Tata Kebaktian Penahbisan Gedung Kebaktian

  1. DI HALAMAN RUMAH KEBAKTIAN

PERSIAPAN     :  (Jemaat dan para undangan mengambil tempat di halaman Rumah Kebaktian).

Kata Pengantar oleh Panitia (Pemandu Acara)

–          Penyambutan

–          Pembukaan selubung

Jemaat              :  Berdiri.

Pelayan            :  Betapa disenangi tempat kediamanMu, ya Tuhan semesta alam. Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan, dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Jemaat              :  Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu yang terus-menerus memuji Engkau.

Jemaat              :  Menyanyi KJ. No. 252 : 1  (Batu penjuru Greja)

  1. Batu Penjuru Greja dan Dasar yang Esa,

Yaitu Yesus Kristus Pendiri umatNya,

Dengan kurban darahNya, Gereja ditebus

Baptisan dan firmanNya, membuatnya kudus.

 

PENYERAHAN KUNCI:

Pelayan            :  Marilah kita menyaksikan penyerahan kunci dari Panitia Pembangunan Rumah Kebaktian kepada Majelis Jemaat.

(Ketua Panitia Pembangunan Rumah Kebaktian menyerahkan kunci kepada salah seorang anggota Majelis Jemaat yang telah ditentukan untuk itu.   Selanjutnya Penatua atau Diaken yang menerima kunci, membuka pintu Rumah Kebaktian, dan mempersilahkan Jemaat serta para undangan memasuki Rumah Kebaktian dan mengambil tempat duduk.

 

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP :

  1. DI DALAM RUMAH KEBAKTIAN:

Penatua           :  Bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang daripadaNya dari hari ke hari.

Ceriterakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan – perbuatanNya di antara segala suku bangsa.

Jemaat              :  ( Jemaat diundang berdiri dan menyanyi KJ No. 14 : 1, 2)

Jemaat              :  1.  Muliakan Tuhan Allah )  2 x

muliakan pimpinanNya,

dalam kasih sayangNya.

  1. Kami datang kepadaMu) 2 x

bersyukur sebulat hati,

karna kasihMu besar.

 

LITANI

Penatua           :  Tuhanlah yang empunya bumi, serta segala isinya, dunia serta yang diam di dalamnya.

Jemaat              :                 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

Penatua           :  Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan?  Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang Kudus?

Jemaat              :  Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Penatua           :  Dialah yang akan menerima berkat Tuhan, dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Jemaat              :  Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, dan yang mencari wajahMu, ya Allah Yakub.

Penatua           :  Angkatlah kepalaMu hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan.

Jemaat              :  Siapakah itu Raja Kemuliaan?

Tuhan Jaya dan Perkasa, Tuhan Perkasa dalam peperangan.

Penatua           :  Angkatlah kepalaMu hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu  yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan.

Jemaat              :  Siapakah itu Raja Kemuliaan?  Tuhan semesta alam, Dia-lah Raja Kemuliaan.    (Jemaat duduk)

 

PENYERAHAN RUMAH KEBAKTIAN DAN PENAHBISAN:

Penatua           :  (Menyerahkan Gedung Kebaktian kepada Majelis Sinode GMIT, untuk ditahbiskan – sambil berkata:   Atas nama  Majelis  Jemaat Galed Kelapa Lima, saya menyerahkan Rumah Kebaktian ini, untuk ditahbiskan dan dipakai oleh jemaat sebagai tempat berbakti kepada Tuhan.

Pendeta           :  Jemaat yang kekasih dalam Yesus Kristus!

Atas nama Majelis Sinode GMIT, saya menerima Rumah Kebaktian ini, untuk ditahbiskan sebagai tempat berbakti kepada Tuhan.

Dengarlah Firman Tuhan sebagaimana yang tertulis di dalam II Tawarikh 6:18-21: “Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu ini! Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu — dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya dari tempat kediaman-Mu, dari sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.”

Berdasarkan Firman Tuhan ini, saya sebagai hamba Yesus Kristus, menahbiskan Gedung Kebaktian ini sebagai tempat beribadah bagi Jemaat Galed Kelapa Lima dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Kiranya Allah Bapa kita dalam Yesus Kristus, yang telah memanggil kita untuk beribadah kepadaNya, menerangi dengan Roh Kudus setiap orang yang memimpin dan beribadah di tempat ini, agar jemaat ini berbuah-buah bagi Allah.

 

PENYERAHAN PERLENGKAPAN KEBAKTIAN:

PENYERAHAN ALKITAB:

Penatua           :  (Seorang Penatua membawa Alkitab, meletakkannya di mimbar kecil, dan membaca dari Lukas 4:16-20).

“Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya  pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.” Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Pendeta 1        :  (Berdiri di samping Alkitab dan berkata):

Ingatlah juga bahwa dari kecil  engkau sudah mengenal Kitab yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

PENYERAHAN ALAT-ALAT BAPTISAN:

Anggota Jemaat :(Seorang Anggota Jemaat membawa masuk alat-alat Baptisan, meletakkannya di tempatnya dan berkata):

Pergilah kamu jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan  segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Pendeta 2        :  (Berdiri di samping alat-alat baptisan itu dan berkata):

Tuhan telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

 

PENYERAHAN ALAT-ALAT PERJAMUAN KUDUS:

Diaken              :  (Seorang Diaken  membawa masuk alat-alat perjamuan, meletakkannya ditempatnya dan berkata):

Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan Darah Kristus?

Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan Tubuh Kristus?

Pendeta 3        :  (Berdiri di samping alat2 Perjamuan dan berkata):

Tuhan Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

Demikian juga dibuatnya dengan cawan sesudah makan. Ia berkata: “Cawan ini adalah Perjanjian Baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.”

 

D O A

Pendeta 1        :  Berdoa.

“Ya Allah yang kekal, kami berdoa kepadaMu, penuhilah hamba-hambaMu yang akan memberitakan FirmanMu di tempat ini dengan RohMu, supaya mereka menyampaikan FirmanMu dengan murni, dan bersih, untuk mentobatkan hati orang-orang yang berdosa dan meneguhkan iman anak-anakMu.

Jemaat              :  Ya Allah, dengarlah kiranya doa kami!

Pendeta 2        :  Ya Allah yang Maha Murah, kami berdoa kepadaMu, kiranya setiap orang yang menerima baptisan yang kudus di sini oleh Roh Kudus, dipersatukan dengan Tubuh Kristus, agar mereka dikuburkan bersama-sama dengan Dia  di dalam kematianNya dan boleh bangkit bersama-sama dengan Dia di dalam suatu kehidupan baru.

Jemaat              :  Ya Allah, dengarlah kiranya doa kami!

Pendeta 3        :  Ya Allah yang Maha Kuasa, kami berdoa kepadaMu kiranya semua orang yang merayakan Perjamuan Kudus di sini oleh Roh Kudus, boleh datang dengan penyesalan yang benar, iman yang teguh, dan kasih yang murni, agar hati mereka  dikenyangkan dengan roti sorgawi, yaitu Yesus Kristus, dan tidak lagi hidup dalam dosa mereka, tetapi Kristus di dalam mereka  dan mereka di dalam Kristus.

Jemaat + Pelayan : Ya Allah, dengarlah kiranya doa kami.  A m i n.

Jemaat : (Berdiri) dan Menyanyi Kidung Jemaat 15 : 1, 2 (berdiri)

  1. Berhimpun semua menghadap Tuhan,

dan pujilah Dia pemurah benar.

Berakhirlah segara pergumulan,

diganti kedamaian yang besar.

  1. Hormati namaNya serta kenangkan,

mujizat yang sudah dibuatNya.

Hendaklah trus syukurmu kau nyatakan,

di dalam hidupmu seluruhnya.

 

VOTUM:

Pelayan            :  Pertolongan kita, ialah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaanNya sampai selama-lamanya, dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya.

SALAM

Pelayan            :  Tuhan menyertai saudara sekalian;

Jemaat              :  Tuhan menyertaimu juga.   (Jemaat duduk).

 

INTROITUS

Pelayan            :  Membaca  nats  pembimbing

Jemaat              : Menyanyi Kidung Jemaat No. 17 : 1

  1. Tuhan Allah hadir pada saat ini, hai sembah sujud di sini.

Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.

Marilah, umatNya, hatimu serahkan, dalam kerendahan.

B E R D O A

Pelayan            :  Marilah kita berdoa

“Ya Allah Bapa yang Maha Kuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena anugerah-Mu, Engkau berkenan menyatakan kehadiran-Mu kepada jemaat-Mu di dunia ini.

Kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau berkenan juga untuk berada dengan kami di tempat ini. Engkau telah berkenan menggerakkan hati anak-anak-Mu untuk mendirikan rumah kebaktian ini. orang-orang kaya dan janda-janda telah memberikan apa yang dapat mereka persembahkan untuk membangun rumah gereja ini. Engkau mengetahui segala yang telah kami buat untuk mendirikannya. Semuanya Tuhan punya dan apa yang telah kami berikan itu kami terima dari tangan Tuhan sendiri.

Kami bersyukur kepada-Mu atas semua orang yang telah membantu mendirikan rumah kebaktian ini, baik dengan harta, tenaga maupun pikiran mereka. Namun kami juga mau mengaku kepada-Mu segala dosa kami. Karena seperti pekerjaan kami yang lain, demikian pula pekerjaan pembangunan gedung kebaktian ini, telah dinodai dengan dosa kami, yang tak dapat kami sembunyikan di hadirat-Mu. Kami mohon kepada-Mu, kasihanilah kami dan ampunilah dosa kami, dari segala keangkuhan, perselisihan, kekikiran dan pikiran-pikiran kami yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu.

Kami semua tidak layak meminta kepada-Mu untuk memberkati rumah yang kami bangun ini. Tetapi Engkau Maha Kasih dan setia; berkatilah tempat yang Engkau katakan akan menjadi kediaman nama-Mu di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Jemaat              : Menyanyi Kidung Jemaat 287b : 1

  1. Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan,

Sempurna dan besar segala karya Tuhan.

DibriNya kitapun, anugrah dan berkat,

yang tak terbilang trus, semula dan tetap.

 

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP:

 

PEMBERITAAN FIRMAN:

Penatua            :  Berdoa untuk pemberitaan Firman.

Membaca bagian Alkitab,  kemudian mengucapkan: “Demikianlah Firman Tuhan.”

“Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Allah, dan mememeliharanya di dalam hidupnya.”   Haleluya!

Jemaat              :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *