Mementingkan Mau Sendiri – Kejadian 4:1-16

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)

Manusia adalah makluk yang tidak pernah puas. Setiap kebutuhan yang terpenuhi selalu mendatangkan keinginan yang baru lagi. Memang positif apabila merasa tidak puas sebab itu dapat memacu manusia untuk mencapai peningkatan yang lebih baik lagi. Akan tetapi ketidakmampuan untuk puas akan berakibat manusia semakin tidak tahu bersyukur. Hal tersebut diperparah bila pemuasan keinginan diletakkan pada orang lain maka manusia akan menjadi makluk yang suka menuntut.

Sementara itu ia tidak mau sama sekali untuk memikirkan apa yang diinginkan oleh orang lain. Tipe orang seperti ini adalah orang egois. Mau anak laki-laki lalu istri dipaksa mengandung dan melahirkan, ternyata dapat anak perempuan maka istripun dibunuh.

Barangkali kita sering dibuat heran dengan orang-orang yang egois namun terkadang kita juga menjadi orang yang egois. Kita menuntut orang lain harus begini dan begitu sementara kita tetap berdiri dengan angkuh dan tak mau sama sekali dituntut. Orang egois adalah orang yang belum dewasa. Sekalipun bertubuh besar namun jiwanya masih kekanak-kanakan. Oleh karena itu maka ia sama sekali tidak mau dibebani dengan tanggung jawab untuk memenuhi apa mau orang.

Kecenderungan orang egois adalah menghancurkan orang lain. Kain tergolong orang yang egois karena ia mau mendapatkan segala pengakuan yang terbaik, sekalipun ia tidak memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Maka yang Kain lakukan adalah membunuh adiknya sendiri. Ia tidak cukup mampu untuk melihat kekurangan dirinya. Akumulasi dari kekurangan dan ketidakmampuan dirinya, dia tumpahkan pada menyalahkan orang lain. Akhirnya orang lain yang harus menanggung dipersalahkan olehnya.

Menjaga diri untuk menjadi orang yang tidak egois dimungkinkan apabila kita mampu mengenal dan menerima diri sendiri, lengkap dengan kekurangan dan kelebihan. Dengan begitu kita lebih dapat memahami dan menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. (Pdt. Leny Mansopu)

Wise Words : Janganlah marah bahwa engkau tidak dapat membuat orang lain seperti yang kau inginkan, karena engkau sendiripun tidak dapat membuat dirimu menjadi seperti yang kau inginkan. (Thomas A. Kempis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *