Damai NTT, Damai Bangsaku – SIDANG TAHUNAN BP PEMUDA LINGKUP SINODE GMIT

Badan Pengurus Pemuda GMIT Lingkup Sinode melakukan Sidang Tahunan dengan Tema Damai NTT, Damai Bangsaku. Tema yang mendorong pemuda untuk berkarya dan mengerjakan perdamaian dimulai dari diri dan daerah sendiri.

Kesadaran untuk menghadirkan Kerajaan Allah yang penuh damai di dunia, menjadi faktor pendorong bagi Pengurus Pemuda GMIT Lingkup Sinode untuk melakukan Sidang Tahunan. Setelah Sidang Raya di Sabu lalu Badan Pengurus terpilih memperlengkapi strukturnya dan diperhadapkan, perlu dilakukan sidang tahunan.

Persidangan tahunan ini dilakukan untuk melaporkan hasil-hasil pelaksanaan program pelayanan tahun sebelumnya dan membahas program pelayanan yang akan dilaksanakan pada tahun 2013-2014.

Sidang telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 Juni 2013 di Lantai 3 Kantor Sinode GMIT. Persidangan dibuka dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Emr. Yance Nayoan, S.Th.

Ketua Sinode GMIT saat membuka persidangan, memberi pesan agar pemuda lebih memperhatikan pelaksanaan diakonia dalam gereja. Pemuda diharapkan saling mendukung dan membangun supaya tidak ada yang tertinggal di belakang karena kurangnya berbagai akses  pengetahuan maupun ketrampilan. Program-program pelayanan yang akan diputuskan diharapkan agar diarahkan demi pengembangan pemuda dalam segala aspek kehidupan pemuda.

Sidang diisi dengan panel diskusi dan salam dari beberapa mitra pemuda. Panel diskusi melibatkan beberapa pembicara yang mewakili bidang ilmu masing-masing demi mempersiapkan pemuda dalam menyusun program-program pelayanannya.

Peserta sidang adalah BP Pemuda lingkup sinode, dan perutusan dari BP Pemuda Lingkup Klasis. Beberapa klasis tidak mengirimkan perutusannya dikarenakan cuaca yang tidak mendukung.

Program-program yang diputuskan bersama dalam sidang, lebih mengarah pada pengembangan ekonomi bagi para pemuda. Hal yang menarik adalah hasil sidang menetapkan bulan bulan Juli menjadi bulan pemuridan bagi pemuda GMIT. Pemuda GMIT mendorong melalui  program-programnya agar terbuka kemungkinan pemuridan terjadi di kalangan pemuda GMIT seluruhnya. Salah satu bentuk dorongan agar proses pemuridan terjadi adalah Penerbitan buku ajar pemuridan, dan bahan-bahan PA.

Ketua BP Pemuda GMIT, Winston Rondo, menyatakan, “BP Pemuda GMIT adalah tim yang kuat. Kami akan berusaha bersama melaksanakan semua program yang telah diputuskan. Tapi kami tetap butuh dukungan dari teman-teman BP Pemuda di Lingkup Klasis maupun Jemaat serta Majelis Sinode dan UPP kategorial bidang pemuda.” ••• Leny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *