Dosa Yang Manis – Amsal 5:21-23

Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri. (Amsal 5:22)

Jenis kupu-kupu Maculinea Arion biasanya meletakkan telurnya di daun. Dalam beberapa hari, telur itu menetas menjadi ulat. Ulat itu kemudian turun ke tanah untuk bertemu semut. Semut dengan senang hati menyerang ulat. Untuk mempertahankan diri, ulat mengeluarkan cairan manis dari kelenjar khusus di tubuhnya. Semut menyukai cairan itu sehingga membawa ulat ke sarangnya. Di sana, semut memakan cairan manis yang dikeluarkan sang ulat sementara ulat itu memakan bayi-bayi semut yang ada di sekitarnya. Ulat terus makan semut-semut kecil sampai ia berubah menjadi kupu-kupu dan terbang pergi.

Semut-semut itu tidak pernah menyadari bahwa kesukaan mereka akan cairan manis yang keluar dari tubuh sang ulat harus dibayar dengan kematian anak-anak mereka, calon masa depan koloni mereka. Sama seperti dosa yang kita lakukan, selalu terasa manis sehingga tanpa kita sadari dosa telah membunuh banyak kebaikan dalam diri kita, dosa telah merusak hari esok kita, dosa telah menjauhkan kita dari Allah kita.

Sahabat Kristus, dosa juga memikat hari karena rasanya manis dan enak. Menyenangkan punya uang yang banyak dan bisa membeli apa saja. Menyenangkan bisa hidup dalam kemewahan. Menyenangkan bisa menikmati kehidupan sex secara bebas. Anda dapat sangat mudah terjebak pada sisi nikmat dan manisnya dosa untuk dinikmati. Padahal dosa sangat berbahaya. Rasa manis dan kenikmatan dosa mesti dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Dan betapa mudanya terjerat pada dosa karena konsep-konsep logis yang terlihat masuk akal. Maka berhati-hatilah dengan setiap bentuk keinginan dosa yang masih melekat pada diri. Sebab setiap kali anda melakukan dosa, ada pengorbanan yang jauh lebih besar yang akan dituntut dari anda. Dosa sekalipun terasa manis dan menyenangkan untuk dinikmati tapi menggiring pada kebinasaan dan menjauhkanmu dari Allah.

Allah tidak berkompromi dengan setiap bentuk dosa dan kesesatanmu. Ia mau mengampuni setiap dosa-dosa umat-Nya tapi Ia tidak bisa dipermainkan dengan sikap seenaknya manusia untuk berbuat dosa. Sebenarnya setiap kali anda memiliki keinginan untuk melakukan dosa, Roh Allah mengingatkanmu. Roh Allah juga mengarahkanmu pada jalan yang benar. Sikap peka mendengar tuntunan Roh Allah akan menyelamatkanmu dari kesesatan dosa. Dengan bantuan Roh Allah maka setiap orang punya kekuatan untuk melawan keinginan dosa. Maka agar terlepas dari jeratan manisnya dosa, anda mesti menjadi orang yang benar-benar dekat dengan Tuhan. (Leny Mansopu)

Wise Words : Dosa menjadi berbahaya saat kita menyepelekannya karena mengira dapat menguasainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *