Suara Gembala Bulan Budaya & Bahasa 2017 -Sinode GMIT

Suara Gembala

Majelis Sinode GMIT

 

 

Anggota GMIT yang terkasih,

Puji syukur kepada Allah atas rahmat yang tidak berkesudahan bagi dunia ciptaan-Nya. Dengan semangat sukacita atas kasih dan rahmat-Nya kita memasuki Bulan Budaya dan Bahasa tahun 2017. Kiranya keterlibatan kita dalam karya pelayanan di tengah gereja, masyarakat dan alam menjadi tanda kasih Allah bagi dunia.

Telah menjadi tradisi di GMIT, bahwa bulan Mei dirayakan sebagai bulan Budaya dan Bahasa. Tema perayaan Bulan Budaya dan Bahasa GMIT tahun 2017 ini adalah “Budaya dan Bahasa sebagai Sarana Pembaharuan”. Berhadapan dengan arus modernisasi yang seringkali tidak ramah terhadap budaya lokal, tema ini mengandung semangat untuk menyukuri dan mengelola keragaman budaya sebagai sarana pembaharuan diri, gereja masyarakat, dan alam. Terkait dengan tema di atas ada beberapa hal yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini:

  1. Budaya dan bahasa merupakan anugerah Allah bagi manusia. Tuntunan Allah kepada mnusia berlangsung dalam sejarah, di mana budaya dan bahasa adalah bagian dari tanda sejarah itu. Menghadapi berbagai tantangan, manusia mempertahankan kehidupan dengan mengembangkan budaya dan bahasa agar dapat hidup dalam keseimbangan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita semakin menyadari kompleksitas permasalahan hidup di zaman ini. Dan kita patut bersyukur bahwa pada kita ada begitu banyak ragam budaya dan bahasa, termasuk ragam budaya setempat (budaya lokal), yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Dengan mempelajari budaya setempat kita bisa mewarisi kecakapan dan kearifan sejarah setempat dalam rangka menata diri, komunitas dan lingkungan demi keseimbangan yang lestari. Kita patut menyukuri kamajemukan budaya dan bahasa sebagai kekayaan anugerah, tetapi kepunahan budaya dan bahasa tertentu merupakan musibah bagi kelestarian manusia dan alam.

 

  1. Memahami budaya sebagai cara hidup dan bahasa sebagai alat berkomunikasi, maka keduanya sangat penting dalam pelayanan. Mengabaikan budaya dan bahasa berarti mengabaikan hakekat, identitas dan relevansi iman bagi kehidupan. Sebagai umat Kristiani, kita percaya tentang Allah menjadi manusia dalam rupa Tuhan Yesus (inkarnasi). Ajaran tentang inkarnasi menegaskan bahwa Allah terlibat dalam sejarah kita, Ia di dalam sejarah kita sebagai penganut budaya dan bahasa kita. Itulah sebabnya budaya dan bahasa sebagai salah satu sumber vital ajaran iman perlu dirawat. Ajaran iman harus terhubung dengan budaya dan bahasa setempat, agar dapat menjiwai praktek kehidupan dan pelayanan jemaat setempat. Untuk mencapai visi bersama tentang jemaat misioner, kami mendorong semua jemaat GMIT untuk terus mengembangkan ajaran iman yang dinamis dan pelayanan yang relevan dengan situasi dan permasalahan setempat. Ajaran iman dan pelayanan jemaat perlu dipahami, dikembangkan dan diterapkan melalui percakapan terus menerus antara Alkitab dan konteks masyarakat setempat.

 

  1. Cara menghargai budaya dan bahasa adalah selalu mendialogkan dan memanfaatkannya sebagai sarana pelayanan. Pengembangan jemaat tidak boleh menafikkan corak budaya dan bahasa setempat, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh jemaat GMIT agar kembali menemukan kekayaan budaya dan bahasa yang nyaris terlupakan. Produk-produk budaya dan bahasa, seperti alat musik, nyanyian, tarian, tenunan, patung dan ukiran, dll. termasuk mimik dan bahasa tubuh, perlu dibiasakan pemanfaatannya dalam pelayanan.

 

  1. Dalam rangka perayaan Bulan Budaya dan Bahasa tahun 2017 ini kami telah mempersiapkan beberapa produk liturgis berupa tata kebaktian jemaat yang bisa dipakai sebagai pola standar dalam pengembangan budaya dan bahasa setempat. Kiranya produk-produk yang kami kirimkan itu dapat memacu kerjasama antar berbagai komponen dalam rangka mengelola kekayaan budaya dan bahasa setempat untuk kepentingan pelayanan jemaat.

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, dalam rangka mendukung perayaan bulan budaya dan bahasa oleh seluruh jemaat GMIT. Kiranya perayaan ini menyadarkan kita tentang tugas-tugas besar yang menanti kerja keras kita dalam hal pengembangan pelayanan yang relevan dengan situasi dan permasalahan masyarakat dimana kita sedang hidup dan melayani.

Selamat merayakan bulan budaya dan bahasa sebagai kesempatan anugerah bagi kelangsungan pelayanan demi perubahan diri, gereja, masyarakat dan alam.

Syalom!

Kupang, 20  April 2017

Teriring salam dan doa

MS GMIT

Ketua

Pdt. DR. Mery L. Y. Kolimon

Sekretraris

Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th.

 

 

 

Attachments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *