Realisasi Pendapatan Melebihi Rencana Anggaran – Laporan MS GMIT Periode 2011-2015

SS GMIT XXXIII, sinodegmit.or.id – Pelaksanaan pelayanan Majelis Sinode GMIT periode 2011-2015 dimulai dengan tahun pertama fokus pada penguatan kelembagaan, baik dengan pembentukan Majelis Klasis dan pemilihan Badan Pembantu Pelayanan Sinode maupun Unit Pembantu Pelayanan Majelis Sinode. Tahun kedua fokus pada pengembangan talenta yang ada di GMIT. Tahun ketiga, masih pengembangan talenta namun lebih mengerucut pada pengembangan dan tindakan nyata. Tahun keempat, bagaimana damai sejahtera Kristus diwujudkan dalam penugasan gereja untuk menjadi pembawa damai dan bagaimana peran anggota jemaat ditingkatkan secara holistik.

Demikian dilaporkan oleh Majelis Sinode GMIT dalam Persidangan Sinode GMIT XXXIII. Laporan Majelis Sinode dibagi atas 3 bagian yakni Pertama, Laporan Pelaksanaan Program Strategis (Panca Pelayanan dan Program Rutin oleh MSH, Anggota MSH Non Pendeta, UPP MS, Badan-Badan Pengurus Kategorial Fungsional di lingkup sinode dan Laporan Majelis Sinode ex-officio. Kedua, Laporan Perbendaharaan. Dan ketiga, Laporan Badan Pembantu Pelayanan.

Secara umum, laporan pertama yang dibacakan oleh Sekretaris MS, Pdt. Benjamin Nara Lulu dan Wakil Sekretaris MS, Pdt. Marselintje Ay-Touselak, menggambarkan jumlah program pelayanan yang direncanakan berhasil dilaksanakan antara 67 % – 100 %. Selain itu ada juga dilaksanakan non program pelayanan demi memenuhi kebutuhan pelayanan gereja. Sementara masalah-masalah yang digambarkan dalam Laporan MS diantaranya lemahnya koordinasi antara MSH dengan MK/MKH/MJ/MJH yang disebabkan klasis ataupun jemaat yang hendak melaksanakan kegiatan tidak terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan MSH sebelum melaksanakan kegiatan. Selain itu visitasi atau kunjungan MSH ke klasis atau jemaat-jemaat melulu menyangkut kegiatan seremonial yakni menyampaikan suara gembala dan memimpin kebaktian.

Sementara permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh MS Ex-Officio di 44 klasis yang ada diantaranya persoalan spiritualitas pelayan dan jemaat, persoalan kepemimpinan, masalah pendeta SMS (Sabtu Minggu Senin) yakni pendeta yang hanya ada di jemaat pada hari Sabtu, Minggu dan Senin. Menurut laporan persoalan ini hanya sedikit saja namun cukup mencemari penilaian akan kinerja para pendeta. Selain itu persoalan nikah campur, baptisan dan berbagai hal menyangkut disiplin gereja diangkat dalam laporan.

Bendahara Majelis Sinode, Pnt. Wem Nunuhitu melapor pengelolaan perbendaharaan GMIT selama tahun 2011 s/d Juni 2015, melaporkan total anggaran dan realisasi pendapatan. Realisasi antara anggaran pendapatan melampau target rencana pendapatan. Sementara anggaran belanja dan realisasi belanja juga mengalami hal serupa yakni realisasi melewati rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *