PENDETA-PENDETA LINTAS DENOMINASI DI BALI ADAKAN PELAYANAN DI GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Lima pendeta asal NTT dan dua tenaga medis yang tergabung dalam Persekutuan hamba Tuhan lintas denominasi di Bali bertatap muka dengan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Rabu, 8/11-2017.

Usai pertemuan singkat dengan Ketua MS GMIT, ketua rombongan Pdt. Yakob Januarius Batukh dari Gereja Kristen Moria Indonesia (GKMI) menyampaikan tujuan kedatangan mereka guna berkoordinasi dengan MS GMIT terkait pelayanan yang mereka lakukan selama 1 minggu di klasis Kupang Barat dan Amanuban Timur.

“Kami hamba-hamba Tuhan, anak-anak NTT dari lintas gereja denominasi di Bali. Kunjungan kami ini dalam kaitan dengan rencana pelayanan misi di GMIT selama 1 minggu yang dimulai hari ini (8-13/11) di jemaat GMIT Faut Uf Tapak dan jemaat Noesinas klasis Kupang Barat dan klasis Amanuban Timur di jemaat Pniel Oelet dan jemaat Paulus Bes Ana,” kata Pdt. Yakob.

Ketua MS GMIT berterima kasih dan menyambut gembira kehadiran rombongan hamba Tuhan ini dan memaknainya sebagainya sebuah  penguatan relasi ekumenis. Selain itu juga melalui koordinasi dengan Majelis Sinode dan Majelis Klasis dimaksudkan untuk menghindari kecurigaan saling “mencuri domba” antar gereja.

“Melalui kehadiran para pendeta lintas denominasi yang juga anak-anak NTT itu tanda bahwa diusia 70 tahun, GMIT telah menjadi bagian dari komunitas oikumene yang lebih luas. Mereka menjadi utusan-utusan  Kristus yang melayani juga di gereja-gereja lain tanpa melupakan GMIT sebagai rumah mereka,” kata Pdt. Mery usai pertemuan tersebut.

Meski para pendeta ini berasal dari berbagai denominasi tetapi mereka tetap memiliki komitmen untuk membangun pelayanan bersama GMIT. Menurut Pdt. Mery, dalam rangka kegiatan “Mama GMIT Panggil Pulang Peduli Pendidikan” pada pekan terakhir bulan Oktober lalu di Jakarta, mereka juga ingin berkontribusi dengan menggelar kegiatan yang sama di Bali, namun keterbatasan waktu dan tenaga kemauan baik itu tertunda.

Kegiatan-kegiatan yang akan digelar selama 1 minggu di dua klasis tersebut antara lain: penyuluhan pertanian terpadu, penyuluhan hukum terkait human trafficking, Kebaktian Penyegaran Rohani, pengobatan gratis, survei lokasi air bersih di desa Pisan dan sumbangan buku untuk jemaat di E’ahun-Klasis Rote Timur.

Ketua MS GMIT berharap dua klasis yang menerima pelayanan para pendeta ini dapat menjaga komitmen untuk keberlanjutan dari program-program yang dikerjakan.

“Kami berharap dukungan yang diberikan itu dimanfaatkan secara sungguh-sungguh dan dijaga kerberlanjutannya untuk kebutuhan jemaat. Sebab banyak kali kegiatan dilakukan namun selesai kegiatan, selesai juga manfaatnya,” pesan Pdt. Mery.

Rombongan yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari: Pdt. Yakob Januarius Batukh dari GKMI, Pdt. Kurniawan Umbu  Anagoyi dan Pdt. Nahum (Gereja Baptis Anugerah Indonesia), Pdt. Robert John Nahor (Gereja Pentakosta Tabernakel) Pdt. Timotius Umbu Sudi dari Gereja Betel Indonesian serta tim medis, dr. Desy dan dr. Linawati.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.