Berbuah Untuk Tuhan

Pembacaan Alkitab : Yohanes 15:1-8

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5)

Di depan rumah kami ada beberapa pohon yang sudah berbuah. Sekalipun halaman rumah kami kecil tapi kami tanami dengan banyak pohon. Di antara semua pohon, hanya pohon advokad yang tidak menunjukkan tanda akan berbuah. Mama saya berusaha mengkerat batang pohon, katanya supaya bisa berbuah, tapi tetap tanpa hasil. Kami lalu mengusulkan agar ditebang saja dan diganti dengan pohon lain. Tapi karena sudah sangat besar dan tinggi akhirnya sebagian kami tetap memilih untuk mempertahankannya. Bagaimanapun pohon tersebut cukup mengecewakan karena sama sekali tidak menghasilkan buah.

Saya membayangkan kalau menanam pohon dengan tujuan untuk berbuah maka tentu saja ia harus berbuah. Kalau tidak berbuah sama sekali maka tak ada gunanya dipertahankan. Berbeda kalau menanam pohon hanya untuk merindangkan halaman maka tidak perlu ada kekecewaan, sebab kita tahu tujuannya.

Sahabat Kristus, setiap kita juga diumpamakan sebagai pohon anggur yang ditanam dalam dunia dengan tujuan yakni menghasilkan buah. Tuhan tidak menciptakan kita tanpa tujuan. Tuhan menciptakan masing-masing kita berbeda dengan tujuan yang berbeda pula yakni menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna untuk Tuhan dan untuk dunia. Akan tetapi pilihan untuk mewujudkan tujuan Tuhan ada di tangan kita. Pada akhirnya, kitalah yang mesti mengerti apa yang Tuhan inginkan dari kita, apa yang mesti kita lakukan, apa yang harus kita hasilkan. Tanpa semua itu maka hidup kita akan sia-sia, tanpa arti dan makna. Tanpa memenuhi tujuan Tuhan atas kita yakni menghasilkan buah maka percuma Tuhan menciptakan kita.

Langkah untuk menemukan apa yang Tuhan mau dari kita sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan kita adalah memberi diri untuk dekat dengan Tuhan dan bertumbuh di dalam Tuhan. Manfaatkanlah doa sebagai sarana untuk tidak saja mengungkapkan mau kita kepada Tuhan tapi juga kesempatan untuk mendengar mau Tuhan dari kita. Itu hanya bisa didapatkan dengan setia bersaat berteduh.

Berhati-hatilah karena apabila kita tidak menghasilkan buah-buah sesuai dengan penetapan Tuhan, maka kita akan dipangkas Tuhan lalu menjadi layu dan mati. pada saat itu, hidup kita benar-benar sia-sia.

Wise Words : Hidup punya tujuan yang mesti dipenuhi dalam pencarian akan makna hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *