SUARA GEMBALA PILKADA SERENTAK 2017 MAJELIS SINODE GMIT

Kepada anggota jemaat GMIT di mana saja berada,

Oleh pimpinan Tuhan bagi bangsa kita, sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di NTT akan memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Kita percaya bahwa perjalanan bangsa ini ada dalam pimpinan Tuhan. Allah yang kita imani di dalam Yesus Kristus, PuteraNya itu, juga melibatkan kita dalam karya kebaikan-Nya bagi bangsa ini. Secara khusus terkait Pilkada, kami memohon jemaat-jemaat GMIT yang terlibat dalam Pilkada serentak kali ini untuk memperhatikan hal-hal berikut sebagai perwujudan iman kita.

  1. Mari kita upayakan dan dukung bersama Pemilu yang damai  dan berkualitas. Pilkada merupakan sebuah mekanisme demokratis untuk mencari pemimpin yang bermutu, sesuai kehendak Tuhan. Untuk itu gunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan jangan golput.
  2. Pilihlah berdasarkan pertimbangan yang rasional, yakni pilihlah pasangan calon pemimpin yang berintegritas, jujur, berani dan berkomitmen melawan segala bentuk korupsi dan manipulasi, setia pada konstitusi dan keanekaragaman bangsa, yang memiliki kemauan bekerja keras untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga masyarakat, serta yang berkomitmen untuk menopang pembangunan yang berwawasan lingkungan.
  3. Kami meminta jemaat-jemaat untuk bersikap kritis dan berani menolak politik uang, sebagai perwujudan iman Kristiani kita dalam berbangsa. Hindari juga penggunaan gedung gereja atau rumah ibadah sebagai ajang kampanye, atau menggunakan mimbar gereja untuk menggalang dukungan bagi paket calon tertentu.
  4. Telah terbentuk Tim Pastoral Politik GMIT. Jika jemaat memiliki rencana pelayanan terkait Pilkada, mohon mengkonsultasikannya dengan Tim dimaksud untuk mendapatkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan pandangan dan sikap GMIT sebagai lembaga.
  5. Janganlah memanipulasi isu-isu SARA dan pendekatan sektarian, atas nama agama, suku dan ras, yang bisa memecah-belah kita sebagai masyarakat dan bangsa. Hindarkan pula diskriminasi berbasis gender dan kampanye gelap yang menyudutkan pasangan calon tertentu.
  6. Gunakan media sosial sebagai sarana edukasi/pendidikan politik dan hindarkanlah menyebarkan kebohongan (hoax) yang dapat mencederai semangat persaudaraan dan persekutuan di antara kita yang telah terbangun selama ini.
  7. Jagalah suasana kondusif untuk Pilkada berjalan aman dan damai. Ingatlah, bahwa Pilkada hanya berlangsung 5 tahun sekali tetapi persekutuan dan persaudaraan kita mesti tetap terpelihara selamanya. Jika ada perbedaan pendapat dan sengketa Pilkada hindari sikap anarkis. Percayakan proses hukum kepada penegak hukum dan jangan main hakim sendiri.
  8. Mari kita berpartisipasi dan bekerja-sama dengan siapa pun dalam mengawasi jalannya Pilkada dan paska Pilkada. Artinya mari kita mengawasi juga kebijakan-kebijakan politik pemimpin yang terpilih agar berjalan sesuai dengan konstitusi demi keadilan, kesejahteraan dan perdamaian masyarakat.

 

Demikian surat gembala ini. Atas perhatian kami ucapkan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Ketua

Sekretaris

 

 

 

 

 

Pdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon

 

 

 

 

 

Pdt. Yusuf Nakmofa, MTh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *