Laki-Laki Memandang Perempuan, Suatu refleksi terhadap I Petrus 3:1-7

Oleh: Pdt.Okto Nenohai

Apa maksud Allah menciptakan perempuan? Mengapa perempuan itu dijadikan agak berlainan dari laki-laki? Apa maksud Allah menjadikanperempuan lebih halus kulitnya, lebih lemah tubuhnya, lebih sabar dan lebihperasa daripada laki-laki?Mengapa harus ada perempuan?

Banyak perempuan tidak mengetahui mengapa mereka diciptakan Allah. Terlalu sedikit dari antara perempuan yang berjuta-juta jumlahnya didunia ini yang benar-benar mengetahui mengapa mereka dijadikan dan yang sungguh-sungguh menyesuaikan diri kepada peta yang Allah lukiskan.

Perempuan itu makluk ciptaan Tuhan yang sedikit berbeda dari laki-laki. Perempuan mempunyai kulit lebih halus, sendi-sendi tulangnya lebih lemah dan agak berlainan bentuk serta susunan tubuhnya dari laki-laki. Perempuan yang diciptakan Tuhan di taman Eden mempunyai perasaan yang lebih halus dan sikapnya lebih lemah lembut dari laki-laki. Perempuan di taman Eden dijadikan Tuhan dengan mengambil sebilah tulang rusuk Adam untuk dijadikan penolong dan penghibur bagi Adam. Perbedaan-perbedaan itu memungkinkan mereka untuk saling mencintai, sayang satu sama lain dan saling membutuhkan. Ada beberapa maksud Tuhan menciptakan Hawabagi Adam.

Pertama: untuk menolong ( Kej 2:20-22 ). Menolong suami untuk mencapai sukses adalah salah satu kewajiban seorang istri. Selain menolong suami dalam mencapai sukses, perempuan/istri juga patut menolong suami supaya tetap sehat secara jasmani dan rohani.

Kedua: Meneruskan keturunan ( Kej 1:28 ): manusia melalui perkawinannya diharapkan  mempunyai keturunan yang dapat mengerti cinta Allah serta sanggup membalas kasih tersebut. Meskipun begitu ada perkawinan yang karena berbagai faktor penyebab tidak memiliki keturunan. Bagi mereka yang telah menikah namun tidak dikarunia anak tetaplah memelihara perkawinan dan rumah tangga yang telah diberkati Allah. Rumah tangga  yang telah dipersatukan Allah supaya tetap dijaga dan dipelihara keutuhannya.

Ketiga: mendidik anak: merawat dan mendidik anak adalah kewajiban yang penting tidak saja bagi istri tapi juga bagi suami. Bagi istri merawat dan mendidik anak sama pentingnya dengan menolong suami. Merawat dan mendidik anak itu penting karena jika semua ibu-ibu benar-benar berhasil mendidik anaknya maka situasi dunia akan lain dari yang biasa. Jika bumi ini penuh dengan manusia-manusia yang baik yang dihasilkan melalui pendidikan ibu maka perampokan, huru hara dan lain-lain dipastikan tidak ada.

Abraham Lincoln mantan seorang Presiden Amerika terkenal karena menyelamatkan negara Amerika Serikat dari kehancuran perang  saudara. Dibalik keberhasilannya itu Abraham Lincoln bersaksi: untuk segala sesuatu yang ada padaku dan yang kelak akan kucapai, aku berhutang budi kepada ibu yang luar biasa itu. Ia menyebut Nancy Hanks  ibunya sebagai Angel Mother, ibu yang bagaikan malaikat. Sayangnya Angel Mather ini usianya pendek karena ia meninggal dunia ketika Abraham Lincoln baru berusia 9 tahun. Namun jasanya sangat besar, ia berhasil mempersiapkan seorang anaknya yang dikemudian hari menjadi presiden yg cukup terkenal karena berhasil mencegah perang saudara di Amarika Serikat. Ia adalah Abraham Lincoln.

Keempat: menolong masyarakat. Selain menolong masyarakat dengan jalan mensupport kepemimpinan suami dan mendidik anak-anak, banyak juga perempuan secara langsung menolong masyarakat dunia. Mereka bekerja lebih luas daripada lingkaran keluarga dan rumah tangga, mereka turut berpartisipasi dalam bidang sosial, politik dll. Beberapa perempuan  kita sebut sebagai contoh antara lain:

Golda Mabovits ( Golda Meir ). Lahir 1898 di Russiadan thn 1921 keluarganya pindah ke Palestina. Tahun 1969 terpilih sebagai  Perdana mentri perempuan pertama Israel menggantikan Levi Eshkol. Ia berusaha menolong negara dan rakyatnya. Ini dilakukannya sebagai tambahan dari tugas-tugasnya selaku ibu dan istri dalam rumah tangga.

Di India kita kenal Indira Gandi seorang perempuan terkenal dan banyak menolong masyarakat India. Ia menggantikan Shastri yang meninggal dunia thn 1966. Di Indonesia kita tak akan pernah melupakan ibu Kartini. Selain mengurus keluarganya, ia telah membaktikan sebagian besar tenaganya untuk membangun kaum perempuan supaya berpartisipasi dalam membina rumah tangga ideal dan membangun negara dan bangsa kita.

Dalam Alkitab kita kenal Maria bunda Yesus, Lidia pengusaha kain ungu dari Tiatira, Marta yang suka urus dapur dan Maria yang senang menemani Yesus dan para murid-Nya dalam tugas pelayanan kepada orang banyak. Perempuan-perempuan iniselain mengurus rumah tangga mereka juga terlibat dalam urusan publik/orang banyak. Dalam jemaat pun begitu. Ada banyak ibu-ibu yang bukan saja  mengurus suami, anak-anak dan keluarga,mereka juga  aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan. Ada yang jadi Badan Pengurus, yang  lain sebagai anggota. Mereka ini setia mengurusrumah tangga tapi tidak lalai mengatur waktu bersekutu bersama. Mereka patutdijadikan teladan iman dan contoh karena  berhasil membangun keluarga sebagai basiskehidupan jemaat lepas dari  kekurangan  dan kelemahan iman yang mereka miliki danwarisi.

Hal yang tak kalah penting yang patut mendapat perhatian kita adalah komunikasi dan dandanan yang pantas bagi kaum perempuan. Dalam komunikasi suara adalah salah satu talenta yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Sebagai pemberi suara Tuhan menginginkan masing-masing orang mempergunakan suaranya menjadi berkat bagi sesama yang menggembirakan, memberikan pelajaran dan informasi penting kepada orang lain. Seorang ibu diharapkan berusaha agar suaranya tak pernah menyakiti hati orang lain, menyebabkan anak-anak kecewa apalagi suaminya.

Seorang istri harus memelihara suasana rumah tangga dalam keadaan teduh dan tentram. Membiasakan diri menggunakan kata-kata manis dan lemah lembut akan menolong suasana rumah tangga menjadi teduh. Kata-kata manis, sopan dan lemah lembut dapat melenyapkan kegelapan. Seorang ibu yg bijaksana dalam mendidik tanpa menghardik, membentak   sehingga memberikan petunjuk yg manis dan lemah lembut kepada anak-anaknya. Seorang ibu rumah tangga dalam suasana bagaimanapun tak pantas menggunakan kata-kata kotor, kasar dihadapan siapapun termasuk anak-anak dan suami  melainkan sampaikanlah setiap ajaran, setiap pujian dengan suara lemah lembut dan kata-kata manis.

Kita patut mengakui kelemahan kita bahwa secara ideal memang konsidi seperti itu sangat diharapkan siapa saja. Namun dalam kenyataan hidup sehari-hari kondisi itu cukup sulit terwujud, kalaupun terwujud sering jauh dari harapan. Kita butuh keberanian dan keterbukaan kepada karya Roh Kudus untuk mengubah akan hidup kita dari tidak berarti menjadi berarti.

Dalam hal berbusana  aspek kepantasan, kepatutan  dan kerapihan perlu mendapat perhatian yang serius. Pakaian adalah kebutuhan mutlak dalam hidup manusia. Tanpa pakaian manusia tak dapat hidup sebagaimana mestinya. Pakaian itu punya kaitan dengan kesehatan jasmani, kesopanan danusaha mempercantik diri. Pakaian penting bagi setiap orang. Satu hal yang perlu  diingat bahwa pakaian seringkali menghabiskan waktu dan konsentrasi pikiran kita. Dalam kenyataan ada yang sering terlambat ke pesta atau kekebaktian atau pertemuan-pertemuan lainnya karena waktu didepan lemari pakaian bingung sendiri mau pilih pakaian mana yang pantas untuk dipakai. Dalam kondisi dimana kita sulit memilih pakaian mana yang pantas untuk mendandani diri.

Ada nasihat yang pantas kita dengar dari istri Presiden Amerika Lyndon Johnson. Ia pernah dikritik oleh beberapa orang karena mengenakan pakaian yg terlalu sederhana dalam suatu pertemuan resmi di Washington. Menanggapinya ia berkata: Saya senang akan pakaian yg indah-indah, tetapi saya mau pakaian yang melayani saya bukan saya yang melayaninya.

Permaisuri Sirikit dari Muangthai adalah salah seorang perempuan tercantik. Ada banyak perempuan yang dekat dengannya berkata: kenapa ia mau memakai pakaian yang sederhana dan pakaian yang sama dipakai berkali-kali. Ia menjawab: Saya senang memakai pakaian saya berkali-kali. Saya tidak mau jadi hamba pakaian. Jangan pakaian menyulitkan kehidupan saya.

Pakaian adalah sesuatu yang harus dalam kehidupan baik laki-laki maupun perempuan. Pakaian diperlukan karena menolong melindungi manusia dari hawa dingin atau panas juga menambah cantik seseorang. Tetapi pakaian bisa juga menjadi alat yang bisa menjerumuskan ribuan laki-laki karena pakaian yang dikenakan sebagian perempuan cenderung menggoda. Itulah sebabnya dicetuskan jenis pakaian perempuan dengan sebutan CU (celana umpan), dll.

Seorang perempuan yang pantas dan takut akan Tuhan akan memakai pakaian yg pantas. Perasaan halus, pikiran yg beradab akan dinyatakan dalam memilih pakaian yg sederhana dan pantas. Selain pantas pakaian harus bersih dan disukai suami. Pakaian kita haruslah bersih. Dalam segala perkara pakaian kita haruslah baik dan bersih.

Dalam memilih warna dan mode pakaian sebaiknya diselaraskan dengan selera suami. Istri teladan akan selalu memperhatikan kesenangan suami dalam hal memilih pakaian dan berdandan. Adalah wajar dan menguntungkan jika suami-istri memilih pakaian yang disenangi pasangan masing-masing. Adalah kurang bijaksana jika seorang istri selalu memakai pakaian yg sama sekali tidak menarik kepada suami. Ada istri yang suka akan pakaian ABG karena selera suami. Apapun selera suami dalam hal berdandan, ingatlah akan pesan firman Tuhan sebagaimana dalam I Petrus 3:3-4, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *