Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja – Jemaat GMIT Hosana RSS Liliba

“Kesalahan besar bagi Jemaat Hosana bahwa rumah pendeta permanent dan rumah gereja semi permanent. Maka langkah untuk mulai membangun rumah Tuhan adalah langkah benar.” Demikian dikatakan oleh Pdt. Robert St. Litelnoni, S.Th, Ketua Majelis Sinode GMIT, dalam suara gembalanya pada Kebaktian Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Hosana RSS Liliba Klasis Kupang Tengah.

Kebaktian dilaksanakan pada Minggu, 27 April 2014 dan dipimpin oleh Pdt. Leny H.F. Mansopu.

Ketua Panitia Pembangunan, Tom Wanda, mengatakan, “Sejak berdirinya jemaat pada tahun 2005, Jemaat Hosana RSS Liliba berbakti di gedung semi permanent. Kondisi bangunan kemudian dinilai tidak lagi memungkinkan maka dalam Persidangan Majelis Jemaat, diputuskan untuk dibangun gedung yang baru.”

Pembangunan gedung kebaktian Jemaat Hosana yang baru membutuhkan dana sebesar Rp.982 juta. Sementara kendala yang dihadapi adalah jumlah jemaat yang sedikit yakni 43 kepala keluarga.

Pdt. Patricia Djami-Tedens, S.Th. Ketua Majelis RRS Jemaat Hosana Liliba, mengatakan “Jumlah kepala keluarga sedikit namun keinginan jemaat besar untuk membangun gedung kebaktian. Pergumulan jemaat tidak mudah karena untuk sertifikasi tanah saja membutuhkan waktu 10 tahun.” Lebih jauh Pdt. Patricia mengharapkan bantuan dari Sinode GMIT, Walikota Kupang dan semua jemaat Tuhan.

Walikota Kupang, Yonas Salean, M.Si dalam sambutannya menyerukan kepada Jemaat Hosana agar tetap semangat mengerjakan pembangunan gedung gerejanya. Dalam kesempatan itu walikota Kupang memberikan bantuan berupa 500 sak semen. Pdt. Leny Mansopu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *