Pentahbisan Gedung Kebaktian – Jemaat Betesda Oeteta Kupang Timur

Pada tanggal 2 Maret 2014 Jemaat Betesda Oeteta Kupang Timur meresmikan dan mentahbiskan gedung gereja yang telah dibangun selama 10 tahun. Prasasti peresmian ditandatangani oleh Ketua MSH GMIT Pdt. Robert Litelnoni, S.Th dan Ketua DPR Prop NTT, Drs. I. A. Medah.

Sementara pembukaan selubung papan nama Jemaat Betesda Oeteta dilakukan oleh Pdt. Robert. Selanjutnya kepada Pdt. Robert dipersembahkan kunci gedung kebaktian untuk membuka pintu kebaktian dan jemaat dapat masuk ke dalam gedung kebaktian untuk berbakti.

Hari yang sama juga dilakukan serah terima pelayanan dan acara perpisahan antara Pdt. Delviana K. Poick-Snae, S.Th kepada Pdt. Leliana Djobo, S.Th.

Pdt. Delviana K. Poick-Snae, S.Th telah melayani selama 3 tahun, 3 bulan 20 hari dan dimutasikan untuk menjadi tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN). Sementara Pdt. Leliana Djobo, S.Th. sebelumnya melayani di Jemaat Nuklasi Klasis Fatuleu Timur.

Kebaktian pentahbisan dan serah terima pelayanan hari itu dipimpin oleh Pdt. Boy Takoy, S.Th, didampingi oleh beberapa pendeta Klasis Kupang Timur yang terlibat dalam liturgi. Bertindak sebagai pendeta pentahbis adalah Pdt. Robert Litelnoni.

Dalam khotbahnya Pdt. Takoy mengingatkan Jemaat bahwa membangun gedung gereja sangat penting, tetapi seperti yang ditekankan Yeremia dalam Alkitab bahwa ketaatan melaksanakan kehendak Tuhan adalah yang paling penting dan paling utama dibandingkan apapun termasuk bangunan gereja.

Kebaktian dihadiri oleh kurang lebih 600 orang jemaat dan undangan. Tampak hadir tokoh-tokoh masyarakat dan jemaat-jemaat tetangga, juga Ketua STAKN Harun, Y. Natonis, S.Pd, M.Si dan Pembantu Ketua STAKN Drs. Zeth Snae beserta beberapa dosen dan mahasiswa, juga tokoh-tokoh pemerintah.

Pdt. Litelnoni dalam suara gembala, mengatakan, “Satu tugas telah selesai. Tugas yang baru telah menunggu yaitu meneruskan pelayanan dengan pendeta baru. Jemaat menangis pertanda bahwa pendeta yang telah melayani meninggalkan kualitas yang baik bagi jemaat. Kiranya jemaat tetap mengasihi pendeta yang meninggalkan tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan pendeta baru dalam membangun iman jemaat.” ucap beliau.  ••• Imel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *