Tata Kebaktian HUT Gereja – Liturgi GMIT

PROSESI : Prosesi masuk para Pendeta dan Petugas Liturgi

RENUNGAN PERJALANAN PELAYANAN JEMAAT

Narator : Hari terus berjalan seiring dengan berputarnya roda waktu,

yang meluncur dengan cepat, menyeret langkah kita,

di tengah hiruk-pikuk dunia ini

Dan dalam kurun waktu panjang, kita menyerahkan diri kepada Tuhan

untuk dibentuk seperti bejana di tangan penjunan

Bagi orang lain mungkin ini hal biasa

tapi bagi kita, sungguh ini tanda ajaib dari Tuhan.

Untuk semua karya agung yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita,

sampai kita merayakan HUT berdirinya Jemaat kita yang ke …………….

maka bersama sebagai anggota keluarga Allah,

kita sejenak kita berteduh hati, seraya mengangkat puji syukur kepada Tuhan, Sang Penuntun pelayanan, yang telah memimpin dan menyelenggarakan kehidupan kita sebagai umat-Nya, sampai hari ini.

Dalam nada syukur, dengan rendah hati saya mengundang jemaat berdiri dan menyatakan ibadah kepada Tuhan Allah kita

Jemaat   : Menyanyi PKJ 17:1 (Jemaat berdiri)

  1. Mari kita puji, kita muliakan Tuhan

Mari kita sujud mengagungkan kuasaNya

Besarkan namaNya dikerajaanNya

Kasih setiaNya abadi dan kekal

Sampai selamanya, haleluya

Sampai selamanya, haleluya

Refrein: Sorak-sorak jagad raya, soraklah, isi dunia

Pujilah Haleluya

VOTUM DAN SALAM

Pelayan    : Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita,

Jemaat      :  kita telah binasa dan sia-sialah usaha kita sehari-hari.

Pelayan    : Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa kesia-siaan,

Jemaat      :  jiwa kita terluput

Pelayan    : Pertolongan kita ialah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Jemaat      :  Baiklah kita bersukacita sekarang dan selamanya.

Pelayan    :  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita.

Jemaat      :  Amin  (jemaat duduk)

NATS PEMBIMBING

Pelayan    :  Nats yang membimbing kita dalam ibadah ini berbunyi: ”Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.” (Mazmur111:1-3)

Jemaat      :  Menyanyi PKJ 138:1 SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara

  1. SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara, di kala suka di saat gelap

KasihMu, Allahku, tidak berubah. Kaulah Pelindung abadi tetap

Reff.  SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku

Setiap pagi bertambah jelas.

Yang kuperlukan tetap Kau berikan

Sehingga akupun puas lelas

PENGAKUAN DOSA

Pelayan    :  Tuhan penuh kasih setia. Hari demi hari Ia menggendongmu laksana burung rajawali yang membawa anak-anak-Nya dalam kepak sayap-Nya. Tiada berhenti Ia menganyam kehidupan ciptaan-Nya hingga sejarah hidup manusia selalu memberi bentuk yang jelas tentang kasih setia Tuhan.

Penatua    :  Coretan warna indah hidup adalah cerita tentang kasih setia Tuhan dalam hidup. Ia juga menenun hidup manusia dan kasih setia. Walau begitu, setiap untaian tenunannya menjadi kotor dan buram karena kita mengotorinya dengan dosa dan kesalahan kita.

Untuk itu dalam nada menyesal, mari kita akui dosa dan salah sambil berharap pengampunan Allah atas kita.

Diaken     :  Ya Tuhan, kami mengaku kepada-Mu, bahwa Engkaulah yang menenun dan menganyam hidup kami lalu mempersatukan kami untuk bergereja dalam kasih setia-Mu hingga kini. Engkaulah yang merawat tenunan tangan-Mu yakni gereja Kristus sampai saat ini. Tapi kami mengaku bahwa ketika kami turut menenun hidup beriman dan berjemaat, kami mengotorinya dengan warna buram dan noda dosa kami. Karena itu, ya Tuhan, kami mohon :

Jemaat      :  Sayangilah dan ampunilah kami. Ya Tuhan, baharuilah kami dan gereja-Mu. Ya Tuhan, tolonglah kami untuk hidup berkasih-kasihan. Amin.

Jemaat      :  Menyanyi PKJ No.43:1-3

Solo         :  1.  Tuhan, kami berlumuran dosa

Tuhan, sudilah ampuni kami

Laki-laki :  2. Tuhan, harta kami musnah sudah

Tuhan, hati masih milik kami

Perempuan:          3.     Tuhan, sudi ampuni mereka

Tuhan, Kau yang tahu perbuatannya

Semua      :  4. Tuhan, kami berlumuran dosa

Tuhan, sudikah ampuni kami.

(Sesudah nyanyian, seluruh jemaat saling berjabat tangan dan berkata : “Ampunilah saya”)

BERITA ANUGERAH

Pelayan    : Dengarlah berita anugerah Allah yang dinyatakan kepadamu sebagaimana janji Firman-Nya:

“Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

tidak akan melakukan murka-Ku yang bernyala-nyala itu,

tidak akan membinasakan engkau kembali.

Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu,

dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.” (Hosea 11:8b-9)

Jemaat   : Menyanyi NKB No. 14:1 dan 4

  1. Jadilah, Tuhan kehendakMu, ‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya

Bentuklah aku sesukaMu, ‘kan ‘ku nantikan dan berserah

  1. Jadilah, Tuhan kehendakMu! S’luruh hidupku kuasailah

Berilah RohMu kepadaku, agar t’rang Kristus pun nyatalah

AMANAT HIDUP BARU  (Jemaat berdiri)

Pelayan: Sesungguhnya keselamatan daripada Tuhan dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Jemaat   : Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Jemaat   : Menyanyi Nyanyian PKJ No.31 – Puji Tuhan, Pujilah NamaNya

Puji Tuhan, pujilah namaNya, puji Tuhan, pujilah namaNya

Kar’na ajaib ciptaan tanganNya, kar’na ajaib ciptaan tanganNya

Puji Tuhan hai segenap umatnya. Puji Tuhan hai segenap insanNya

Agungkanlah namaNya selama-lamanya

Tuhanlah pelindungmu. Ia-lah perisaimu yang selamatkan jiwamu

Kar’na kasihNya kepada manusia. Dia menanggung seluruh dosa kita

(Jemaat duduk)

PELAYANAN FIRMAN TUHAN

Pelayan    :  Mari kita bersama berdoa: Ya Allah Tritunggal, kami percaya.

Jemaat      : Firman-mu itu pelita bagi kaki kami dan terang bagi jalan kami

Pelayan    : Ya Allah Tritunggal, kami mengakui

Jemaat      : Sabda-Mu abadi dan dinyatakan senantiasa dalam hidup kami

Pelayan    : Ya Allah Tritunggal, kami berjanji…

Jemaat      :  Kami mau menjaga kelakuan kami bersih sesuai dengan   firman-Mu. Kuatkanlah kami dengan Firman-Mu, agar kami hidup sehati, sepikir dan setujuan sesuai dengan pangilan-Mu bagi kami. Dan layaklah kami menjadi Bait FirmanMu, ya Tuhan. Amin

Pelayan    : Membaca Alkitab dari PL/PB

Demikianlah Firman Tuhan. Jadilah pendengar dan pelaku firman Tuhan, maka kita akan  berbahagia.

Jemaat      : Menyanyi : Haleluya…Haleluya…Haleluya…

Pelayan    :  Berkhotbah

PS / VG

PENGAKUAN IMAN GMIT (Jemaat berdiri)

Pelayan    :  Sebagai pernyataan iman orang percaya, maka marilah kita berdiri dan mengikrarkanpengakuan iman GMIT, dengan berkata demikian:

P + J         :  Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Maha Kuasa dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus. Gereja yang kudus dan am. Persekutuan orang kudus. Pengampunan dosa. Kebangkitan daging dan hidup yang kekal..

Jemaat      :  Menyanyi PKJ 219 : 1 – Di Saat Ini Kuangkat Tembang

Di saat ini kuangkat tembang,

kuangkat tembang bagi Yesus

di saat ini, kuucap syukur, kuucap syukur pada-Nya

kukasihi Engkau, kukasihi Engkau

kukasihi Engkau, Yesus Tuhanku (Jemaat duduk)

PERSEMBAHAN SYUKUR

Diaken     :  Di hadapan Tuhan Pencipta dan Pemelihara alam semesta dan manusia, marilah kita mempersembahkan persembahan kepada Tuhan.

Jemaat      :  Menyanyi Nyanyian PKJ No. 282 – Tuhan, Tolonglah, Bangunkan Iman

                 (Sambil persembahan dikumpulkan)

(Setelah mengumpulkan seluruh persembahan:

–                   Kolektan berdiri di belakang petugas pembawa persembahan natura berupa padi, jagung, ubi, kelapa, sayuran, buah, dll, yang diletakkan dalam anyaman tradisional.

–       Diiringi iringan musik tradisional, tarian oleh penari, diikuti petugas pembawa persembahan natura,

–       kolektan berdiri di depan meja persembahan menghadap ke arah mimbar. Para penari mengapit para kolektan).

Diaken     :  Mari kita berdoa bersama (Jemaat berdiri)

Bapa di Sorga, kami dahulu seorang pengembara yang menggembara dari satu tempat ke tempat lain dan tinggal berpindah-pindah.

Jemaat      :  Tetapi Tuhan memberkati kami menjadi banyak dan membawa kami selamat sampai ke negeri ini serta memberi kami negeri ini. Suatu negeri yang subur dan berlimpah.

Diaken     :  Di sini kami dilahirkan. Kami telah mengusahakan negeri ini sehingga berlimpah tanaman dan ternak.

Jemaat      :  Ya Tuhan, di sini Engkau telah menyatakan kasih setia-Mu dan mengikat kami menjadi satu persekutuan gereja yang hari ini merayakan hari ulang tahun gereja-Mu yang ke-…….. tahun.

Diaken     :  Sebab itu di sini kami berdiri dengan membawa diri kami dan persembahan syukur kami yang kami persembahkan kepada-Mu

Jemaat      :  Ya Tuhan, biarlah persembahan kami seharum persembahan Habel dan seindah korban Nuh.

Diaken     :  Biarlah persembahan kami memuliakan nama-Mu.

Jemaat      :  Biarlah kami terus Engkau berkati ya Tuhan.

D + J        :  Amin.

(Musik tradisional dibunyikan dan penari menari di depan mimbar. Persembahan diletakkan di atas meja. (Jemaat duduk)

DOA SYAFAAT:

Pelayan    : Berdoa

WARTA PELAYANAN

PENGUTUSAN

Pelayan    : Saudara-saudari kekasih Kristus, ibadah ini merupakan tanda ungkapan syukur kita atas penyertaan Tuhan bagi Jemaat-Nya sampai usia ke-……. tahun hari ini, disertai komitmen bersama dalam hidup yang baru untuk mengembangan pelayanan demi kemuliaan Tuhan di dalam dan melalui jemaat bagi dunia sampai akhir zaman.

Kita akan mampu menjalaninya melewati berbagai tantangan kehidupan dan pelayanan, karena kita berjalan bersama Yesus, Tuhan dan Juruselamat, Sobat yang setia.

Maka inilah amanat pengurutan Allah bagi kita :

Perempuan:     Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Laki-laki  : Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Perempuan: Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran

Laki-laki  : Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Jemaat      : Menyanyi Nyanyian NKB 201 (Jemaat berdiri)

  1. Di hidupku ‘ku ada Sobat yang setia,

yang s’nantiasa berjalan sertaku;

masa gelap dibuat-Nya terang ceria,

itulah Yesus, Jurus’lamatku.

Reff: ‘Ku tak cemas ‘kan jalan yang naik turun,

lewat lembah dan gunung yang terjal;

sebab Tuhan berjalanlah di sampingku,

memimpinku ke Neg’ri yang kekal.

BERKAT

Pelayan: Pergilah dan lakukanlah kasih. Jadilah berkat dan jadikanlah semua bangsa muridKu. Berkat Tuhan bagimu:

“Allah sumber segala berkat dan kuasa melindungi kamu,

agar kamu tetap setia dan tabah dalam panggilanmu;

Yesus Kristus, Kepala Gereja dan Sang Gembala Agung,

menyertaimu dalam seluruh tugas pengabdianmu,

dan Roh Kudus senantiasa menolongmu dalam seluruh tantangan di dunia,

dalam kehidupan berkeluarga, berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Jemaat :           Menyanyi : Amin….Amin…Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *