dapat membeli Alkitab dan beberapa buku terbitan UBB dengan leluasa. Selain itu ada pemasangan aplikasi Alkitab dalam bahasa Tetun untuk telepon  seluler secara gratis. Pada malam harinya juga diadakan pemutaran film cerita0cerita Alkitab dalam bahasa Tetun. Persiapan yang sangat matang dari panitia membuat masyarakat sangat puas dengan kegiatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.