TAHBIS 4 VIKARIS, JUMLAH PENDETA GMIT MENINGKAT 1.297 ORANG

KUPANG, www.sinodegmit.or.id. Minggu, 5 Maret 2017 Majelis Sinode GMIT menahbiskan 4 orang vikaris ke dalam jabatan Pendeta. Ke-4 vikaris tersebut adalah:  Jeni Marlina Daga-Bailao, S.Si, MA, Lyla Indiani Son, S.Th, Mahli Eder Nainupu, S.Th, dan Tesar Sanratu Nubatonis, S.Th. Dengan penambahan 4 orang pendeta ini maka total pendeta yang melayani di GMIT sebanyak 1.297 orang. Jumlah pendeta sebanyak ini melayani lebih dari 2000 jemaat dan sekitar 1,5 juta anggota gereja.

Kebaktian pentahbisan bertempat di jemaat GMIT Sion Oepura dipimpin oleh Pdt. Dina Dethan-Penpada. Dalam khotbah yang dipilih dari Keluaran 13, ia mengatakan bahwa Tuhan Allah menuntun umat Israel menuju Kanaan bukan dengan jalan pintas melainkan dengan jalan memutar. Jalan memutar itu membutuhkan 40 tahun, padahal kalau melalui jalan pintas hanya memakan waktu beberapa bulan. Cara kerja Allah ini beda dengan cara kerja manusia. Kalau Allah menuntun umat-Nya dengan jalan memutar, manusia seringkali bekerja dengan  cara ta putar (bhs. Kupang: menghindar, menipu, menyusahkan orang).

Kepada keempat pendeta GMIT ia meminta agar mereka melaksanan pekerjaan Tuhan dengan sungguh-sungguh, menjauhi kesombongan dan tidak boleh ta putar sebab Tuhan membenci sifat dan perilaku hamba yang tidak memuliakan nama-Nya.

Sementara itu sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th dalam suara gembalanya mengatakan untuk menjawab panggilan Tuhan perlu ditanamkan tiga nilai dalam diri setiap pendeta yakni: kepekaan sosial, integritas dan spiritualitas pelayan.
Turut hadir dalam kebaktian tersebut, wakil gubernur NTT,  Drs. Benny Litelnoni, Ketua Komisi V DPR-RI yang juga anggota MS-GMIT Ir. Fary Francis dan  Mantan Direktur Bank NTT, Daniel Tegu Dedo.

Wakil Gubernur, Drs. Benny Litelnoni dalam sambutannya mengharapkan para pendeta untuk meneruskan visi Yesus Kristus melalui karya-karya yang membangun iman jemaat. Ia juga mengungkapkan bahwa ada banyak tantangan di lapangan yang sedang dihadapi oleh para pendeta. Tapi tidak perlu ragu, karena dengan kerja sama yang kuat di dalam jemaat dan bersama pemerintah tantangan-tantangan itu pasti bisa dikelola dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *