32 PENDETA GMIT BERKOMPETISI REBUT TIKET TOUR WISATA KE ISRAEL

SINODEGMIT.OR.ID- KUPANG, Sebanyak 32 orang pendeta GMIT ikut kompetisi menyanyi solo yang diselenggarakan oleh jemaat GMIT Anugerah Eltari. Lomba khusus bagi para pendeta GMIT ini, merupakan event kedua di mana sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2014. Event dua tahunan yang berlangsung dari tanggal 22-27 Agustus 2016 ini menghadirkan artis nasional John Tanamal sebagai ketua tim juri disamping dua juri lainnya, Tony Taulo dan Maxi Saik.

“Tujuan kegiatan ini tidak muluk-muluk, hanya sebagai ajang silahturahmi, lepas rindu dan lepas kangen bagi para pendeta di wilayah pelayanan GMIT,” ujar ketua panitia Lomba, Ernest Ludji. Meski dikatakan tidak muluk-muluk, namun total hadiah bagi para pemenang lomba amat menggiurkan. Tidak tanggung-tanggung total hadiah yang disediakan panitia mencapai 100 juta rupiah. Dana sebesar ini berasal dari APBJ jemaat GMIT Anugerah, Pemerintah Kota Kupang, Bank NTT, Bank BPR TLM, Partai Perindo dan donatur.

Ludji menambahkan  “Hadiah yang panitia sediakan sangat kecil yakni juara satu memperoleh paket tour wisata ke tanah suci Israel plus tour ke Turki, yang sontak disambut tepuk tangan riuh dari para penonton. “Juara dua mendapatkan paket  tour wisata ke Singapura dan juara tiga mendapat paket tour wisata ke pulau Dewata-Bali.” Selain itu panitia juga menyediakan hadiah hiburan dan tabungan masing-masing Rp. 500.000,- bagi juara harapan satu, dua, tiga dan favorit.

Mewakili walikota Kupang, Asisten II Setda Kota Kupang. Drs. Jama Mila Meha dalam sambutannya  mengharapkan lomba ini dapat meningkatkan kapasitas dan eksplorasi talenta yang dimiliki para pendeta GMIT terutama mendatangkan suasana sukacita dan persembahan yang berkenan bagi Tuhan dan bukan ajang persaingan yang tidak sehat.

Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th. dalam suara gembala, menyampaikan profisiat kepada jemaat GMIT Anugerah selaku penyelenggara. “Profisiat dan penghargaan yang tulus dari Majelis Sinode karena hanya GMIT Anugerah saja yang mau memperhatikan pendeta-pendeta dalam hal bernyanyi.” Melalui ajang ini ia mengharapkan para pendeta dapat bernyanyi lebih baik dan memotivasi jemaat untuk berlomba. “Selamat berlomba, di Israel, di Singapura, di Bali tetaplah hormat bagi kemuliaan Tuhan, demikian kata Pdt. Yusuf  mengakhiri suara gembala.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *