Posisi Gereja Sebagai Alat Transformasi Teknologi Dan Budaya Ke Modernisasi

Syaloom.

Berubah dan menjadi yang lain, berubah dan menjadi sama dengan yang lain, berubah dan kembali ke sebelumnya, dan berubah dan hilang entah kemana.

  1. Saya minta maaf apabila tulisan ini mengganggu pemikiran anda
  2. Saya bukan sosioloh, antropologi, Theoloh dan  atau sejenisnnya
  3. Tetapi saya seorang motivator yang selalu bekerja dengan spirit Musa untuk membawa orang kekanaan.

 

Perubahan pola hidup, pola tindak merupakan alur berpikir positif yang tiada hentinya selama orang itu hidup. Tidur, bangun makan minum dan melakukan aktifitas dan interaksi  adalah ciri makluk hidup. Tumbuhan Hewan manusia serta benda mati lainnya yang ada disekitar saling memberi perhatian. Dan perhatian yang dimaksud disini adalah respon masing masing makluk terhadap makluk yang lain dalam mempertahankan dan menyenangkan  hidupnya. Kristalisasi dari responsif  tersebut  saya menyebut” pemahaman ; Ekososiologi”. Eko Dari kata oikos (rumah) ,Sosio (sosial), Logi (logos) ilmu. Sehingga apabila kita menafsirkan dalam konteks praksis maka Ekososiologi adalah ilmu tentang rumah dan interaksi- interak yang hidup.

Bumi diangggap sebagai rumah global yang terisi berbagai makluk, baik mati maupun hidup. Setiap individu dalam rumah tersebut baik yang  hidup maupun  mati selalu melakukan interaksi tiada batasnya. Dan dalam setiap interaksi biasanya  menghasilkan   perubahan tertentu dan apabila perubahan positif akan bertahan dan diulangi dan apabila terjadi pengulangan pengulangan yang stabil akan  menghasilakan sesuatu  yang kita namai peradaban , dan yang lebih menarik perubahan itu specifik dan menantang.

Tuhan menempatkan manusia- manusia  untuk memimpin rumah itu, mereka  diberi kekuasaan lebih dari makluk lain dalam rumah tersebut, Cara berpikir dan bertindak mereka dalam penguasaaan alam sekitar menghasilkan peradaban –  peradaban yakni : peradaban komunikasi, pertanian, seni dllnya . Dalam perjalanan waktu ini selalu berubah- ubah baik kerah positif maupun kearah negatif. Berbagai pandangan dapat dipakai dalam penelaian perubahan  tersebut.

Apa yang pernah ada akan ada lagi dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi tak ada sesuatu yang baru dibawah matahari

(Pengkotbah 1:9)

Penemuan alat penggiling biji- bijian(gerik) pada bangsa mesir kuno dalam kejayaan firaun dan jusuf , sampai ke abad 21 orang menamai barang itu Milling (rice, corn, casava, dll)

Putaran dua batu besar ditarik oleh manusia selanjutnya  keledai dan menghancurkan  berbagai biji- bijian untuk kebutuhan tepung dalam penyiapan roti yang enak.

Batu penggiling “Anggur” ( nice wine) pada kejayaan mesir kuno dan berakhir di abad 21 dengan naman Juser dan blender dan barang peradaban tersebut diapakai pada ribuan tahun lalu di Mesir, Israel dan Yordania.

Semua contoh diatas ingin memberi gambaran bahwa perubahan sudah terjadi dalam berbagai kebudayaan. Perubahan pola pertanian pangan dalam peradaban mesir kuno memberikan dampak luar biasa dalam cara berkipir bangsa  eropa di abad 18 dalam menghasilkan berbagai produk pertanian modern yang sangat efektif dan efesien.

Minyak zaitun merupakan minyak klas satu yang dipakai sebagai bahan pangan dan obat- obatan pada ribuan tahun lalu minyak ini dihasilkan 2000 – 3000 ton per tahun untuk kebutuhan negara- negara di persia dan yang menarik pabrik pengolahan minyak ini di kelola dan dijaga oleh para pendeta. Minyak ini diproses dari pemerasan biji zaitun, dengan mempergunakan dua batu yang saling bertendisan yang pada abad 21 orang menyebut dengan pres milling(grending mill). Umur panjang bangsa Mesir kuno. Israel dan persia lainnya (mungkin Abraham dan Sara) karena mengkonsumsi minyak zaitun setiap saat. Jeanne Louse Calmen dan Meriam Amas mereka masih hidup di Israel tercatat sebagai manusia umur panjang 120 tahun. Menurut laporan mereka berdua sangat doyan dengan minyak zaitun baik untuk konsumsi maupun untuk kosmetik.

Bangsa Israel tidak mengkonsumsi lemak hewani, kebiasaan lemak hewani hanya dipakai untuk mengoleskan tubuh agar menghindari kedinginan dan dipakai sebagai bahan dasar penerangan maka tidak aneh kalau bangsasa ini berumur panjang serta memiliki kepintaran lebih dibanding bangsa lain. Salah satu fungsi minyak Zaitun pada saat itu adalah ; mampu menciptakan keseimbangan omega 6 dan omega 3 dalam tubuh sehingga mampu memainkan peranan penting pada IQ manusia. (ini makanan pokok orang yahudi). Kita masih mempergunakan lemak hewani sebagai kebutuhan pangan, serta lemak dari nabati (kelapa, kacang) tetapi dengan tingkat kolesterol yang tinggi, Mengapa?.  Mungkinkah  gereja akan memiliki ribuan hektar kebun Zaitun dan pabrik pengolahan? dan perusahaan Agribisnis ini dipimpin oleh para pendeta atau yang sejenis?

TRASFORMASI BUDAYA

Orang NTT menyimpan Jagung dan Kacang- kacangan, padi  diloteng, rumah bulat(lopo) , diatas pohon. Dan  dimakan dalam bentuk jagung katemak bose, dan nasi jagung, diproses dengan mempergunakan batu titi, batu giling , lesung. Orang rote membuat sei (daging asap) dibuat dengan cara mengasapkan daging tersebut dengan asap bakaran arang melewati daun kusambi basa (salpeter organik) dan menyadap nira lontar (tuak, gula dan alkohol). Hebat karena dia memiliki sebuah peradaban pertanian  pangan. Mereka dipulau semau dan pulau rote menanam padi ladang, sorgum, jewawut dan lena untuk kebutuhan karbohidrat dan protein. Mereka hebat (tradision of exelent the dry land farm sistem) orang israel menyebut daerah zona kering negev.

juga membuat daging asap dan daging kaleng (cornet beef) tetapi dengan oven listrik.  Bukan mereka tidak mau dengan mempergunakan kayu bakar atau arang seperti yang biasa kita saksikan dalam pesta taman berbequa tetapi dari beberapa informasi kesehatan menyatakan bahwa asap akan menghasilakan  ester- ester tertentu yang akan meninggalkan sebangsa toksik yang merangsang sel kakngker berkembang secara ganas. Orang eropa dan amerika menyimpan dan mengkonsumsi semua komoditi  diatas dalam bentuk tepung, minyak ,beef, wine ,dll. Dan  apabila ada perubahan dari memanggang daging dengan arang ke oven apa ini suatu yang mewah?

 

 

Tabel 1. Perbandingan orang NTT dan Orang Eropa dalam pandanga            tentang pangan.

NO Komunitas Ruang penyimpanan Daya simpan Kebersihan
1 NTT Besar Pendek Kurang bersih
2 EROPA Kecil Panjang Bersih
3 MESIR KUNO/YORDANIA /ISRAEL Kecil Panjang Bersih

 

AFILIASI KRISTEN   DALAM TRASFORMASI BUDAYA

Apabila afiliasi atau pandangan Kristen protestan meng reply ajaran Alkitab yang menulis dengan baik tentang spirit kristen yang didominasi oleh   kebudayaan Mesir, Israel dan romawi , Mengapa pola peradaban teknologi pangan kita tidak berubah?. Gereja dan para Imam sebagai alat trasformasi membuat stagnasi perubahan.Dalam perjalanan waktu gereja tidak memberi arah tentang perubahan kemiskinan.Gizi buruk dan kesehatan. Yahudi menguasai pertanian modern, peternakan, energi dan mesin perang yang hebat, mengapa kita tidak. Yahudi (Israel) mampu merubah gurun pasir menjadi suatu pusat pertanian  moderen dan  mengeksport ribuan ton kurma ke Indonesia, penghasil jeruk dan tanaman holtikultura terbaik didunia  mengeksport strowbarry dan ikan nila ke Canada mengapa kita tidak (NTT). Kita import dan import.  Pertanyaan serius apakah kita (NTT) bagian yang ditinggalkan Musa pada saat  eksodus  dari tanah mesir ke kanaan ? atau kita yang tidak mau keluar dari mesir tanah perbudakan karena kuatir akan ada kesengsaraan yang lebih hebat dalam perjalanan dibanding dengan tetap menjadi budak ditanah mesir?. Jawabannya Primitive  ke  tradisional  dan ke  modernisasi butuh pengorbanan.

Khotbah yang spektakuler oleh Pendeta Thomas Rober Maltus tentang bahaya pertambahan penduduk dunia adalah ; salah satu contoh bagaimana seorang pendeta mengkritisi tentang pertambahan penduduk yang menggila pada saat itu di Inggris. Maltus seorang yang lulus dari the Jesus Colege Cabrige Universitas dengan nilai matematika 9 dia pendeta plus karena mampu membuat perubahan dengan khotbanya tentang deret ukur dan deret hitung dalam matematika  dalam konteks aritmatika dan geometrik.

Pertanyaanya,Diamana khotbah yang hidup dan mampu membentuk suatu peradaban moderen dalam pertanian NTT maupun pembangunan lainnya .Doa Bapak kami merupakan doa yang spektakuler dalam konteks kekristenan ‘ Mungkin kah pada hari ini bapak disorga memberi makan secukupnya untuk anda yang berdoa’ ?. Jawabnya adalah tidak sebab Bapak disorga sudah menempatkan raja, orang kudus didunia untuk memberi makan pada hari ini yang secukupnya  dan jangan membawa kami kedalam pencobaan. Kalau tidak percaya coba anda menggantikan  kata Bapak  dengan nama kita (misalnya Zet Malelak) dan dan menyuruh seorang miskin berdoa disebalah mu. Siapa yang harus memberi makan secukupnya pada hari ini dan jangan membawa kami kedalam pencobaan pasti itu anda.

Gereja mentasformasi doa bapak kami sebagai hafalan tetapi tidak di  tempatkan dalam kontek praksis untuk sebuah perubahan. .Doa Bapak kami harus menjadi alat perubahan peradaban. Maaf kalau ini sebuah ilustrasi kontafersial dan menantang.

Budaya kikir,  budaya rakus  dan budaya mengajak seseorang kedalam percobaan  harus diselesaikan dengan doa Bapak kami. Kalau doa Bapak kami dijalankan secara baik maka tidak akan ada kemiskinan di dunia. Dan misi  doa Bapak kami sepertinya dijalankan secara baik di negara- negara eropa dan amerika sehingga angka kemiskinan hampir mencapai titik nol.

Strategi membangun pertanian berdasarkan pendekatan budaya

Agricultural terdiri atas dua kata agri dan cultur, agri adalah pertanian dan cultur adalah budaya. Kita tidak dapat membagun pertanian jangka panjang tanpa pendekatan budaya sebagai basis perencanaan. Berbagai kasus ditemukan dimasyarakat tentang keterlambatan pembangunan pertanian atau kegagalan karena pendekatan budaya tidak diperhatikan secara bijak. Belanda dengan proyek tanam paksa (culture stesel) yang dipimpin langsung  oleh gubernur jenderal Van Den Bosch abad 18 akhir   membawa bangsa Jawa mengenal pertanian tetap padi dan rempah rempahan dan etos kerja naik karena ada motivasi ke keuntungan untuk perdagangan. Namun juga meninggalkan persoalan budaya yang serius bahwa kepemilikan tanah pertnian jawa tidak jelas sampai hari ini . 3 abad bukan persoalan kecil. (kopi, nila, tebu) menjadi komoditi perdagangan yang hebat untuk menyelesaikan hutang belanda kepada beberapa negara didunia masyarakat jawa dan tanah pertanian jawa dieksploitasi habis- habisan dan akhirnya meningalkan pertanian jawa yang terpenggal – penggal. Terlepas dari adanya efek efek negative yang didapatkan oleh petani di pulau jawa tetapi jawa berhasil dengan kebudayaan padi sampai hari ini.

Orang Timor manusia gunung, orang Rote manusia daratan rendah, orang sabu manusia pedagang ini fakta. Orang  timor berhasil dalam penggemukan ternak(paron/ fattening), orang rote berhasil dengan pembangunan  sawah (beras) dan orang sabu berhasil dengan berdagang kepasar- pasar (papalele) ini juga fakta. Apabila faktanya demikian bagaimana strategi kita dalam membangun pertanian.     Id’joe’n sebuah peradaban ekonomi yang kuat dikalangan petani Timor dan sulit dilawan oleh peradaban perbankan, koperasi , dan pelepas uang lainnya di desa dan mereka adalah pahlawan bagi perubahan pembagunan ekonomi petani di TTS( Soe). Idjoen adalah sobat.Jesus juga kita juluki sobat. Hubungan kolegialitas dibangun dalam konteks mutualisma. Mengapa banyak ahli katakan Id’joe’n jelek ? ini butuh sebuah diskusi mendalam dan tersistem. Mungkinkah geraja akan menjadi Id’joe’n ?

Pertanyaan dimana posisi gereja dalam perubahan pola pertanian dan pola kegiatan bisnis jemaatnya ? Sebagai guru, pendamping, pelepas uang ?atau sebagai pendoa.

Mungkinkah pendeta menjadi penyuluh pertanian, mantri ternak  kepala bank pertanian, direktur perusahaan jeruk keprok soe atau pengelola pabrik pengolahan wine  dari rosela terbaik untuk pesta perjamuan?

Apabila kita setuju dengan pemikiran di atas maka harus segera  dilakukan perubahan.

SARAN

  1. Kita perlu memberitahukan kepada mahasiswa Theologia UKAW bahwa sekolah ini bukan tempat menciptakan pendeta tetapi tempat menhasilkan orang yang dapat melakukan perubahan diberbagai kehidupan.
  2. Apabila saran nomor satu itu diterima maka perubahan pola kurikulum pola perkuliahan dan pola keterbukaan kepada sumber ilmu yang lain harus memberi warna dalam perilaku mahasiswa Theologia.
  3. Ada universitas Kristen Artha Wacana sinodse GMIT, kami ini milikmu pakailah.(KJ 365A ayat 4)
  4. Bangun data base tentang potensi jemaat dalam strategi pengembangan ekonomi berbasis jemaat.

 SYALOM

Zet Malelak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *