Akhir yang belum berakhir – Ulangan 32:48-52

Natsku : Kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, (Ulangan 32:50a)

 

Ada lima kitab dalam PL yang disebut-sebut sebagai yang ditulis oleh Musa: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Dalam kelima kitab itu ada dua nama yang sangat menonjol. Kisah hidup mereka mewarnai halaman demi halaman kitab itu. Kedua nama itu adalah Abraham dan Musa.

Tokoh yang pertama, Abraham memimpin keluarganya keluar dari Urkasdim, tempat yang penuh kegelapan secara spiritual dan iman (bdg. Yosua 24:2). Dari Urkasdim di seberang sungai Efrat, Abraham menyeberang ke Kanaan.Tokoh yang kedua, Musa.Ia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, negeri yang penindasan dan perbudakan. Dari Mesir yang di seberang sungai Nil dan laut teberau, Musa menyeberang masuk ke Kanaan.

Abraham sudah mati.Ia dikuburkan di gua Makpela yang ada di Hebron. Musa juga sudah mati.Kuburannya tidak ditemukan.Tetapi dia mati di gunung Nebo, satu tempat yang cukup tinggi. Dari sana ia bisa melihat seluruh negeri Kanaan. Hebron ada di perbatasan Selatan Kanaan.Nebo di perbatasan Timur Kanaan.

Selama hidup Abraham mendengar janji dari Tuhan bahwa Kanaan akan menjadi miliknya dan anak cucunya. Musa juga demikian. Sejak dari Mesir, Allah terus menerus berjanji kepadanya bahwa bangsa yang dia pimpin itu akan memasuki tanah Kanaan dan diam di situ sebagai pemilik. Abraham dan Musa percaya kepada janji itu dan mereka mengatur hidup begitu rupa untuk memperoleh janji itu.

Sayangnya, mereka berdua mati sebelum melihat penggenapan janji itu, bukan karena Allah ingkar janji, tetapi karena saat untuk penggenapan janji itu belum tiba. Abraham dan Musa sudah lama mati, tetap cerita keluaran yang dijalani Abraham dan Musa belum selesai. Cerita keluaran yang mereka jalani masih terbuka untuk kita jalani. Janji yang diberikan Allah kepada Abraham dan Musa juga belum selesai. Kita harus melakukan apa yang Abraham dan Musa lakukan. Abraham memimpin keluarganya keluar dari tempat yang penuh kegelapan karena dosa penyembahan berhala. Musa memimpin Israel keluar dari tempat yang penuh dosa karena penindasan, perbudakan dan kerja paksa.

Kita mesti melakukan hal yang sama. Keluar dari hidup yang lama untuk menuju hidup yang baru. Abraham dan Musa mati di perbatasan masuk ke tanah itu. Di situ mereka menunggu penggenapan janji Allah. Kelak saat Mesias datang, mereka akan dibangkitkan dan masuk ke negeri yang dijanjikan Allah. Kita terpanggil menjalani hidup seperti Abraham dan Musa, mati dan dikuburkan di perbatasan negeri perjanjian dan saat Yesus datang kembali kita sudah siap untuk masuk ke kota yang indah itu, rumah Bapa. (Eben Nuban Timo)

 

Wise Words : Hidup adalah penting tapi yang terpenting adalah hidup di dalam Kristus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *