Pandanglah Ke Atas – Ayub 14:1-17

Tetapibila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, dimanakah ia?Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering.(Ayub 14:10-11)

Newton,menemukan teori gravitasi pada saat ia berada di bawah pohon apel dan kejatuhanbuah apel. Newton mulai berpikir tentang mengapa buah jatuh ke bawah. Lalumuncullah teori gaya tarik bumi atau gravitasi. Semua benda pasti jatuh kebawah. Yang jadi soal adalah apakah segala benda hanya bisa jatuh ke bawahsaja? Kira-kira  apakah ada gaya tarikdari atas yang memungkinkan ada yang terangkat dari bawah ke atas? Jawabannyaada. Penguapan. Penguapan adalah bentuk gaya tarik dari atas yang memungkinkanapa yang ada di bumi tertarik ke atas.

Segalasesuatu tentang keberadaan Allah, konsep yang ada di kepala kita adalah Allahada di atas. Tidak saja dalam arti harafiah namun juga menunjuk pada kemuliaanAllah melebihi manusia. Kekuasaan Allah ada di atas manusia. Manusia sebagaimakluk yang otoritas dan kemampuan berada di bawah, selalu membutuhkan Allahyang melebihi manusia untuk menjadi tempat bergantung. Untuk itu maka dalammenjalani hidup, manusia diharuskan untuk memandang ke atas, kepada Allah.

SahabatKristus, saat memandang ke atas maka hidup kita menguap untuk Allah. Ayubmenegaskan bahwa hidup manusia hanya sekejab saja. Muncul sejenak lalu hilangbegitu saja bersama kematian. Yang penting dari hidup bukanlah seberapa lama iabertahan lama, namun kemanakah ia menguap. Tuhan Yesus bangkit dan kemudiannaik ke Sorga sebagai pembuktian bahwa setiap mereka yang percaya kepada-Nyaakan naik ke atas. Naik seperti penguapan. Naik dikarenakan memberi hidup untukditarik oleh gaya tarik Allah. Naik ke atas bersama kebangkitan Kristus karenakita hidup di dalam percaya kepada Dia yang dibangkitkan dan naik ke Sorga.

Olehkarena itu setiap kita yang percaya kepada Kristus, selalulah memandang Allah,ke atas, tempat di manaKristus ada duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Tapi bukan berarti lalu keseluruhanhidup kita hanya memandang ke atas tanpa perduli akan hidup di dalam dunia.Hidup orang percaya seumpama sebelah tangannya terulur ke atas untukmengharapkan kasih Allah dan sebagai wujud penyerahan diri, sekaligus sebelahtangannya terulur di dalam dunia untuk melanjutkan kasih Allah yang telahditerimanya. Dengan begitu maka hidup kita akan menjadi berguna di dunia danpada akhirnya menguap ke atas untuk bersama Kristus dalam Rumah Bapa.

Pandanglahke atas dan biarkan hidup menguap bagi Allah. Itu penting supaya hidup tidakberlalu begitu saja, hilang lenyap tanpa bekas. Hidup yang menguap kepadaAllah, seperti air yang menguap ke atas lalu turun ke bumi dan menjadi berkatbagi bumi. (Pdt. Leny Mansopu)

WiseWords : Hidup yang sukses bukan hidup yang selalu menuai keberhasilan namun hidupyang berarti bagi orang lain (LM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *