Kamu Tuhan Yesus – Yohanes 17:20-26

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yohanes 17:23)

 

Pernah saat melakukan pelayanan pemberian makan kepada para penderita sakit jiwa, saya dan beberapa teman bertemu dengan salah seorang penderita sakit jiwa, yakni Ba’i Kletus. Saat itu ia duduk di pinggir jalan umum. Ia tertawa lebar begitu melihat kami lalu menyapa kami dengan ramah. Kami duduk bersamanya di trotoar jalan dan menanyai kabarnya. Ia lalu menunjuk kami satu persatu dan berkata, “Kamu Tuhan Yesus, kamu Tuhan Yesus.”

Kami hanya saling menatap dan tersenyum. Banyak analisa yang kami buat saat mendiskusikan pernyataan Ba’i Kletus ini. Bagi sebagian kami, namanya juga orang sakit jiwa jadi mana mungkin mengerti dengan benar apa yang diucapkannya. Bisa jadi itu adalah ungkapan senangnya karena sangat jarang ada orang yang berani mendekatinya, duduk di pinggir jalan dan bercerita dengannya lalu mencuci tangannya dan memberikannya makan. Tapi yang pasti pernyataannya cukup mengagetkan kami dan sekaligus menghibur karena ia mengenali kami dengan baik dan menunjuk lalu menyebut kami sebagai Tuhan Yesus. Apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang terlalu berlebihan bagi kami.

Sahabat Kristus, menjawab panggilan Tuhan Yesus untuk menyatakan kasih dan keperdulian kepada sesama dapat sangat berdampak bagi orang lain. Itu tidak terjadi dalam hal yang besar tapi melalui hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari. Pada saat kita mau meruntuhkan tembok prasangka terhadap sesama dan mengasihinya dengan tulus, maka kita telah menjadi kasih Kristus yang nyata bagi mereka.

Tuhan Yesus telah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Tapi bukan berarti bahwa Tuhan Yesus tidak lagi ada di bumi. Ia ada dan selalu hadir dalam setiap segi kehidupan manusia. Ia ada untuk menunjukkan kepada manusia seluruhnya bahwa Ia mengasihi manusia. Akan tetapi kehadiran-Nya tidak dalam wujud yang nyata, yang dapat dilihat dengan mata jasmani. Ia hadir di dalam diri kita, setiap orang yang percaya kepada-Nya dan mau melakukan kehendak-Nya.

Pernyataan Yesus bahwa “Aku di dalam mereka….” (Yohanes 17:23a), merujuk pada kenyataan bahwa bagi setiap mereka yang memberi diri untuk percaya dan hidup di dalam Kristus, maka Kristus ada di dalam dia. Kehadiran Kristus di dalam diri orang percaya, dapat dirasakan oleh sesama.

Saat ada sesama yang berdoa kepada Tuhan, memohon uluran tangan Tuhan baginya dan kita tergerak hati untuk menolongnya maka kita telah menjadi tangan Allah yang terulur. Saat itu Kristus ada di dalam kita dan sesama kita memuliakan Allah oleh karena kita.

 

Wise Words : Apabila kita mampu mengumpulkan kebaikan melalui tindakan-tindakan kecil, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *