Jambore Perempuan Klasis Kota Kupang

Mengusung Tema : Berbahagialah Orang Yang Membawa Damai dan Sub Tema : Bersatu dan Menjadi Teladan, maka Badan Pengurus Perempuan Klasis Kota Kupang melaksanakan Jambore Perempuan tingkat klasis.

Jambore yang melibatkan keterwakilan jemaat-jemaat se Klasis Kota Kupang, Badan Pengurus Perempuan Klasis Kota Kupang, para pendeta perempuan se Klasis Kota Kupang dan 10 orang jemaat jemaat HKBP Kupang ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan STIKES CHMK Oetmanunu Kupang Barat pada tanggal 16-18 Juli 2015.

Jumlah peserta yang terlibat dalam jambore sebanyak 420 orang. Menurut Ketua BP Perempuan Klasis Kota Kupang sekaligus Ketua Panitia Jambore, Ny. Katharina Flora Johannes-Suciadi, tujuan dari pelaksanaan jambore perempuan ini adalah untuk menguatkan persekutuan para perempuan, serta mengembangkan wawasan dan meningkatkan ketrampilan perempuan dan sekaligus kesempatan untuk berbagi kekayaan pengalaman pelayanan. “Secara keseluruhan, kegiatan jambore ini berorientasi pada aspek pengembangan wawasan dan mental spiritual serta peningkatan ketrampilan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan perempuan. Metodologi jambore adalah pendidikan orang dewasa yang disampaikan dalam bentuk berbagai kegiatan selama jambore berlangsung,” kata Ny. Flora.

Jambore dibuka dengan kebaktian bersama yang dipimpin oleh Pdt. Linda Therik-Tuulima. Dalam khotbahnya tentang perempuan Kanaan yang percaya, Pdt. Linda mengajak perempuan-perempuan untuk menunjukkan kualitas dirinya seperti perempuan Kanaan yang percaya. “Perempuan, kita semua, punya kualitas diri. Tuhan mengaruniakan akal budi dan hikmat. Kita adalah gambaran Tuhan dan Tuhan tidak salah menciptakan kita. Yang salah ketika kita tidak aktualisasikan kemampuan diri dengan benar. Pelajaran dari Perempuan Kanaan, ia berani berbicara maka perempuan harusnya tidak takut menyampaikan ide demi kemajuan dan harus berusaha mengeluarkan diri dari stigma yang telah dibentu oleh masyarakat.”

Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Marselintje Ay-Touselak. Dalam suara gembala, Pdt. Ince mengajak para perempuan untuk merawat persekutuan. Ia mendorong agar dalam setiap rangkaian lomba dan kegiatan mesti dilakukan dalam persekutuan yang saling menjaga. “Marginalitas terhadap perempuan masih terjadi. GMIT sudah mencanangkan GMIT sebagai gereja peduli perempuan dan ramah anak.” Ia mendorong perempuan untuk mengembangkan kemampuan sebagai aset gereja dan memberi apreasiasi terhadap program kebersamaan perempuan yang telah melakukan programnya.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan  adalah :

  1. Diskusi tentang :

– Gereja Perempuan dan Ramah Anak yang dibawakan oleh Pdt. Marselintje Ay-Touselak dan Pdt. Itha Amnifu-Mooy.

– Perempuan di Mata Allah oleh Tim Wanita Bijak Semarang

– Wanita Mandiri dan Kreatif oleh Ibu Blanche Harun Zalukhu dari Yayasan Mandiri Kreatif Indoensia.

  1. Senam bersama
  2. Pengobatan gratis
  3. Pelatihan pembuatan Bokasi dan penyuluhan apotik hidup kerja sama antara PKK Kota Kupang dan Badan Penyuluhan Lingkungan Hidup Kota Kupang
  4. Pelatihan Pengolahan menu seimbang (B2SA) oleh Tim dari Badan Ketahanan pangan Kota Kupang dan PKK Kota kupang
  5. Ketrampilan

7. Berbagai lomba (CCA, pengolahan kudapan lokal, bakiak, lomba solo, show bahan daur ulang sampah dan lomba Jai) dan api unggun. •••

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *