LPP INADAE BUKA KURSUS BAHASA DAERAH NTT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id Prihatin dengan kian tergerusnya budaya dan bahasa daerah NTT akibat modernisasi, Lembaga Pendampingan Pendidikan (LPP) Inadae bekerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) melakukan upaya pelestarian dengan membuka kursus bahasa daerah NTT. Acara peluncuran digelar di Aula Fakultas Teologi UKAW Kupang pada Selasa, 31/1-2017 dengan tema “Kami Orang Muda NTT Pecinta Budaya”. Kursus bahasa daerah yang diluncurkan meliputi 8 bahasa yakni: bahasa Timor, Rote Timur, Rote Barat, Sabu, Alor Kamang, Alor Adang, Sumba Timur dan Belu dengan jumlah peserta angkatan pertama sebanyak 60 orang. Acara Peluncuran diawali dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh  Pdt. Mesakh Beeh.

Direktur LPP Inadae, Pdt. Em. Dr. Junus Inabuy, S.TM dalam sambutannya mengaku bahwa kursus yang diadakan oleh lembaga yang dipimpinnya bisa jadi tidak menarik minat pasar karena dimana-mana orang lebih tertarik pada kursus bahasa asing yang nantinya menolong mereka bergaul dengan dunia kerja. Namun disadari atau tidak modernisasi perlahan namun pasti mencabut akar-akar budaya. Fenomena ini harus diantisipasi agar mencegah orang muda terputus dari budayanya. Tujuan dari kursus bahasa daerah, kata Pdt. Inabuy, bukan sekadar bisa bicara tetapi yang paling utama adalah menggali nilai-nilai budaya (syair, mitos dll).

Sementara itu, Pdt. Mesakh Beeh dalam khotbahnya yang mengacu dari Kejadian 11 dan Kisah Rasul 2 mengatakan bahwa bahasa memiliki sisi positif dan negatif. Sisi negatif tercermin dalam kisah menara Babel dimana bahasa yang hanya satu dipakai untuk tujuan kesombongan dan mencari nama. Karena itu oleh Allah, bahasa dikacaukan. Sebaliknya dalam Kisah Rasul 2, Allah memampukan murid-murid untuk berbicara dalam berbagai-bagai bahasa dalam rangka memberitakan kabar baik tentang Allah. Meski dengan dua sisi yang bertolak-belakang namun bahasa tetap dalam kendali Allah untuk maksud Allah sendiri. Bahasa karena itu bukan hanya alat komunikasi tetapi lebih dari itu bahasa mengandung kekuatan spiritualitas.

Acara peluncuran dihadiri juga oleh perwakilan UPT Bahasa provinsi NTT, Wakil rektor III, Majelis Sinode GMIT dan tokoh adat.  Kegiatan ini diisi dengan persembahan tarian Alor dodakado dan foti dari Rote oleh para mahasiswa dan para peserta kursus serta grup gong dan sasando pimpinan Jitron Pah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *