Kunjungan Kemitraan UCC (United Church of Christ) Ke GMIT

Rev. Dr. James Moos dari United Church of Christ (UCC), mengunjungi GMIT pada tanggal 14-16 Juli 2016. UCC adalah mitra GMIT di Amerika Serikat. Presiden Barack Obama adalah anggota jemaat dari gereja ini. Wujud kemitraan itu telah berlangsung lama dengan diutusnya Bapak Pdt. Dr. John Campbell Nelson dan Ibu Dr. Karen Campbell-Nelson yang telah melayani di GMIT selama kurang-lebih 30 tahun. Pada hari sabtu, 23 Juli Pdt. James Moos didampingi ibu Karen Campbell-Nelson turut ambil bagian dalam ibadah pagi di kantor sinode dan memberi sambutan. Berikut kami kutip sambutannya:

“Saya membawa salam dari United Church of Christ (UCC) dan juga dari Global Misi. Kami bersyukur bahwa Allah memanggil kita dalam kemitraan dalam jangka waktu yang panjang. Allah memberi kita karunia untuk saling berbagi satu dengan yang lain. Kami bersyukur dapat berbagi berkat melalui kehadiran Pak John dan ibu Karen di antara bapak-ibu. Kami juga berterimakasih saudara-saudara memberi ibu Mery Kolimon untuk terlibat dengan kami dalam posisi kepemimpinan ini. Kita saling memperkuat karena kemitraan itu. Kita telah berjalan bersama-sama dalam iman untuk waktu yang panjang dan saya percaya, Allah bersama kita untuk berjalan bersama di waktu-waktu yang akan datang. Tuhan Allah akan membawa kita ke jalan-jalan yang baru bersama-sama dan tidak akan berpisah. Sangat spesial saya terlibat dalam Pemahaman Alkitab hari ini. Saya berterimakasih saudara-saudara menerima saya dan saling berbagi. Ada diskusi yang baik tentang bagaimana sinode berbicara dengan jemaat-jemaat dan kepada para pendeta. Di UCC kami juga diminta untuk berbicara dengan para pendeta dan jemaat-jemaat kami. Kami diminta untuk bicara secara profetis tentang isu-isu yang muncul di masyarakat. Beberapa isu yang mendesak yaitu, rasisme, kemiskinan dan kekerasan. Kadang kami berbicara tidak cukup keras dan cepat sehingga jemaat-jemaat kami berkata, “Anda harus berbicara keras.” Karena itu  stetament kami kadang menimbulkan kontroversi. Tetapi kami percaya Allah memanggil kami pada pelayanan profetis untuk tidak hanya berbicara kepada gereja tetapi juga kepada masyarakat umum. Kami berbicara dengan banyak cara, kadang kami berbicara sebagai UCC sebagai gerejanya, kadang kami bicara sebagai Global Misi, badan misi dari UCC. Kami berbicara dengan denominasi Kristen yang lain bahkan suara gembala lintas iman dengan agama-agama lain di Amerika. kami membuat pernyataan kepada dunia dan ini menjadi bagian dari kekuatan gereja kami. Kami menghadapi sejumlah tantangan dalam gereja kami. Saya sangat senang mengunjungi UKAW khususnya fakultas teologi. Di Amerika kami mengalami penurunan mahasiswa yang signifikan dan kami juga punya masalah finansial termasuk tantangan dalam gereja kami di lingkup lokal maupun nasional. Jadi ketika kami mendengar anda bergumul di sini saya berharap kita dapat berbagi sebagaimana kami juga bergumul di Amerika. Allah memanggil kita untuk tidak berjuang sendiri-sendiri tetapi berjuang bersama-sama. Kita bukan gereja yang berbeda-beda melainkan kita adalah anggota dari Tubuh Kristus. Kita memiliki karunia yang penting yang bisa kita bagikan satu dengan yang lain. Kita bisa saling belajar. Kita beribadah bersama. Kita bersekutu bersama dan kita melayani Kristus bersama. Saya berterimakasih saudara-saudara menerima saya di sini. Saya sudah beberapa kali datang ke Timor meski sudah lama tidak datang ke sini. Saya berharap dapat mengunjungi saudara-saudara lagi di waktu yang akan datang.”

Wujud persaudaraan dalam kemitraan ini ditandai dengan pemberian selendang dari Sinode GMIT, juga sebaliknya Pdt. James Moos memberikan cinderamata kalung salib yang merupakan simbol dari gereja UCC di Amerika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *