Balas Dendam? O, No – Imamat 19:17-18

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Marie Lupe Cooley, karyawati sebuah perusahaan arsitektur di USA, membaca iklan lowongan kerja di koran. Iklan itu berisi tawaran untuk posisi yang ia miliki sekarang dengan  kontak nomer telphone milik atasannya. Langsung ia berpikir bahwa dirinya akan dipecat dan atasannya sedang mencari penggantinya. Marie menjadi sangat sakit hati. Suatu hari minggu, ia menjebol komputer kantor dan menghapus data dan dokumen penting senilai hampir 250 M milik perusahaan, dan dia ketahuan. Ia kemudian dipecat dan harus mendekam dipenjara. Di pengadilan, barulah ia tahu bahwa ternyata iklan lowongan pekerjaan itu diperuntukkan bagi perusahaan milik istri atasannya. Sangat disayangkan karena nasi telah menjadi bubur.

Sikap tenang saat menghadapi situasi apapun, bahkan ketika merasa terancam, adalah sangat penting. Keinginan membalas sakit hati seringkali membuat orang tidak bisa berpikir jernih, seperti kisah Marie diatas. Balas dendam berasal dari si jahat dan sikap itu tidak akan menguntungkan bagi siapapun. Balas dendam berasal dari ketidak-mampuan untuk mengelola suasana hati dan kemarahan. Orang mengira dengan balas dendam akan menentramkan hatinya yang penuh kemarahan padahal tidak akan begitu. Iblis yang sejak awal memanfaatkan suasana hati yang penuh kemarahan, tak akan pernah membiarkan tindakan jahat berakhir dengan kebaikan bagi diri kita. Balas dendam akan diakhiri dengan rusaknya nama baik, tersangkut hukum pidana, kerugian pada berbagai pihak, bahkan masalah yang lebih besar lagi. Konsekwensi yang paling kecil dari balas dendam adalah damai sejahtera yang hilang.

Tidak ada gunanya membalas dendam dengan tindakan kejahatan yang lebih buruk, karena itu hanya menunjukkan bahwa kita tidak lebih baik darinya dan sama bodoh dan jahatnya dengan orang yang menyakiti kita. Pilihan terbaik adalah memberi pengampunan dan tetap tunjukkan kasih, karena hal  itu bagaikan menumpuk bara api dikepalanya, alias mempermalukan org itu sendiri.

Saudaraku, jangan cepat berprasangka buruk terhadap situasi yang kelihatan sepertinya buruk. Apalagi kalau ditambahi dengan aksi balas dendam. Jadilah tenang, maka kita akan melihat bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Lagi pula Tuhan selalu meletakkan hal yang baik bagi kita di dalam setiap tindakan jahat orang lain yang ditujukan kepada kita. Perlu iman untuk melihat setiap maksud baik Tuhan. Maka jadilah dewasa dalam menimbang setiap hal yang kita lihat, dengar, atau rasakan. Apa yang diberikan Tuhan, terlebih pemberian termanis biasanya dibungkus dengan bungkus yang terlihat buruk dan lusuh. Oleh karena itu tetaplah percaya kepada Tuhan bahwa apapun yang terjadi itu baik. (LM)

Wise Words : Membalas dendam adalah cara terbaik untuk menghancurkan kasih yang tersisa di dalam dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *