KONSULTASI NASIONAL VII GEREJA DAN KOMUNIKASI

Foto bersama Peserta Konsultasi Nasional VII Gereja dan Komunikasi di Bandung 27-30/9-2016

SINODEGMIT.OR.ID-BANDUNG, Dalam kurun waktu satu dekade terakhir terjadi perubahan yang sangat cepat dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi. Paling sederhana adalah penggunaan smart-phone yang dari hari ke hari semakin canggih. Baru saja orang diperkenalkan dengan satu jenis smart-phone, belum sebulan muncul lagi yang lain dengan aplikasi terbaru. Sebagian orang baik individu maupun gereja telah sadar, waspada dan memanfaatkan teknologi digital ini untuk mengoptimalkan kerja dan pelayanannya. Namun mayoritas masih mengabaikannya. Salah satu indikatornya adalah pemanfaatan ruang-ruang virtual untuk sosialisasi dan publikasi melalui situs web, blog dan media sosial lainnya.

Itulah hal yang mendasari  Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan Konsultasi Nasional  VII Gereja dan Komunikasi yang berlangsung di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Bandung Jawa-Barat pada 27-30 September 2016. Pdt. Bambang Wijaya yang memimpin khotbah pada ibadah pembukaan menyampaikan tiga hal: Pertama, komunikasi yang efektif memperhitungkan dengan siapa kita berkomunikasi. Kedua, komunikasi yang efektif memperhitungkan budaya dari masyarakat yang kita layani. Ketiga, komunikasi yang efektif memperhitungkan sentuhan manusiawi dengan masyarakat yang kita layani. Ketiga hal ini dipraktikan oleh rasul Paulus dalam memberitakan Injil sebagaimana dicatat dalam I Korintus 9: 19-23. Di situ Paulus katakan, “Bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi…bagi orang yang hidup dibawah hukum Taurat  aku menjadi seperti orang yang hidup dibawah hukum Taurat…bagi orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat…bagi orang yang lemah aku menjadi seperti orang lemah.”

Konsultasi Nasional (Konas) ini di buka oleh sekretaris umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa ditengah era digital ini, gereja-gereja kita masih kurang memperhitungkan dan memanfaatkan komunikasi digital dan media-media digital dalam mengkomunikasikan Injil. Saat ini kata Gultom, kita telah bergeser dari dunia material ke dunia digital. Karena itu gereja-gereja dituntut untuk memanfaatkan media-media ini, sebab kalau tidak gereja-gereja akan ditinggalkan oleh generasi masa kini dan masa yang akan datang.

Konsultasi Nasional VII Gereja dan Komunikasi dihadiri sekitar 70 orang utusan dari 20-an gereja yang bernaung di bawah PGI, utusan dari universitas Kristen dan pokja-pokja dari PGI wilayah di seluruh indonesia. Gereja Masehi Injili di Timor, mengutus Pdt. Wanto Menda, ketua UPP Infokom dan Perpustakaan hadir dalam Konas dimaksud.

#Konasbandung2016

#Yakomapgi

#GKPB2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *