Beri Sabar Yang Panjang – Roma 12:9-21

Sedapat-dapatnya,kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.(Roma 12:18)

Seorangteman curhat ke saya tentang persoalannya dengan saudara perempuannya. Iabertanya kepada saya, “Beta pung salah apa kak ko dia terus saja benci danmemusuhi beta?” Saya bingung karena ia memulai percakapan dengan pertanyaanyang sama sekali tidak mengerti duduk persoalannya.

“Yah… saya tidak tahu. Memangnya kamu buat salahapa?” saya balik bertanya.

“Betasonde pernah buat salah apa-apa deng dia.”

Sayalalu menyarankannya untuk bertanya kepada kakaknya apa penyebab kemarahan dansikap permusuhannya tapi ia mengatakan bahwa ia dilarang oleh papa dan mamanyauntuk bertanya. Ia hanya diminta untuk mengerti keadaan kakaknya.

“Kak,lalu beta harus kermana?” sambil menangis ia bertanya.

“Kalau dia marah, dan memakimu apakahtelingamu hilang?” tanya saya sambil bercanda.

“Kalaubegitu beta mau minta Tuhan kasih beta sabar yang paanjanggggg…” Kami lalutertawa bersama.

SahabatKristus, terkadang kita dibingungkan dengan suasana hati sesama kita yangberubah-ubah. Tanpa tahu di mana letak salah kita, tapi yang kita dapatkanadalah amarah, tatapan sinis, kebencian yang diperlihatkan terang-terangan. Kitapunbertanya apa yang telah kita lakukan dan kita terus melakukan pencarian akankesalahan yang mungkin kita buat.

Kitatidak pernah bisa memaksa orang untuk selalu berlaku baik pada kita. Hubunganyang baik dengan sesama, tidak saja bergantung pada diri kita sendiri, tapijuga pada orang lain. Oleh karena itu firman Tuhan menegaskan kepada kita,“Sedapat-dapatnya, jika hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaiandengan semua orang.” Artinya perdamaian, hubungan yang baik dengan sesama, mestikita usahakan semampu kita, tapi kita bukan penentu suatu hubungan berlangsungbaik terus-menerus.

Dalamhubungan antar manusia, dibutuhkan dua orang yang harus sama-sama berusahauntuk menjaga hubungan yang baik. Untuk itu saat kita sudah berlaku sebaik-baiknya,semampu kita, namun mendapati orang lain terus melakukan hal yang sebaliknyamaka kesalahan belum tentu ada pada kita.

Tugas kita adalah terusberlaku baik, tak perduli orang terus memusuhi kita. Pada akhirnya, ‘Apa punjuga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhandan bukan untuk manusia’, (Kolose 3:23.) Maka Tuhan yang melihat segalasesuatunya akan memberkati kita untuk apa yang kita usahakan. (Pdt. Leny Mansopu)

WiseWords : Kesabaran tidak datang kepadamu, tetapi datang dari dalam dirimu (LM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *