Surat Gembala Paskah – Kristus Bangkit: Berilah Dirimu Diperdamaikan (2 Kor.5:20b)

SURAT GEMBALA PASKAH

MAJELIS SINODE HARIAN

GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR

Kepada Yth.

Segenap Anggota Gereja Masehi Injili di Timor

Di mana saja berada

“KRISTUS BANGKIT: BERILAH DIRIMU DIPERDAMAIKAN”
(2 Kor. 5:20b)

Dengan penuh sukacita Majelis Sinode Harian GMIT mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Paskah, yaitu perayaan kebangkitan Yesus Kistus, Tuhan dan Juruselamat dunia. Peristiwa ini merupakan tindakan Allah untuk mendamaikan diri-Nya dengan kita yang telah berdosa dan memberontak terhadap-Nya dan juga dengan segenap alam semesta ciptaan-Nya. Keselamatan yang Allah kerjakan dalam Putera-Nya itu tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh alam semesta. Pengorbanan dilakukan-Nya dalam kasih untuk tidak membiarkan manusia dan seluruh ciptaan-Nya binasa. Oleh sebab itu peristiwa Paskah selalu membangkitkan pengharapan, kekuatan, dan semangat baru bagi kita untuk memberi dan menyerahkan diri  diperdamaikan oleh Allah. Dengan demikian kita dimampukan untuk melanjutkan perjalanan hidup secara harmonis bersama Tuhan, dengan sesama dalam masyarakat serta dengan segenap ciptaan-Nya.

Tahun ini, bersama-sama dengan segenap umat Kristiani di Indonesia kita merayakan Paskah di bawah terang tema yang sama “KRISTUS BANGKIT: BERILAH DIRIMU DIPERDAMAIKAN” (II Kor.5:20b). Tema ini mendorong kita untuk semakin memperlihatkan karya pelayanan kita sebagai pembawa damai dalam konteks di mana kita hidup, berkarya dan melayani sebagai bentuk kepercayaan dan kesetiaan kita kepada Kristus yang sudah bangkit itu.

Jemaat-jemaat Gereja Masehi Injili di Timor sedang menghadapi berbagai perubahan dan dinamika yang berlangsung dengan cepat di berbagai aspek dan bidang kehidupan. Dinamika kehidupan itu tidak saja menggembirakan, tetapi juga memprihatinkan sebab mengancam kelangsungan hidup manusia dan segenap ciptaan lainnya.

Salah satu keprihatinan utama kita kini secara lokal dan global adalah konflik dalam keluarga, antar kelompok masyarakat, konflik berbasis SARA, dan eksploitasi terhadap alam. Dalam banyak kasus, terjadi pula konflik kepentingan akibat keserakahan dan arogansi yang dipraktekkan segelintir orang yang pada gilirannya merusak hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan ciptaan yang lain dalam alam semesta ini. Ada cukup banyak orang yang berjuang keras memenuhi kepentingan dan kenyamanan pribadi atau kelompoknya sambil mengabaikan kepentingan orang dan ciptaan lain dengan cara mengeksploitasi alam tanpa batas. Tindakan-tindakan seperti ini sangat potensial merusak damai sejahtera dalam masyarakat karena mendatangkan berbagai bentuk bencana (baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan). Oleh sebab itu, kita mesti menjauhi berbagai bentuk tindakan yang menyakiti antarmanusia dan yang merusak alam semesta dalam bentuk eksploitasi dan perusakan hutan, gunung, tanah, laut, air tanpa batas.

Di dalam dan melalui perayaan Paskah ini, kita perlu bertekad memperbaiki dan memulihkan hubungan kita seorang dengan yang lain, dan juga hubungan kita dengan ciptaan yang lainnya. Agar dengan begitu damai sejahtera dapat dirasakan oleh segenap ciptaan Allah.

Dalam suasana syukur dan sukacita Paskah,  kami mengajak kita semua untuk mewujudnyatakan hal-hal berikut:

  1. Jadikanlah momen Paskah ini sebagai momen untuk mengupayakan rekonsiliasi dan perdamaian antar individu, keluarga, kelompok masyarakat yang bertikai, dan dengan alam semesta. Hal ini mesti kita wujudkan dalam tindakan nyata untuk memperbaiki hubungan-hubungan yang telah rusak, baik hubungan dengan sesama maupun dengan lingkungan.
  2. Marilah kita secara terus-menerus mengembangkan budaya damai dalam keluarga, gereja, jemaat, dan masyarakat. Janganlah memakai kekerasan dalam menghadapi perbedaan. Ciptakanlah ruang untuk dialog untuk saling mendengar dan diperkaya oleh perspektif yang berbeda.
  3. Jadikanlah gereja dan jemaat sebagai persekutuan yang saling mendengar, saling mengampuni, dan saling menyembuhkan, agar kita mampu memenuhi panggilan kita secara optimal sebagai pelayan pendamaian di tengah masyarakat.
  4. Berperanlah secara aktif sebagai pembawa damai dengan mendukung upaya-upaya penegakan kebenaran, hukum, dan keadilan dalam segala aspek dan bidang kehidupan demi terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera;
  5. Marilah kita juga mengembangkan sikap yang lebih bersahabat dan ramah terhadap alam. Bumi kita sedang mengalami penderitaan yang besar akibat ulah manusia. Hentikan tindakan-tindakan mengeksploitasi alam. Pakailah sumber daya alam secara hemat. Hindari tindakan yang makin memperparah kerusakan alam.

Selamat Paskah, selamat menghayati peristiwa kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus itu menghidupkan kita semua untuk terus berkarya tanpa lelah sebagai duta-duta perdamaian dan keadilan. Berilah diri kita diperdamaikan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan sesama ciptaan.

Kupang, 19 Maret 2016

Majelis Sinode Harian GMIT

Ketua,                                                                       Sekretaris,

Pdt. Dr. Mery Kolimon                                                Pdt.Yusuf Nakmofa, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published.