Pertemuan Tahunan BP Pemuda Sinode dan Pelatihan Pemuridan Tingkat Dasar

Belajar Menjadi Murid

Sebagai bagian dari pelayanan Pemuda GMIT Lingkup Sinode maka di Jemaat Sonhalan Niki-Niki Klasis Amanuban Tengah Utara, dilaksanakan Pertemuan Tahunan Pemuda GMIT lingkup Sinode dan Pelatihan Pemuridan Tingkat Dasar bagi pemuda-pemudi GMIT seluruh wilayah pelayanan GMIT.

 

Kegiatan berlangsung tanggal 29 Juli – 1 Agustus 2014. Pembukaan kegiatan ditandai dengan tarian sambutan oleh anak-anak kepada Majelis Sinode dan tamu undangan.

Kebaktian pembukaan dipimpin oleh Pdt. Hengky Abineno, M.Th. Berdasarkan pembacaan 1 Korintus 4:1-10, Pdt. Hengky mengatakan bahwa dalam persekutuan sering terjadi gesekan dan benturan. Hal itu dikarenakan perasaan suka menjadi yang lebih penting dan utama serta memandang diri lebih. Akhirnya muncul kesombongan dan pembatasan dalam persekutuan. Sikap ini membahayakan keutuhan persekutuan. Padahal berdasarkan seruan Paulus, jemaat adalah satu anggota tubuh Kristus yang tidak boleh dipisahkan dan untuk hidup dan bertumbuh subur hanya dimungkinkan bila selalu bersatu. Maka merendahkan diri dan saling menghargai adalah mesti.

Pdt. Hengky mengajak semua jemaat yang hadir untuk belajar dari Tuhan Yesus yang menanggalkan kemuliaan-Nya dan menjadi manusia yang rendah. Sebagai persekutuan pemuda, perbedaan dan pelbagaian ada. Semua itu untuk memperindah satu tubuh yang berbeda-beda anggotanya. Akan tetapi perbedaan mesti bekerja demi mencapai satu tujuan.

Kebaktian ditata secara kontekstual dan menampilkan lagu dan tarian. Litorgis dipimpin secara bergilir oleh para vikaris se-Klasis Amanuban Tengah Utara.

Menurut Winston Rondo, Ketua Badan Pengurus Pemuda GMIT Lingkup Sinode, GMIT sebagai gereja terbesar kedua di Indonesia memiliki jumlah pemuda yang besar sekali. “Pemuda GMIT yang sudah bangkit untuk menciptakan damai dalam daya yang kreatif dan inovatif akan menciptakan pemuda GMIT yang jaya. Untuk itu pertemuan tahunan GMIT sebagai komitmen untuk membangun tradisi persidangan yang kuat, Pemuda GMIT dapat melakukan dua hal sekaligus yakni mendengarkan dan menyerap kebutuhan dari jemaat dan klasis serta melakukan amanat Sinode GMIT.” Demikian dikatakan oleh Winston Rondo.

Lebih jauh Winston mengatakan harapan pemuda agar memiliki presbiter yang berjiwa pemuda dan menyatakan keperdulian yang sungguh-sungguh kepada pemuda sebagai bagian dari jemaat. “Ada banyak hal yang harus dikembangkan bersama oleh pemuda GMIT supaya berarti bagi gereja, bangsa dan masyarakat banyak. Ini adalah waktu kita untuk bekerja dan menanamkan keyakinan yang kuat.”

Pada kesempatan ini diserahkan bantuan dana kepada Jemaat Sonhalan Ajaukenat Klasis Mollo Utara. Tahap pertama sudah diberikan pada saat Prosesi Pawai Paskah April 2014 dan selanjutnya dilengkapi lagi jumlahnya. Ketua Majelis Jemaat Sonhalan Ajaukenat, Pdt. Erste Lapiweni, juga memberikan tanda mata dan ungkapan terima kasih kepada Badan Pengurus Pemuda GMIT dan Panitia Paskah Pemuda GMIT.

Wakil Bupati TTS dalam sambutannya mengatakan, pemuda sebagai tulang punggung masyarakat dan gereja. “Apa yang dilakukan oleh pemuda GMIT menjadi panggilan bersama selaku pelaku pelayanan.” Selanjutnya ia mengajak Pemuda GMIT untuk menjaga hubungan dan sinkronisasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Sementara Pdt. Benjamin Nara Lulu, Sekretaris Majelis Sinode GMIT, saat menyampaikan suara gembala, mengatakan kehadiran dalam sidang tahunan dan pelatihan pemuridan harus dipandang sebagai tempat kaderisasi, koinonia, wadah konsolidasi yakni wadah pemulihan dan persekutuan. “Kami memberi apresiasi dan dukungan untuk pelatihan pemuridan yang dilaksanakan. Pemuridan adalah apa yang kita butuhkan karena sebelum Yesus naik ke Sorga pesan yang Ia tinggalkan adalah supaya dilaksanakan pemuridan. Sayangnya aspek pemuridan menjadi semakin hilang dalam gereja. Maka jadikan Yesus sebagai Guru Yang Agung dan belajarlah menjadi murid. Ini adalah pendidikan teologi jemaat yang telah dimulai oleh pemuda GMIT.”

Sebagai bagian dari Pertemuan Tahunan, dilaksanakan Panel Diskusi tentang Konsolidasi dan Penataan Organisasi serta keuangan oleh Pdt. Benjamin Nara Lulu dan Pnt. Wem Nunuhitu. Dilanjutkan dengan Panel Diskusi Berilah Mereka Makan, sebuah Strategi Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan Pemuda GMIT oleh Ir. Zet Malelak, MS.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharring pelayanan Badan Pengurus Pemuda masing-masing klasis, laporan pelayanan, rapat komisi dan pleno. Leny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *