Studi Pengembangan Pelayanan Pendeta Bagi KMK, BPP dan UPP Lingkup Sinode

Kebutuhan para pemimpin gereja untuk mengasah dan menambah pengetahuan setiap saat sangat diperlukan mengingat gereja ada di tengah-tengah dunia yang terus berubah. Ini menolong para pemimpin gereja sehingga saling bersinergi dalam melaksanakan pelayanan. Sekalipun harus diakui bahwa semua orang dapat berjuang untuk pengembangan diri sendiri namun belajar dalam kebersamaan dan berjuang sambil saling mengangkat dan menopang adalah cara terbaik dalam hidup persekutuan. Itulah sebabnya dilakukan Studi Pengembangan Panggilan bagi para pemimpin gereja. Studi yang dilakukan secara bersama demi pengembangan diri.

Jemaat Ora et Labora Klasis Kupang Tengah menjadi tuan rumah Studi Pengembangan Panggilan (SPP) bagi para pendeta GMIT yang dilaksanakan tanggal 25-28 Juni 2013. SPP adalah salah satu program Majelis Sinode yang dipandang strategis untuk mengatasi permasalahan dan menjawab kebutuhan pelayanan di lingkungan pelayanan GMIT.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan intelektualitas para pendeta dalam memahami peluang , tantangan, ancaman, dan strategi pelayanan yang membangun kehidupan jemaat  serta meningkatkan spiritualitas pelayanan, kemampuan analis, persekutuan dan kinerja dikalangan para pendeta. “ini kesempatan bagi para pendeta untuk mencharge kemampuannya. Biasanya pendeta terlalu sibuk dengan rutinitas pelayanan dan melupakan kesempatan untuk berkumpul dan berdiskusi. Kita butuh kebersamaan, butuh bersinergi.” ucap Pdt. Boy Takoy, Sekretaris UPP Teologi MS GMIT yang menjadi panitia pelaksana kegiatan ini.

Secara resmi kegiatan dibuka oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Robert St. Litelnoni, S.Th. Peserta yang hadir adalah para Ketua Majelis Klasis, BPP dan UPP lingkup sinode. Pdt. Bobby dalam kata sambutannya menekankan pentingnya Studi Pengembangan Panggilan pendeta GMIT.

Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama antara Majelis Sinode GMIT dengan Institut Leimena. Materi yang mendominasi studi ini adalah peran gereja dalam politik dan ekonomi bangsa di mana gereja hidup. Topik ini dinilai penting karena gereja berhadapan dengan tahun politik seperti Pilkada yang akan menjadi bahan pergumulan gereja. Ditambah lagi dengan pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan pemilihan jabatan dalam tubuh gereja sendiri. Itulah sebabnya para pendeta selaku pemimpin di jemaat-jemaat perlu melengkapi diri.

SPP tahap pertama menekankan pada studi bagi para KMK selaku pimpinan wilayah pelayanan yang berhadapan langsung dengan realitas pelayanan. Diharapkan KMK dapat berfungsi dengan baik karena selain sebagai pemimpin gereja, mereka juga dipandang sebagai pemimpin masyarakat. Malah banyak KMK yang menduduki posisi penting dalam jabatan-jabatan di masyarakat. Sayangnya beberapa KMK tidak hadir dalam kegiatan ini, berhubung dengan ketiadaan sarana transportasi yang disebabkan keadaan cuaca.

Kegiatan berlangsung empat hari, mulai jam 08.00 – 21.00 wita. Jenis materi yang dipelajari bersama adalah pengembangan pengetahuan (intelektual), pengenalan konteks pelayanan, pengembangan ketrampilan kepemimpinan dan pengembangan spiritualitas serta pengenalan beberapa jenis software dan sarana komunikasi melalui internet yang diharapkan dapat mendukung pelayanan di jemaat. ••• Imel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *