Yayasan Pendidikan Astra Indonesia Bantu Dua Sekolah GMIT

Foto bersama Pengurus Yayasan Pendidikan Astra dan Ketua BP Pendidikan Sinode GMIT (dari kiri ke kanan) Muhammad Indra, Budi Gunawan, Handoko Pranoto, Kristanto, Pdt. Elisa Maplani, Lili Harjanto dan Rudi Kristianto.

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Sepanjang 20 tahun berkiprah di Indonesia, baru pada tahun 2019 ini, Yayasan Pendidikan Astra (YPA) memasukan dua sekolah swasta dalam daftar sekolah binaan. Dua Sekolah Dasar yang beruntung itu adalah SD GMIT Oelolot dan SD GMIT Mbueain di Kecamatan Rote Barat, Klasis Rote Barat Laut.

Handoko Pranoto, salah satu pengurus YPA menjelaskan terpilihnya dua sekolah GMIT di Kabupaten Rote Ndao tersebut merupakan yang pertama kali di Indonesia. Sebelumnya, ungkap Handoko, YPA tidak pernah menggandeng sekolah swasta.

“Ini pertama kali di Indonesia, Yayasan Pendidikan Astra memasukan sekolah swasta dalam daftar sekolah-sekolah binaan kami. Selama ini kami hanya bantu sekolah negeri karena prinsip kami bantuan harus bersifat nasional. Tidak boleh berpihak pada kelompok tertentu saja. Akan tetapi untuk dua SD GMIT di Rote Barat secara khusus kami libatkan oleh karena kedua sekolah itu berdekatan dengan SMP Negeri 3 Rote Barat yang sudah kami bina sejak tahun 2018 yang lalu,” kata Handoko.

Handoko mengungkapkan selama ini YPA menerapkan sistem pembinaan “sekolah eskalator” atau berjenjang dimulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK. Mengingat SMP Negeri 3 Rote Barat-Mbueain, setiap tahun menerima siswa lulusan dari SD GMIT Oelolot dan SD GMIT Mbueain maka mau tidak mau kedua sekolah itu perlu dilibatkan agar lulusan yang melanjutkan ke SMP tersebut memiliki kualitas akademik yang bagus.

“Kita punya konsep eskalator, dari SD kita bina, terus ke SMP dan SMA/SMK. Makanya kenapa kita memasukan dua SD GMIT, supaya eskalatornya nyambung,” kata Handoko.

Dalam mempersiapkan kualitas sekolah sebagai agent of change melalui model “sekolah eskalator”, YPA mengusung 4 pilar pembinaan yakni akademik, karakter, kecakapan hidup dan seni budaya.

Untuk peningkatan kapasitas guru di bidang akademik, Handoko menjelaskan YPA bekerja sama dengan Universitas Widya Mandira-Kupang sedangkan untuk bidang karakter dengan Sekolah Generasi Unggul. Pelatihan akan dilaksanakan setiap tahun sebanyak dua kali.

“Setiap semester kami evaluasi untuk memastikan sekolah berkembang seperti yang diharapkan atau tidak. Kalau berkembang akan kita dampingi terus,” jelas Handoko.

Sejauh ini YPA telah membina 9 sekolah di Kabupaten Kupang dan 7 sekolah di Kabupaten Rote Ndao. Lili Harjanto, penanggungjawab area Kupang mengaku sekolah-sekolah binaan itu saat ini terus berkembang bahkan ada yang siswanya meraih juara olimpiade sains tingkat kabupaten.

Pada pertemuan dengan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Sekretaris Pengurus YPA, Rudi Kristianto, mengatakan dukungan YPA kepada kedua sekolah tersebut berupa pelatihan kapasitas guru dan peningkatan sarana prasarana sekolah.

Rencananya pada bulan November mendatang YPA dan Majelis Sinode GMIT akan menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerja sama ini.

Pdt. Mery Kolimon menyampaikan terima kasih yang tulus untuk kesediaan YPA mendukung dua SD GMIT tersebut.

“Kita berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Astra yang dalam kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao mau menggandeng dua Sekolah Dasar GMIT di Kecamatan Rote Barat. Kami berharap kerja sama ini dikawal oleh teman-teman Yapenkris Sasando dan juga Majelis Klasis terkait. Kami membuka diri untuk kerja sama dengan pihak-pihak yang tulus membantu, tentu dengan sikap kritis. Semoga melalui kerja sama ini sekolah-sekolah GMIT menjadi lebih baik, generasi masa depan NTT dan masa depan GMIT juga lebih berkualitas.” ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.