KETUA SINODE GMIT PIMPIN GERAKAN TANAM AIR

Kupang, www.sinodegmit.or.id. Ancaman pemanasan global dan dampaknya kian mencemaskan. Kekeringan, kenaikan suhu udara, debit sumber air makin kecil, hilangnya sejumlah mata air, gagal tanam dan panen, dan dampak ikutan lainya telah menjadi bencana musiman di NTT yang menjadi wilayah pelayanan GMIT.

Guna mencegah dampak yang lebih buruk di masa mendatang, GMIT melakukan langkah antisipatif melalui gerakan tanam air. Majelis Sinode GMIT memberi contoh dengan memulai gerakan bersama ini di halaman kantor sinode. Jumat, 11 November 2016, Ketua Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon memimpin langsung kegiatan tersebut dengan melibatkan seluruh karyawan kantor sinode. 90 orang karyawan dibagi dalam 3 kelompok yang masing-masing bertangungjawab untuk menyiapkan satu lubang jebakan air dengan ukuran panjang, lebar dan dalam 1 X 1 X 2 meter.

Sementara di lingkup klasis dan jemaat, pencanangan dilakukan di jemaat Ebenhaeser Sumlili pada Minggu 13 November 2016. Bila seluruh jemaat GMIT, pendeta-pendeta dan klasis-klasis serius melaksanakan program gerakan tanam air maka hasilnya ribuan kubik air bisa ditabung pada musim hujan dan menjadi investasi jangka panjang bagi kehidupan masyarakat NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *