Prosesi Paskah Amanuban Timur – Klasis Amanuban Timur

Klasis Amanuban Timur melakukan Prosesi Paskah dan Kebaktian Penyegaran Iman sebagai perayaan untuk memaknai sengsara, kematian dan kebangkitan Kristus. Peserta prosesi adalah para pendeta se-Klasis Amanuban Timur, dan sekitar 8.000 jemaat yang datang dari jemaat-jemaat yang terhimpun di Klasis Amanuban Timur. Tampak juga jemaat-jemaat klasis tetangga, jemaat gereja denominasi, muda-mudi Katolik, dan remaja Masjid Amanuban Timur, turut dalam rombongan.

Prosesi dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2014, dengan mengambil rute start dari Jemaat Bethania Haunomaten menujulokasi galian sertu Mnelaanen. Jaraknya 7 kilometer dengan kondisi jalan mendaki, melewati tempat pemukiman jemaat Amanuban Timur.

Pembukaan prosesi didahului dengan doa oleh Pdt. Emmy Sahertian, M.Th. Sementara Pdt. Daniel Nenot’Ek, mewakili Majelis Sinode GMIT memberikan suara gembala sekaligus membuka prosesi secara resmi.

Para aktor yang terlibat dalam lakon prosesi yakni Pdt. Jefry Watileo sebagai tokoh Tuhan Yesus dan pelakon-pelakon lainnya berjalan di depan barisan. Diikuti dengan barisan pendeta yang memakai toga dan jemaat yang berjalan sambil memegang salib.

Jalannya prosesi diisi dengan lakon dan lagu. Ada 6 titik perhentian dan disetiap titik ditampilkan lakon dan pujian oleh Paduan Suara yang telah dipersiapkan.

Titik pertama, drama Perjamuan Kudus Yesus dan kedua belas murid.

Titik perhentian kedua, dimainkan drama Orang Samaria Yang Baik Hati dan Paduan Suara.

Titik perhentian ketiga, dimainkan drama Penyangkalan Petrus dan Paduan Suara

Titik Perhentian keempat, doa oleh Pdt. Elisa Maplani, S.Th

Titik Perhentian kelima, di area pasar, doa oleh Pdt. Emr. Nelci Nenotek-Naiola, S.Th

Titik Perhatian Akhir di bukit penyaliban.

Di sebuah bukit yang berlokasi di galian sertu Mnelaanen, terdapat sebuah bukit sudah tersedia 3 buah salib. Yesus disiksa di bukit itu dan kemudian bersama dua orang disalibkan di atas bukit.

Setelah peristiwa penyaliban, sekelompok perempuan melakukan natoni sambil menurunkan mayat Yesus. Natoni adalah doa sahut-sahutan berupa lagu ratapan para perempuan dalam bahasa Timor.

Diikuti dengan penurunan mayat Yesus.

Ketua Klasis Amanuban Timur, Pdt. Saneb Blegur, S.Th mengatakan, “Yang menjadi harapan dari prosesi ini adalah agar kisah penyaliban dan kebangkitan lebih mudah dihayati oleh jemaat Tuhan.” Lebih jauh Pdt. Saneb mengatakan, “Amanuban Timur sering diberitakan sebagai daerah Islam. Prosesi paskah yang kami laksanakan bersama ini membuktikan bahwa apa yang diberitakan orang lain adalah salah. Buktinya ribuan orang Kristen di Amanuban Timur melakukan prosesi paskah. Tahun lalu prosesi melibatkan 10.000 orang. Sementara tahun ini melibatkan 8.000 orang dalam arak-arakan prosesi. Bahkan kerjasama antar agama didaerah kami baik karena prosesi ini melibatkan Islam dan Katolik.”

Menutup komentarnya, Pdt. Saneb mengatakan, “Kekristenan masih menguasai Amanuban. Kristus masih dan selalu ada di Amanuban.”

Pada kesempatan ini juga dilakukan peresmian 1 buah sumur bor sebagai bantuan dari Gereja Hok Im Thong Bandung. Diikuti dengan Kebaktian Kebangunan Rohani yang dipimpin oleh Pdt. Emr. Yahya Luakusa, S.Th.

* Pdt. Leny Mansopu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *