Baku Dorong Yuk! – Keluaran 5:1-24

Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus. (Filemon  1:6)

Seorang sahabat yang kebetulan adalah anak pejabat, selama hidupnya tinggal di luar negeri untuk sekolah. Selesai sekilah ia ditawari untuk bekerja di luar negeri dengan standard gaji yang tentu saja sangat tinggi tapi ia menolak. Ia lebih memilih kembali ke Kupang dan melamar kerja sebagai PNS. Saat ditanyai kenapa ia mengambil pilihan itu, ia menjawab bahwa ia ingin membangun daerahnya.

Mendengar pernyataan itu, seorang teman lain berkata, “Beta mau liat dia bisa bekin perubahan apa? Paling-paling ju hanya besar di omong sa dan sonde ada hasil apa-apa.”

Saya terkejut dan terdiam mendengar komentar itu. Bagaimana boleh kita tidak mendukung niat hati yang baik tapi kita memilih untuk menjadi penonton yang pesimistik dan memandang dengan rendah setiap kebaikan hati lalu menunggu orang yang baik melakukan kesalahan?

Pada saat kita mengharapkan hal yang buruk dari diri orang lain, menunggu ia melakukan kesalahan dan bersiap diri untuk melecehkan maka seluruh perhatian kita hanya akan terdorong untuk melihat hal yang salah. Akhirnya harapan kita terkabul. Kitapun melihat hal yang salah sekalipun itu sangat kecil lalu kesalahan kita jadikan kesempatan untuk memuaskan hastrat menghina yang ada dalam diri kita. Tentu saja bukan karena orang yang menjadi objek itu melakukan kesalahan melainkan karena kita terus mencari kesalahan. Nah kalau kita fokus untuk mencari kesalahan orang maka kita akan menemukannya. Kesalahan yang kecil dapat terlihat besar dan mengancam karena kita terus mencari. Sama seperti sedang mencari sambil memakai kaca pembesar jadi yang kecilpun terlihat besar. Saking semangat mencari, yang tidak salah pun terlihat salah karena otak kita terfokus untuk cari salah.

Saudara, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tercapainya perubahan. Termasuk di dalamnya memberi dukungan terhadap mimpi dan harapan baik orang lain. Termasuk juga berhenti untuk bersikap sinis dan memberikan dorongan positif bagi orang lain. Kalau kita tidak bisa melakukan sesuatu maka dukunglah orang lain. Lagi pula perubahan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu orang atau satu kelompok saja. Semua orang punya tanggung jawab untuk bergerak maju demi perubahan.

Musa pada saat menemui bangsa Israel untuk memberikan pembebasan kepada mereka, ia tidak diterima dengan mulus. Permohonannya kepada Firaun untuk membebaskan Israel justru membuat Firaun menambah beban kerja paksa mereka karena itu orang Israel menjadi marah kepada Musa. Anehnya mereka bukan marah terhadap Firaun namun marah kepada Musa, orang yang mau menolong mereka dengan memberikan pembebasan. Mereka sama sekali tidak menunjukkan dukungan terhadap pertolongan yang diberikan Musa sebagai utusan Allah.

Apa yang dialami Musa dapat dialami oleh semua orang percaya. Termasuk apa yang dilakukan orang Israel terhadap Musa juga dapat kita praktekkan tanpa sadar. Maka berhentilah menjadi penonton terhadap perjuangan orang lain. Saling mendukung dan menopang diperlukan demi tercapainya kehidupan yang lebih baik. Banyaknya masalah di sekitar kita adalah lonceng yang memanggil kita untuk bersama berbuat sesuatu. (LM)

Wise Words : Hal terbaik yang bisa anda lakukan bagi sesamamu adalah menjadi sahabat dan saudara dalam kesukaran. Tapi kalau itu terlalu sulit maka setidaknya anda tidak menghambat dan menyusahkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *