Tata Ibadah Tahun Baru – Hidup bersama sebagai keluarga Allah

KEBAKTIAN TAHUN BARU 2016

Jumat, 01 Januari 2016

 

PERSIAPAN

Umat bersaat teduh/doa pribadi

penyalaan lilin oleh liturgos

PANGGILAN BERIBADAH (Jemaat berdiri)

Penatua    :   Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan,

Jemaat      :   Oleh sebab itu aku akan berharap:

Pelayan : Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,

Jemaat : Tak habis-habisnya rahmat-Nya,

Pelayan : Selalu baru tiap pagi;

Jemaat : Besar kesetiaan-Mu!

Pelayan : “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku,

Jemaat : Oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

Pelayan : TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya

Jemaat : Bagi jiwa yang mencari Dia.

P + J : Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN. [Rat. 3:21-26]

Jemaat : Menyanyi NKB 189 ”Pegang Tanganku” do = d, 3 ketuk

  1. Kuingin selalu dekat pada-Mu, ikut ’Kau, Tuhan, tiada jemu.

Bila Kaupimpin kehidupanku, tak ’kan ’ku ragu, tetap langkahku.

Refr:  O Jurus’lamat, pegang tanganku, bimbingan-Mu yang aku perlu;

b’ri pertolongan dan kuasa-Mu, o Tuhan Yesus, pegang tanganku.

  1. Gelap perjalanan yang aku tempuh, namun cerah berseri jiwaku.

Susah, kecewa di dunia fana, damai menanti di sorga baka.

VOTUM DAN SALAM

Pelayan : Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Jemaat : Amin ya Amin

Pelayan : Damai sejahtera bagi Saudara semua.

Jemaat : Kini dan selamanya (Jemaat duduk

KATA PEMBUKA

Pelayan : SOP (Syukur, Optimis dan Positif) menjadi tekad kita di tahun 2016. Dengan mensyukuri perjalanan hidup yang sudah kita lalui, kita menjadi optimis di hari-hari mendatang. Syukur dan optimis akan kita lakukan bila senantiasa melihat hidup dengan positif. Oleh karena itu, memasuki tahun 2016 ini kita diundang untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus dan merasakan kesukacitaan dalam Dia agar boleh melangkah dengan sukacita di hari-hari, minggu-minggu dan bulan-bulan ke depan. Mari kota melangkah bersama Tuhan Yesus yang menyediakan diri-Nya menjadi sobat bagi kita semua.

Jemaat : Menyanyi NKB 201:1-2—DI JALAN HIDUPKU

  1. Di hidupku ‘ku ada sobat yang setia, yang s’nantiasa berjalan sertaku;
    masa gelap dibuat-Nya terang ceria, itulah Yesus, Jurus’lamatku.

Refr: ‘Ku tak cemas ‘kan jalan yang naik turun
lewat lembah dan gunung yang terjal;
sebab Tuhan berjalanlah di sampingku,
memimpinku ke neg’ri yang kekal.

  1. O kasih-Nya besarlah tiada taranya, dengan rela Dia mati bagiku;
    kepada-Nya ‘ku s’rahkan jiwa dan raga, sejak itu Dia bimbingku s’lalu. Refr.:

PENGAKUAN DOSA

Penatua : (Jemaat menaikkan doa pengakuan dosa pribadi. Setelah dirasa waktunya cukup, penatua menaikkan doa pengakuan dosa)

Penatua : Berdoa

Jemaat : Menyanyikan NKB 34:1,3 SETIA-MU TUHANKU TIADA BERTARA

  1. Setia-Mu, Tuhanku, tiada bertara di kala suka, di saat gelap.
    Kasih-Mu, Allahku, tidak berubah, ‘Kaulah Pelindung abadi tetap.

Refr. Setia-Mu Tuhanku, mengharu hatiku, setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,  sehingga akupun puas lelas.

  1. Damai-Mu ‘Kau beri, dan pengampunan

dan rasa kuatir pun hilang lenyap,

kar’na ‘ku tahu pada masa mendatang:
Tuhan temanku di t’rang dan gelap. Refr.:

BERITA ANUGERAH

Pelayan : Allah yang penuh kasih melimpahkan pengampunan dosa bagi anak-anakNya. Dan bukan hanya itu saja, Allah yang penuh kasih memberikan kita keselamatan, seperti firmanNya dalam  Kisah Para Rasul 13:47 demikian:Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”Demikianlah Berita Anugerah dari Tuhan.

Jemaat : Syukur kepada Allah

Pelayan : Marilah kita saling menerima, saling mengasihi dan saling mengampuni, dengan memberikan salam damai.

(Jemaat saling bersalaman)

Jemaat : Menyanyikan PKJ 242:1 SEINDAH SIANG DISINARI TERANG

Seindah siang disinari terang cara Tuhan mengasihiku;

Seindah petang dengan angin sejuk cara Tuhan mengasihiku.

Tuhanku lembut dan penyayang dan aku mengasihi Dia.

kasihNya besar; agung dan mulia cara Tuhan mengasihiku.

REFLEKSI TAHUN BARU

Pelayan : Pagi ini matahari bersinar lembut menawarkan hari baru penuh harapan. Udara pagi tahun 2016 membangkitkan semangat hidup di hati kita. Ada kesegaran baru yang menyusup masuk kedalam jiwa kita. Kita msih hidup.

Jemaat : Hari ini, Allah tersenyum bersama mentari membangunkan kita dari kegelapan malam

Pelayan : Sekarang kita punya harapan baru untuk membangun hidup. Dengarlah janji Tuhan “Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.” (Ayub.22:28).

Jemaat : Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma  5:5)

Pelayan : Marilah kita bangkit berdiri dan menyatakan doa pergantian kita secara berbalas-balasan… (Jemaat berdiri)

Ya Bapa, hunilah hati kami juga ketika waktu beralih dengan kebeningan dan kehangatan cinta kasih

Jemaat : Sehingga dimanapun kami berada, kami tak terpisah dari Engkau dan rumahMu karena disini ada kedamaian dan rasa sejahtera

Pelayan : Bahkan karuniakan kami kekuatan pengharapan untuk menerima kehidupan, entah itu penuh kesenangan atau dukacita

Jemaat : Yang Engkau nyatakan dengan kasih dan kesetiaanMu, untuk kami dan untuk semesta alam.

Pelayan : Ya Bapa, isi hati kami dengan kebeningan cinta kasihMu

Jemaat : Sehingga ketika kami dilanda cobaan kami tetap tegar berdiri di atas batu dan mampu menghadapi segala sesuatu dengan iman

P + J : Karena Engkau menyertai dan memberkati kami. Amin.

Jemaat : Menyanyi NKB 49:1,3—Tuhan Yang Pegang

  1. Tak ku tahu kan hari esok, namun langkah tegap

Bukan surya ku harapkan kar’na surya kan lenyap

O tiada ku gelisah akan masa menjelang

Ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang

Refr. Banyak hal tak ku fahami dalam masa menjelang

Tapi t’rang bagiku ini: tangan Tuhan yang pegang

  1. Tak kutahu ‘kan hari esok, mungkin langit ‘kan gelap

Tapi Dia yang berkasihan melindungi ‘ku tetap

Meski susah perjalanan, g’lombang dunia menderu

dipimpinNya kubertahan sampai akhir langkahku. Refr.   (Jemaat duduk)

Pelayanan Firman

Presbiter : Berdoa

Membaca alkitab PL/PB

Jemaat : Menyanyi : Haleluya…haleluya..haleluya

Pelayan : Berkhotbah

Paduan Suara/Vocal Group/Solo

Pengakuan Iman Rasuli (Jemaat berdiri)

Pelayan : Bersama dengan semua orang percaya dimana saja, mari kita ikrarkan Pengakuan Iman Rasuli.

P + J : Aku percaya kepada ………..

Jemaat : Menyanyi NR 77:1 (dinyanyikan dengan nada KJ 3-Kami Puji Dengan Riang)

Kupercaya Allah Bapa, Maha Kuasa dan benar,

Khalik langit maupun bumi, seg’nap dunia yang besar.

Oleh rahmat-Nya ku ada; pengharapanku teguh;

Kar’na Bapa menentukan perjalanan hidupku (Jemaat duduk)

PERSEMBAHAN

Diaken : Tuhan Allah telah melimpahkan berkat di sepanjang tahun 2014. Marilah kita sambut tahun baru 2015 ini dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Allah melalui persembahan hidup kita, seperti firmanNya di dalam Ibrani13:15-16: “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”

Jemaat : Menyanyi PKJ 147:1-3— DI SINI AKU BAWA

  1. Di sini aku bawa, Tuhan, persembahan hidupku,

semoga berkenan.

Berapalah nilainya, Tuhan, dibandingkan berkat-Mu

yang t’lah Kau limpahkan.

T’rimalah, Tuhan. O t’rimalah, Tuhan!

  1. Tanganku yang kecil, ya Tuhan,

belum mencari makan sendiri, ya Tuhan.

Terimalah hatiku, Tuhan,

menjadi persembahan yang Tuhan perkenan.

T’rimalah, Tuhan. O t’rimalah, Tuhan!

  1. Kuingat firman-Mu, ya Tuhan,

yang mengajarkan kami mengingat yang kecil.

Berkati semuanya, Tuhan,

supaya persembahan tetap mengalir t’rus.

T’rimalah, Tuhan. O t’rimalah, Tuhan!

Diaken : Berdoa persembahan (Jemaat berdiri)

Doa Syafaat

Pelayan : Berdoa

Warta Pelayanan Jemaat

NYANYIAN PENUTUP         (Jemaat berdiri)

Jemaat : Menyanyi PKJ No.164:1 ”Jalan Hidup Tak Selalu”

Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat

Namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat

Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal

Di atasnyalah membusur p’langi kasih yang kekal

Reff. Habis hujan tampak p’lang bagai janji yang teguh

Di balik duka menanti p’langi kasih Tuhanmu

PENGUTUSAN DAN BERKAT

Pelayan : Yesus berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut. Aku telah menyertaimu kemarin dan akan menyertaimu selalu. Berjalanlah dalam terang Tuhan Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Jemaat : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Pelayan : Pulanglah dengan membawa berkat Tuhan. “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera dari sekarang sampai selama-lamanya”.

Jemaat : Menyanyi : Amin… amin… amin.

 

Saat Teduh Jemaat

Salam Jabat Jemaat

Jemaat : Menyanyi  PKJ 165:1—JANJI YANG MANIS

Janji yang manis: “Kau tak kulupakan“ Tak terombang-ambing lagi jiwaku.

Walau lembah hidupku penuh awan, Nanti kan cerahlah langit di atasku.

Refr:  Kau tidak kan Aku lupakan, Aku memimpinmu

Aku membimbingmu; Kau tidak kan Aku lupakan.

Aku Penolongmu, yakinlah teguh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *