Bertemu Tuhan Tiap Hari (Bagian 1) – Lukas 24:13-35

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. (Lukas 24:30-31)

Ada seorang anak Tuhan yang berdoa kepada Tuhan agar sekiranya Ia dapat bertemu dengan Tuhan secara langsung. Ia tak dapat menahan kerinduan untuk melihat wajah Tuhan. Maka terjadilah suatu malam ia bermimpi dan mendapatkan jawaban dari Tuhan bahwa besok Tuhan akan datang untuk menemuinya. Saat bangun, ia mulai mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk bertemu Tuhan. Ia menunggu sambil bersaat teduh pagi tapi Tuhan tidak datang hingga saatnya ia harus ke ke tempat kerjanya. Pikirnya mungkin Tuhan akan menemuinya di kantor. Dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang lelaki yang ditabrak pengendara liar semalam dan dibiarkan tergeletak di jalan. Segera ia menolong lelaki itu dengan menaikkan ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke kantornya. Di sana ia menunggu tapi Tuhan tidak juga muncul. Ia terus menunggu sambil bekerja namun Tuhan tidak kunjung menemuinya hingga waktu makan siang. Ia pergi makan di restoran dekat kantornya dan saat sedang makan ia melihat seorang anak kecil kelaparan sambil menatapnya dari jendela restoran. Ia memanggil anak ini dan membelikannya makanan seperti yang ia makan.

Setelah makan siang, anak Tuhan ini terus menunggu tapi tak juga Tuhan menemuinya hingga jam kantor selesai. Malamnya ia menunggu dengan harap-harap cemas tapi Tuhan tak kunjung datang. Hampir tengah malam ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ia segera membuka pintu dengan semangat. ”Wah, ini pasti Tuhan.” Begitu ia membuka pintu, ternyata tetangganya yang sudah tua mengaku sakit dan meminta obat padanya. Ia segera melayani permintaan tersebut.

Ia hampir putus asa dan karena lelah maka ia tertidur dalam penantian. Dalam tidurnya ia bertemu dengan Tuhan. Ia langsung protes karena Tuhan ternyata tidak menemuinya sama sekali seperti janji Tuhan. Tuhan menjawab, ”Aku telah menemuimu sebanyak tiga kali hari ini.” Ia heran lalu bertanya, ”kapan itu?” Tuhan mengatakan bahwa pertama Tuhan menemuinya dalam rupa lelaki yang ditabrak, lalu kedua dalam rupa anak yang kelaparan dan ketiga dalam rupa tetangga yang membutuhkan obat di tengah malam.

Sahabat Kristus, Tuhan Yesus yang bangkit dan hidup, memungkinkan Ia selalu ada di sekitar kita untuk menemui kita. Sayangnya banyak kali kita tidak menyadari kehadiran Tuhan lalu kita mengabaikan Tuhan. Padahal hampir semua umat Tuhan merindukan untuk bertemu dengan Tuhan. Kita sebenarnya setiap hari bertemu dengan Tuhan Yesus berhadap-hadapan muka.

Dua orang murid yang sedang dalam perjalanan ke Emaus bertemu dan bercakap-cakap dengan Yesus tapi mereka sama sekali tidak mengenal-Nya. Baru setelah Tuhan duduk makan bersama mereka, dan melakukan persis seperti yang biasanya Ia lakukan, maka mereka mengenali-Nya. Inilah kenyataan kehadiran Tuhan yakni Ia dapat saja ada di dekat kita namun kita tidak mengenal-Nya. Maka yang patut kita waspadai adalah jangan sampai kita mengecewakan Tuhan ketika Ia datang menemui kita. (Pdt. Leny Mansopu)

Wise Words : Orang yang bijak akan membiarkan Tuhan menemukannya dan bukan menyibukkan diri mencari Tuhan ke sana ke mari (LM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *